<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pimpinan Ponpes di Sukabumi Curhat ke Mahfud MD, Ambil Tunjangan Guru Ngaji Antre 5 Km</title><description>Pimpinan Ponpes di Sukabumi Curhat ke Mahfud MD, Ambil Tunjangan Guru Ngaji Antri 5 Km</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/27/525/2945878/pimpinan-ponpes-di-sukabumi-curhat-ke-mahfud-md-ambil-tunjangan-guru-ngaji-antre-5-km</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/27/525/2945878/pimpinan-ponpes-di-sukabumi-curhat-ke-mahfud-md-ambil-tunjangan-guru-ngaji-antre-5-km"/><item><title>Pimpinan Ponpes di Sukabumi Curhat ke Mahfud MD, Ambil Tunjangan Guru Ngaji Antre 5 Km</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/27/525/2945878/pimpinan-ponpes-di-sukabumi-curhat-ke-mahfud-md-ambil-tunjangan-guru-ngaji-antre-5-km</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/27/525/2945878/pimpinan-ponpes-di-sukabumi-curhat-ke-mahfud-md-ambil-tunjangan-guru-ngaji-antre-5-km</guid><pubDate>Rabu 27 Desember 2023 21:41 WIB</pubDate><dc:creator>Dharmawan Hadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/27/525/2945878/pimpinan-ponpes-di-sukabumi-curhat-ke-mahfud-md-ambil-tunjangan-guru-ngaji-antre-5-km-ixa53eX9Tt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pimpinan Ponpes di Sukabumi curhat ke Mahfud MD, ambil tunjangan guru ngaji antre 5 km. (MPI/Dharmawan Hadi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/27/525/2945878/pimpinan-ponpes-di-sukabumi-curhat-ke-mahfud-md-ambil-tunjangan-guru-ngaji-antre-5-km-ixa53eX9Tt.jpg</image><title>Pimpinan Ponpes di Sukabumi curhat ke Mahfud MD, ambil tunjangan guru ngaji antre 5 km. (MPI/Dharmawan Hadi)</title></images><description>

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yNy8xLzE3NTU0NS81L3g4cXg0Zno=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


SUKABUMI - Banyak para kiai yang belum tercatat sebagai penerima tunjangan guru ngaji. Pimpinan pondok pesantren (Ponpes) di Sukabumi curhat mengenai hal ini kepada Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Selain itu, pelaksanaan pencairan honor tunjangan guru ngaji yang dinilai tidak praktis, membuat para penerima manfaat harus rela antri sejauh 5 kilometer saat akan mengambil uang bantuan yang diberikan pemerintah tersebut.

Salah satu guru ngaji dari Ponpes Sayidatul Rohman Ajjaidi, Kyai A Hamdan Saetami mengatakan, dirinya salut dan bangga terhadap Mahfud MD yang berani mengungkapkan kasus pencucian uang senilai Rp300 triliun.

&quot;Mudah-mudahan Bapak (Mahfud MD) dijaga oleh Allah SWT. Kami para kiai selalu berdoa dan yakin bapak dapat menjadi wakil presiden,&quot; ujar Kiai A Hamdan Saetami saat acara Silaturahmi Mama Sepuh dan Ajengan Anom se-Sukabumi Raya dan Cianjur di Ponpes Tahfidz Quran Nurul Hidayah, Rabu (27/12/2023).







BACA JUGA:
Kehadiran Mahfud MD di Sukabumi Bikin Parpol Pengusung dan Relawan Optimis Raih Target Suara












Dalam kesempatan tersebut, Kiai A Hamdan Saetami menanyakan masalah honor guru ngaji kepada Mahfud MD. Saat ini, masih banyak guru ngaji yang belum mendapatkan tunjangan tersebut. Ia memohon agar prosesnya tidak dipersulit.






BACA JUGA:
TPN: Elektabilitas Ganjar-Mahfud Reborn Capai 37 Persen















&quot;Karena guru-guru ngaji terkadang mau dapat honor, sampai ngantri 5 kilometer. Saya mohon ketika nanti Bapak (Mahfud MD) menjadi wakil presiden, peraturan tersebut yang jelas, yang mudah dibaca oleh semua pihak,&quot; ujar Kiai A Hamdan Saetami.

