<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengulas Makna Batik Temurun yang Dibeli Ganjar Pranowo di Batik Kedung Gudel</title><description>Kedatangannya itu disambut antusias oleh ratusan warga Kampung Bangkean, Desa Kenep, Sukoharjo.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/26/512/2945185/mengulas-makna-batik-temurun-yang-dibeli-ganjar-pranowo-di-batik-kedung-gudel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/26/512/2945185/mengulas-makna-batik-temurun-yang-dibeli-ganjar-pranowo-di-batik-kedung-gudel"/><item><title>Mengulas Makna Batik Temurun yang Dibeli Ganjar Pranowo di Batik Kedung Gudel</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/26/512/2945185/mengulas-makna-batik-temurun-yang-dibeli-ganjar-pranowo-di-batik-kedung-gudel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/26/512/2945185/mengulas-makna-batik-temurun-yang-dibeli-ganjar-pranowo-di-batik-kedung-gudel</guid><pubDate>Selasa 26 Desember 2023 16:59 WIB</pubDate><dc:creator>Syifa Fauziah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/26/512/2945185/mengulas-makna-batik-temurun-yang-dibeli-ganjar-pranowo-di-batik-kedung-gudel-8Skktni4M1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Capres Ganjar Pranowo (Foto: Syifa Fauziah)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/26/512/2945185/mengulas-makna-batik-temurun-yang-dibeli-ganjar-pranowo-di-batik-kedung-gudel-8Skktni4M1.jpg</image><title>Capres Ganjar Pranowo (Foto: Syifa Fauziah)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yNi8xLzE3NTUwOC81L3g4cXcwajA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo berkunjung ke sentra industri batik rumahan di Sukoharjo pada Selasa (26/12/2023). Kedatangannya itu disambut antusias oleh ratusan warga Kampung Bangkean, Desa Kenep, Sukoharjo.

Para warga tak menyia-nyiakan kedatangan Ganjar, banyak dari mereka yang bersalaman dan ingin berfoto dengan mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu.

BACA JUGA:
Ditopang UMKM, Ganjar Pranowo Optimis Ekonomi Tumbuh 7 Persen


Ganjar pun sangat melayani warga dengan ramah. Ia juga menyapa para ibu-ibu yang sedang membatik dengan cara tradisional. Guyonan dan candaan Ganjar membuat ibu-ibu paruh baya itu tak berhenti tertawa.

&quot;Bapak lucu sekali, sini pak ikut mbatik,&quot; ajak salah satu pembatik pada Ganjar.

Selain bertemu warga, ayah satu anak ini juga melakukan aktivitas membatik dan membeli produk kain dari salah satu toko di sentra batik itu.

&quot;Wah ini motif Wahyu Temurun ya. Saya beli ini, bagus sekali ini motifnya,&quot; ucap Ganjar.

BACA JUGA:
Peduli ABK, Ganjar Bakal Nasionalkan Program Pelayanan Berbasis Inklusi


Aksi Ganjar itu membuat pemilik Batik Kedung Gudel, Agus Samiyono, terperangah. Ia tak menyangka, Ganjar paham motif batik yang cukup langka itu. Apalagi, motif Wahyu Temurun memiliki makna yang sangat mendalam bagi pemakainya.

Agus menjelaskan batik tersebut memiliki makna suatu petunjuk yang dibawa malaikat pada nabi. Namun, di Jawa, wahyu temurun bisa dimaknai petunjuk dari Allah yang berkaitan dengan pangkat atau kedudukan.



&quot;Nggak nyangka Pak Ganjar beli batik motif Wahyu Temurun. Benar-benar orang Jawa yang nggak hilang Jawanya. Wahyu itu kan sesuatu yang mau diemban, jadi sudah pas banget pak Ganjar beli itu. Iki tetenger Gusti (ini petunjuk dari Tuhan) pada beliau,&quot; ucap Agus.

BACA JUGA:
Peduli ABK, Ganjar Bakal Nasionalkan Program Pelayanan Berbasis Inklusi




Sementara itu, Ganjar mengatakan dirinya memang penggemar batik. Di manapun daerah penghasil batik, ia selalu membeli produk yang dihasilkan.



