<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPU Diminta Gunakan Panduan Internasional dalam Debat Capres-Cawapres 2024</title><description>&amp;nbsp;
Pasalnya, di dalam debat tersebut muncul istilah-istilah rumit dan asing yang tidak dipahami oleh semua kontestan&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/25/337/2944799/kpu-diminta-gunakan-panduan-internasional-dalam-debat-capres-cawapres-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/25/337/2944799/kpu-diminta-gunakan-panduan-internasional-dalam-debat-capres-cawapres-2024"/><item><title>KPU Diminta Gunakan Panduan Internasional dalam Debat Capres-Cawapres 2024</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/25/337/2944799/kpu-diminta-gunakan-panduan-internasional-dalam-debat-capres-cawapres-2024</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/25/337/2944799/kpu-diminta-gunakan-panduan-internasional-dalam-debat-capres-cawapres-2024</guid><pubDate>Senin 25 Desember 2023 18:16 WIB</pubDate><dc:creator>Nanda Aria</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/25/337/2944799/kpu-diminta-gunakan-panduan-internasional-dalam-debat-capres-cawapres-2024-n1R5ZJTMLm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Debat Cawapres 2024/Foto: MPI </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/25/337/2944799/kpu-diminta-gunakan-panduan-internasional-dalam-debat-capres-cawapres-2024-n1R5ZJTMLm.jpg</image><title>Debat Cawapres 2024/Foto: MPI </title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yNS8xLzE3NTQ3MC81L3g4cXYycG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Debat calon presiden dan calon wakil presiden (Capres-Cawapres) yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dikritik berbagai pihak. Utamanya usai debat Cawapres yang mempertemukan Cak Imin, Gibran Rakabuming, dan Mahfud MD.

Pasalnya, di dalam debat tersebut muncul istilah-istilah rumit dan asing yang tidak dipahami oleh semua kontestan. Peneliti Senior Indonesia Data Insight, John Muhammad menilai, penggunaan istilah SGIE misalnya, tanpa dijabarkan kepanjangannya, menimbulkan ketidakjelasan substansi persoalan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Liburan Natal, Sejumlah Objek Wisata di Jatim Padat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;KPU (Komisi Pemilihan Umum) tidak boleh membudayakan hal ini. Pada debat berikutnya, tidak boleh hal seperti ini terulang kembali,&quot; ujar John dalam keterangannya, Senin (25/12/2023).

Dia menuturkan, cara Gibran berdebat tidak sesuai dengan ketentuan umum yang berlaku hampir di banyak negara di dunia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pimpin Apel Siaga Satgas PDIP Surakarta, Ganjar Solidkan Kesiapan Pilpres 2024

&quot;Ada panduan mendasar dalam kompetisi debat yang berlaku secara umum bahkan internasional,&quot; ucapnya.

John mengurai, panduan debat internasional setidaknya mengacu pada sebuah buku yang berjudul &quot;Competitive Debate: Rules and Techniques&quot;, yang ditulis George M. Musgrave dan diterbitkan pada 1957.

&quot;Dalam buku ini terdapat 10 aturan fundamental dalam berdebat terutama yang bersifat kompetitif. Pada poin keenam tertulis: In the questioning period, the questioner may ask any fair, clear question that has a direct bearing on the debate,&quot; urainya.

&quot;Nah, Gibran melanggar prinsip ini saat menanyakan istilah Carbon Capture Storage dan SGIE pada lawan debatnya karena tidak menjelaskan lebih detail,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ganjar Pulang Kampung di Tengah Kegiatan Kampanye di Jawa Tengah



Maka dari itu, dia mendorong KPU RI untuk membuat ketentuan yang jelas mengenai teknis debat di antara para Capres maupun Cawapres ke depan, dengan merujuk kepada standar internasional.



&quot;KPU harus merevisi aturan debat dan meluruskan acuannya dengan standar internasional atau akademis,&quot; demikian John menambahkan.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yNS8xLzE3NTQ3MC81L3g4cXYycG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Debat calon presiden dan calon wakil presiden (Capres-Cawapres) yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dikritik berbagai pihak. Utamanya usai debat Cawapres yang mempertemukan Cak Imin, Gibran Rakabuming, dan Mahfud MD.

Pasalnya, di dalam debat tersebut muncul istilah-istilah rumit dan asing yang tidak dipahami oleh semua kontestan. Peneliti Senior Indonesia Data Insight, John Muhammad menilai, penggunaan istilah SGIE misalnya, tanpa dijabarkan kepanjangannya, menimbulkan ketidakjelasan substansi persoalan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Liburan Natal, Sejumlah Objek Wisata di Jatim Padat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;KPU (Komisi Pemilihan Umum) tidak boleh membudayakan hal ini. Pada debat berikutnya, tidak boleh hal seperti ini terulang kembali,&quot; ujar John dalam keterangannya, Senin (25/12/2023).

Dia menuturkan, cara Gibran berdebat tidak sesuai dengan ketentuan umum yang berlaku hampir di banyak negara di dunia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pimpin Apel Siaga Satgas PDIP Surakarta, Ganjar Solidkan Kesiapan Pilpres 2024

&quot;Ada panduan mendasar dalam kompetisi debat yang berlaku secara umum bahkan internasional,&quot; ucapnya.

John mengurai, panduan debat internasional setidaknya mengacu pada sebuah buku yang berjudul &quot;Competitive Debate: Rules and Techniques&quot;, yang ditulis George M. Musgrave dan diterbitkan pada 1957.

&quot;Dalam buku ini terdapat 10 aturan fundamental dalam berdebat terutama yang bersifat kompetitif. Pada poin keenam tertulis: In the questioning period, the questioner may ask any fair, clear question that has a direct bearing on the debate,&quot; urainya.

&quot;Nah, Gibran melanggar prinsip ini saat menanyakan istilah Carbon Capture Storage dan SGIE pada lawan debatnya karena tidak menjelaskan lebih detail,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ganjar Pulang Kampung di Tengah Kegiatan Kampanye di Jawa Tengah



Maka dari itu, dia mendorong KPU RI untuk membuat ketentuan yang jelas mengenai teknis debat di antara para Capres maupun Cawapres ke depan, dengan merujuk kepada standar internasional.



&quot;KPU harus merevisi aturan debat dan meluruskan acuannya dengan standar internasional atau akademis,&quot; demikian John menambahkan.</content:encoded></item></channel></rss>