Ia menambahkan, walaupun dana tersebut harus dimasukkan dalam Anggaran Dana Desa (ADD), ia berharap peraturannya diperjelas agar diketahui para perangkat desa.







BACA JUGA:
Mahfud MD Tekankan Pentingnya Sikap Toleransi Dimiliki Masyarakat















&quot;Karena, kalo yang bisa baca hanya sebagian orang, guru ngaji hanya bisa menonton saja. Padahal, dalam mencerdaskan anak-anak bangsa, garda terdepannya adalaha guru ngaji yang suka memberikan pendidikan setiap bada Maghrib,&quot; ujar Kiai A Hamdan Saetami.



Ia meyakini Ganjar-Mahfud bisa memenangkan pilpres ini dengan program-program yang banyak melakukan keberpihakan terhadap pesantren dan guru ngaji.</description><content:encoded>

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yNy8xLzE3NTU0NS81L3g4cXg0Zno=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


SUKABUMI - Banyak para kiai yang belum tercatat sebagai penerima tunjangan guru ngaji. Pimpinan pondok pesantren (Ponpes) di Sukabumi curhat mengenai hal ini kepada Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Selain itu, pelaksanaan pencairan honor tunjangan guru ngaji yang dinilai tidak praktis, membuat para penerima manfaat harus rela antri sejauh 5 kilometer saat akan mengambil uang bantuan yang diberikan pemerintah tersebut.

Salah satu guru ngaji dari Ponpes Sayidatul Rohman Ajjaidi, Kyai A Hamdan Saetami mengatakan, dirinya salut dan bangga terhadap Mahfud MD yang berani mengungkapkan kasus pencucian uang senilai Rp300 triliun.

&quot;Mudah-mudahan Bapak (Mahfud MD) dijaga oleh Allah SWT. Kami para kiai selalu berdoa dan yakin bapak dapat menjadi wakil presiden,&quot; ujar Kiai A Hamdan Saetami saat acara Silaturahmi Mama Sepuh dan Ajengan Anom se-Sukabumi Raya dan Cianjur di Ponpes Tahfidz Quran Nurul Hidayah, Rabu (27/12/2023).







BACA JUGA:
Kehadiran Mahfud MD di Sukabumi Bikin Parpol Pengusung dan Relawan Optimis Raih Target Suara












Dalam kesempatan tersebut, Kiai A Hamdan Saetami menanyakan masalah honor guru ngaji kepada Mahfud MD. Saat ini, masih banyak guru ngaji yang belum mendapatkan tunjangan tersebut. Ia memohon agar prosesnya tidak dipersulit.






BACA JUGA:
TPN: Elektabilitas Ganjar-Mahfud Reborn Capai 37 Persen















&quot;Karena guru-guru ngaji terkadang mau dapat honor, sampai ngantri 5 kilometer. Saya mohon ketika nanti Bapak (Mahfud MD) menjadi wakil presiden, peraturan tersebut yang jelas, yang mudah dibaca oleh semua pihak,&quot; ujar Kiai A Hamdan Saetami.

Ia menambahkan, walaupun dana tersebut harus dimasukkan dalam Anggaran Dana Desa (ADD), ia berharap peraturannya diperjelas agar diketahui para perangkat desa.







BACA JUGA:
Mahfud MD Tekankan Pentingnya Sikap Toleransi Dimiliki Masyarakat















&quot;Karena, kalo yang bisa baca hanya sebagian orang, guru ngaji hanya bisa menonton saja. Padahal, dalam mencerdaskan anak-anak bangsa, garda terdepannya adalaha guru ngaji yang suka memberikan pendidikan setiap bada Maghrib,&quot; ujar Kiai A Hamdan Saetami.



Ia meyakini Ganjar-Mahfud bisa memenangkan pilpres ini dengan program-program yang banyak melakukan keberpihakan terhadap pesantren dan guru ngaji.</content:encoded></item></channel></rss>
