<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Gunung Semeru Erupsi, Kolom Letusan 1.000 Meter di Atas Puncak      </title><description>Gunung Semeru mengalami erupsi pagi ini, Senin (25/12/2023), pukul 05:12 WIB.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/26/519/2944922/5-fakta-gunung-semeru-erupsi-kolom-letusan-1-000-meter-di-atas-puncak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/26/519/2944922/5-fakta-gunung-semeru-erupsi-kolom-letusan-1-000-meter-di-atas-puncak"/><item><title>5 Fakta Gunung Semeru Erupsi, Kolom Letusan 1.000 Meter di Atas Puncak      </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/26/519/2944922/5-fakta-gunung-semeru-erupsi-kolom-letusan-1-000-meter-di-atas-puncak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/26/519/2944922/5-fakta-gunung-semeru-erupsi-kolom-letusan-1-000-meter-di-atas-puncak</guid><pubDate>Selasa 26 Desember 2023 07:02 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/26/519/2944922/5-fakta-gunung-semeru-erupsi-kolom-letusan-1-000-meter-di-atas-puncak-9UA5hw3ee2.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Semeru erupsi. (Foto: PVMBG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/26/519/2944922/5-fakta-gunung-semeru-erupsi-kolom-letusan-1-000-meter-di-atas-puncak-9UA5hw3ee2.jpeg</image><title>Gunung Semeru erupsi. (Foto: PVMBG)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yNS8xLzE3NTQ3Ni81L3g4cXY3MTE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA&amp;nbsp;-&amp;nbsp;Gunung Semeru&amp;nbsp;mengalami erupsi pagi ini, Senin (25/12/2023), pukul 05:12 WIB.&amp;nbsp;Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi&amp;nbsp;(PVMBG) melaporkan tinggi kolom letusan 1.000 meter di atas puncak.

Berikut sejumlah faktanya:
&amp;nbsp;
1. Status Siaga

Gunung Semeru yang secara administratif terletak dalam dua kabupaten, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur itu masih berstatus siaga atau level III.

BACA JUGA:
Gunung Semeru Erupsi, Masyarakat Diimbau Tak Lakukan Aktivitas di Besuk Kobokan

2. Erupsi
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ghufron Alwi mengungkapkan, terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Senin, 25 Desember 2023, pukul 05:12 WIB. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn; 1.000 m di atas puncak (&amp;plusmn; 4676 m di atas permukaan laut).

3. Kolom Abu
Ghufron mengatakan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah selatan. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 248 detik.

4. Masyarakat Diminta Tidak Mendekat
Lebih lanjut, Ghufron mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

BACA JUGA:
Gunung Semeru Erupsi! Masyarakat Diminta Waspadai Guguran Lava dan Lahar

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

&amp;ldquo;Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),&amp;rdquo; katanya.5. Waspada Potensi Awan Panas



Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.



&amp;ldquo;Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,&amp;rdquo; imbaunya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yNS8xLzE3NTQ3Ni81L3g4cXY3MTE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA&amp;nbsp;-&amp;nbsp;Gunung Semeru&amp;nbsp;mengalami erupsi pagi ini, Senin (25/12/2023), pukul 05:12 WIB.&amp;nbsp;Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi&amp;nbsp;(PVMBG) melaporkan tinggi kolom letusan 1.000 meter di atas puncak.

Berikut sejumlah faktanya:
&amp;nbsp;
1. Status Siaga

Gunung Semeru yang secara administratif terletak dalam dua kabupaten, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur itu masih berstatus siaga atau level III.

BACA JUGA:
Gunung Semeru Erupsi, Masyarakat Diimbau Tak Lakukan Aktivitas di Besuk Kobokan

2. Erupsi
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ghufron Alwi mengungkapkan, terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Senin, 25 Desember 2023, pukul 05:12 WIB. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn; 1.000 m di atas puncak (&amp;plusmn; 4676 m di atas permukaan laut).

3. Kolom Abu
Ghufron mengatakan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah selatan. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 248 detik.

4. Masyarakat Diminta Tidak Mendekat
Lebih lanjut, Ghufron mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

BACA JUGA:
Gunung Semeru Erupsi! Masyarakat Diminta Waspadai Guguran Lava dan Lahar

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

&amp;ldquo;Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),&amp;rdquo; katanya.5. Waspada Potensi Awan Panas



Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.



&amp;ldquo;Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,&amp;rdquo; imbaunya.

</content:encoded></item></channel></rss>