&quot;Kalau bicara Solo Raya ini jagoannya batik, seperti di Sukoharjo ini bagus ya. Tradisinya masih berjalan, produksinya bagus dan harganya terjangkau,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Ganjar Minta Keluarga dengan Anak Berkebutuhan Khusus Tak Perlu Malu




Tak hanya melihat atau membeli, Ganjar juga menggunakan momen itu untuk menyerap aspirasi. Ia mendengar banyak masukan kebutuhan para pelaku UMKM itu, mulai pelatihan, peralatan hingga akses modal.



&quot;Maka program-program pemerintahan ke depan harus bisa dirasakan manfaatnya oleh mereka. Ganjar-Mahfud komitmen soal itu,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yNi8xLzE3NTUwOC81L3g4cXcwajA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo berkunjung ke sentra industri batik rumahan di Sukoharjo pada Selasa (26/12/2023). Kedatangannya itu disambut antusias oleh ratusan warga Kampung Bangkean, Desa Kenep, Sukoharjo.

Para warga tak menyia-nyiakan kedatangan Ganjar, banyak dari mereka yang bersalaman dan ingin berfoto dengan mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu.

BACA JUGA:
Ditopang UMKM, Ganjar Pranowo Optimis Ekonomi Tumbuh 7 Persen


Ganjar pun sangat melayani warga dengan ramah. Ia juga menyapa para ibu-ibu yang sedang membatik dengan cara tradisional. Guyonan dan candaan Ganjar membuat ibu-ibu paruh baya itu tak berhenti tertawa.

&quot;Bapak lucu sekali, sini pak ikut mbatik,&quot; ajak salah satu pembatik pada Ganjar.

Selain bertemu warga, ayah satu anak ini juga melakukan aktivitas membatik dan membeli produk kain dari salah satu toko di sentra batik itu.

&quot;Wah ini motif Wahyu Temurun ya. Saya beli ini, bagus sekali ini motifnya,&quot; ucap Ganjar.

BACA JUGA:
Peduli ABK, Ganjar Bakal Nasionalkan Program Pelayanan Berbasis Inklusi


Aksi Ganjar itu membuat pemilik Batik Kedung Gudel, Agus Samiyono, terperangah. Ia tak menyangka, Ganjar paham motif batik yang cukup langka itu. Apalagi, motif Wahyu Temurun memiliki makna yang sangat mendalam bagi pemakainya.

Agus menjelaskan batik tersebut memiliki makna suatu petunjuk yang dibawa malaikat pada nabi. Namun, di Jawa, wahyu temurun bisa dimaknai petunjuk dari Allah yang berkaitan dengan pangkat atau kedudukan.



&quot;Nggak nyangka Pak Ganjar beli batik motif Wahyu Temurun. Benar-benar orang Jawa yang nggak hilang Jawanya. Wahyu itu kan sesuatu yang mau diemban, jadi sudah pas banget pak Ganjar beli itu. Iki tetenger Gusti (ini petunjuk dari Tuhan) pada beliau,&quot; ucap Agus.

BACA JUGA:
Peduli ABK, Ganjar Bakal Nasionalkan Program Pelayanan Berbasis Inklusi




Sementara itu, Ganjar mengatakan dirinya memang penggemar batik. Di manapun daerah penghasil batik, ia selalu membeli produk yang dihasilkan.



&quot;Kalau bicara Solo Raya ini jagoannya batik, seperti di Sukoharjo ini bagus ya. Tradisinya masih berjalan, produksinya bagus dan harganya terjangkau,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Ganjar Minta Keluarga dengan Anak Berkebutuhan Khusus Tak Perlu Malu




Tak hanya melihat atau membeli, Ganjar juga menggunakan momen itu untuk menyerap aspirasi. Ia mendengar banyak masukan kebutuhan para pelaku UMKM itu, mulai pelatihan, peralatan hingga akses modal.



&quot;Maka program-program pemerintahan ke depan harus bisa dirasakan manfaatnya oleh mereka. Ganjar-Mahfud komitmen soal itu,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
