<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soko Guru Ekonomi Nasional, Ganjar Prioritaskan Pengembangan UMKM dan Koperasi</title><description>&amp;nbsp;
Ganjar pun berjanji akan membereskan persoalan dan berupaya mengembangkan UMKM dan koperasi pada tingkat nasional.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/26/512/2945157/soko-guru-ekonomi-nasional-ganjar-prioritaskan-pengembangan-umkm-dan-koperasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/26/512/2945157/soko-guru-ekonomi-nasional-ganjar-prioritaskan-pengembangan-umkm-dan-koperasi"/><item><title>Soko Guru Ekonomi Nasional, Ganjar Prioritaskan Pengembangan UMKM dan Koperasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/26/512/2945157/soko-guru-ekonomi-nasional-ganjar-prioritaskan-pengembangan-umkm-dan-koperasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/26/512/2945157/soko-guru-ekonomi-nasional-ganjar-prioritaskan-pengembangan-umkm-dan-koperasi</guid><pubDate>Selasa 26 Desember 2023 16:10 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/26/512/2945157/soko-guru-ekonomi-nasional-ganjar-prioritaskan-pengembangan-umkm-dan-koperasi-VqGYi74Owt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo bertemu pedagang jamu di Sukoharjo (Foto: TPN/Riana Rizkia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/26/512/2945157/soko-guru-ekonomi-nasional-ganjar-prioritaskan-pengembangan-umkm-dan-koperasi-VqGYi74Owt.jpg</image><title>Ganjar Pranowo bertemu pedagang jamu di Sukoharjo (Foto: TPN/Riana Rizkia)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yNi8xLzE3NTUwOC81L3g4cXcwajA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

SUKOHARJO - Calon Presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo berkomitmen untuk memprioritaskan pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Koperasi. Keduanya, menurut mantan Gubernur Jawa Tengah itu merupakan soko guru perekonomian nasional.

Ganjar pun berjanji akan membereskan persoalan dan berupaya mengembangkan UMKM dan koperasi pada tingkat nasional.

&quot;Jadi kalau kita mau bicara pertumbuhan ekonomi ada kekuatan ekonomi kecil yang sebenarnya bisa menjadi booster untuk ikut membantu tumbuhnya ekonomi,&quot; ujar Ganjar, di sela-sela kunjungan di Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (26/12/2023).

BACA JUGA:
Ganjar Optimistis UMKM Dominasi Kontribusi Pertumbuhan Ekonomi 7%, Bukan BUMN


Menurut Ganjar, seharusnya perhatian pemerintah tidak saja kepada proyek besar. Namun, juga turut mengurusi UMKM sebagai kekuatan riil masyarakat.

&quot;Jadi kalau kami ditanya optimistis ekonomi tumbuh 7%, sangat. Karena tidak saja mengurus yang besar-besar, tapi yang kecil dan banyak ini (UMKM) kekuatan riil masyarakat, di desa bisa berbasis pertanian, pesisir bisa dari sektor nelayan,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Ganjar Minta Keluarga dengan Anak Berkebutuhan Khusus Tak Perlu Malu


Untuk pengembangan UMKM dan koperasi pada tingkat nasional, pasangan Ganjar-Mahfud telah memiliki strategi kebijakan tersendiri. Dalam 21 Program Sat Set untuk mewujudkan &amp;lsquo;Indonesia Sehat, Terampil dan Berdaya&amp;rsquo;, Ganjar-Mahfud memiliki 10 Program Indonesia Berdaya.

Di dalamnya memuat program Mudah Berusaha, yang fokus pada UMKM dan wirausaha, dengan target '8 Juta Pengusaha Mikro Maju'.

Program '8 Juta Pengusaha Mikro Maju' itu dirancang untuk membantu perkembangan dan pembangunan UMKM dan koperasi di Indonesia melalui fasilitas kemudahan berusaha dari segi reformasi regulasi termasuk pelatihan. Program ini memastikan kepastian hukum, modal usaha yang lebih besar dan pelatihan dan bantuan masuk ke pasar ekonomi.

Caranya, mulai dari perapihan dan pembentukan 'Satu Data Indonesia' yang memiliki semua informasi UMKM dan koperasi di Tanah Air. Lalu, meyingkatkan dan mempermudah proses pendaftaran UMKM dan Koperasi di Online Single Submission (OSS) melalui kerjasama BUMN, BUMD, BUMDes.



&quot;Mulai dari perizinan yang lebih dimudahkan dan disederhanakan, artinya saat ini OSS (Online Single Submission/perizinan online satu atap) akan disempurnakan agar lebih mudah untuk UMKM dan koperasi,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Ganjar Bakal Perbanyak Kafe-Kafe Jamu hingga Jadi Lifestyle Hidup Sehat




Sokongan lain yang penting adalah kemudahan akses modal bagi UMKM. Alokasi Kredit perbankan minimal 35 persen, subsidi KUR dari pemerintah. Selanjutnya peningkatan literasi dan keterampilan melalui inkubasi bisnis dan coaching clinic.



Penguatan dan peningkatan pengetahuan merupakan bagian penting lainnya dalam pengembangan UMKM dan koperasi.



&quot;Inkubasi dan klinik bisnis, akan memainkan peran peningkatan pengetahuan, serta literasi. Di sini akan lahir UMKM baru serta kualitas yang meningkat dari UMKM eksisting, termasuk penggunaan teknologi digital,&quot; katanya.</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yNi8xLzE3NTUwOC81L3g4cXcwajA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

SUKOHARJO - Calon Presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo berkomitmen untuk memprioritaskan pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Koperasi. Keduanya, menurut mantan Gubernur Jawa Tengah itu merupakan soko guru perekonomian nasional.

Ganjar pun berjanji akan membereskan persoalan dan berupaya mengembangkan UMKM dan koperasi pada tingkat nasional.

&quot;Jadi kalau kita mau bicara pertumbuhan ekonomi ada kekuatan ekonomi kecil yang sebenarnya bisa menjadi booster untuk ikut membantu tumbuhnya ekonomi,&quot; ujar Ganjar, di sela-sela kunjungan di Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (26/12/2023).

BACA JUGA:
Ganjar Optimistis UMKM Dominasi Kontribusi Pertumbuhan Ekonomi 7%, Bukan BUMN


Menurut Ganjar, seharusnya perhatian pemerintah tidak saja kepada proyek besar. Namun, juga turut mengurusi UMKM sebagai kekuatan riil masyarakat.

&quot;Jadi kalau kami ditanya optimistis ekonomi tumbuh 7%, sangat. Karena tidak saja mengurus yang besar-besar, tapi yang kecil dan banyak ini (UMKM) kekuatan riil masyarakat, di desa bisa berbasis pertanian, pesisir bisa dari sektor nelayan,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Ganjar Minta Keluarga dengan Anak Berkebutuhan Khusus Tak Perlu Malu


Untuk pengembangan UMKM dan koperasi pada tingkat nasional, pasangan Ganjar-Mahfud telah memiliki strategi kebijakan tersendiri. Dalam 21 Program Sat Set untuk mewujudkan &amp;lsquo;Indonesia Sehat, Terampil dan Berdaya&amp;rsquo;, Ganjar-Mahfud memiliki 10 Program Indonesia Berdaya.

Di dalamnya memuat program Mudah Berusaha, yang fokus pada UMKM dan wirausaha, dengan target '8 Juta Pengusaha Mikro Maju'.

Program '8 Juta Pengusaha Mikro Maju' itu dirancang untuk membantu perkembangan dan pembangunan UMKM dan koperasi di Indonesia melalui fasilitas kemudahan berusaha dari segi reformasi regulasi termasuk pelatihan. Program ini memastikan kepastian hukum, modal usaha yang lebih besar dan pelatihan dan bantuan masuk ke pasar ekonomi.

Caranya, mulai dari perapihan dan pembentukan 'Satu Data Indonesia' yang memiliki semua informasi UMKM dan koperasi di Tanah Air. Lalu, meyingkatkan dan mempermudah proses pendaftaran UMKM dan Koperasi di Online Single Submission (OSS) melalui kerjasama BUMN, BUMD, BUMDes.



&quot;Mulai dari perizinan yang lebih dimudahkan dan disederhanakan, artinya saat ini OSS (Online Single Submission/perizinan online satu atap) akan disempurnakan agar lebih mudah untuk UMKM dan koperasi,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Ganjar Bakal Perbanyak Kafe-Kafe Jamu hingga Jadi Lifestyle Hidup Sehat




Sokongan lain yang penting adalah kemudahan akses modal bagi UMKM. Alokasi Kredit perbankan minimal 35 persen, subsidi KUR dari pemerintah. Selanjutnya peningkatan literasi dan keterampilan melalui inkubasi bisnis dan coaching clinic.



Penguatan dan peningkatan pengetahuan merupakan bagian penting lainnya dalam pengembangan UMKM dan koperasi.



&quot;Inkubasi dan klinik bisnis, akan memainkan peran peningkatan pengetahuan, serta literasi. Di sini akan lahir UMKM baru serta kualitas yang meningkat dari UMKM eksisting, termasuk penggunaan teknologi digital,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
