<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erdogan: Netanyahu Tidak Ada Bedanya dengan Hitler</title><description>Erdogan telah berulang kali mengutuk agresi dan kejahatan perang Israel di Gaza.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/28/18/2945964/erdogan-netanyahu-tidak-ada-bedanya-dengan-hitler</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/28/18/2945964/erdogan-netanyahu-tidak-ada-bedanya-dengan-hitler"/><item><title>Erdogan: Netanyahu Tidak Ada Bedanya dengan Hitler</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/28/18/2945964/erdogan-netanyahu-tidak-ada-bedanya-dengan-hitler</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/28/18/2945964/erdogan-netanyahu-tidak-ada-bedanya-dengan-hitler</guid><pubDate>Kamis 28 Desember 2023 06:14 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/28/18/2945964/erdogan-netanyahu-tidak-ada-bedanya-dengan-hitler-ls1jVuxpzC.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/28/18/2945964/erdogan-netanyahu-tidak-ada-bedanya-dengan-hitler-ls1jVuxpzC.JPG</image><title>Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Reuters)</title></images><description>


ANKARA - Presiden Turki Tayyip Erdogan pada Rabu, (27/12/2023) mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak berbeda dengan Adolf Hitler dan menyamakan serangan Israel di Gaza dengan perlakuan Nazi terhadap orang-orang Yahudi.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Erdogan Sebut Israel Sebagai Negara Teroris, Kecam Barat dan AS&amp;nbsp;

Turki, anggota NATO, yang mendukung solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina, mengkritik serangan udara dan darat Israel di Gaza, menyebutnya sebagai &amp;ldquo;negara teror&amp;rdquo; dan mengatakan para pemimpinnya harus diadili di pengadilan internasional.
Mempertajam retorikanya, Erdogan mengatakan Turki akan menyambut baik para akademisi dan ilmuwan yang menghadapi penganiayaan karena pandangan mereka mengenai konflik di Gaza, dan menambahkan bahwa negara-negara Barat yang mendukung Israel terlibat dalam apa yang disebutnya sebagai kejahatan perang.
&quot;Mereka biasa berbicara buruk tentang Hitler. Apa bedanya Anda dengan Hitler? Mereka akan membuat kita merindukan Hitler. Apakah yang dilakukan Netanyahu ini kurang dari apa yang dilakukan Hitler? Sebenarnya tidak,&quot; kata Erdogan sebagaimana dilansir Reuters.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Bicara dengan Sekjen PBB, Erdogan Desak Israel Harus Diseret ke Pengadilan Internasional&amp;nbsp;

&quot;Dia lebih kaya dari Hitler, dia mendapat dukungan dari Barat. Segala macam dukungan datang dari Amerika Serikat. Dan apa yang mereka lakukan dengan semua dukungan itu? Mereka membunuh lebih dari 20.000 warga Gaza,&quot; ujarnya.
Netanyahu menanggapinya dengan mengatakan Erdogan harus menjadi orang terakhir yang menguliahi Israel.&amp;ldquo;Erdogan, yang melakukan genosida terhadap suku Kurdi, yang memegang rekor dunia karena memenjarakan jurnalis yang menentang pemerintahannya,&amp;rdquo; kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan, &amp;ldquo;adalah orang terakhir yang dapat mengajarkan moralitas kepada kami.&amp;rdquo;
Terlepas dari kritiknya terhadap Israel, Turki tetap mempertahankan hubungan komersial, sehingga mendapat reaksi keras dari partai oposisi dan Iran. Ankara mengatakan perdagangan dengan Israel telah menurun tajam sejak 7 Oktober, ketika kelompok militan Palestina Hamas melancarkan serangan mematikan lintas batas yang menewaskan 1.200 orang, mendorong Israel melancarkan perang terhadap Hamas.
Berbeda dengan sekutu Baratnya dan beberapa negara Arab, Turki tidak memandang Hamas sebagai organisasi teroris.</description><content:encoded>


ANKARA - Presiden Turki Tayyip Erdogan pada Rabu, (27/12/2023) mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak berbeda dengan Adolf Hitler dan menyamakan serangan Israel di Gaza dengan perlakuan Nazi terhadap orang-orang Yahudi.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Erdogan Sebut Israel Sebagai Negara Teroris, Kecam Barat dan AS&amp;nbsp;

Turki, anggota NATO, yang mendukung solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina, mengkritik serangan udara dan darat Israel di Gaza, menyebutnya sebagai &amp;ldquo;negara teror&amp;rdquo; dan mengatakan para pemimpinnya harus diadili di pengadilan internasional.
Mempertajam retorikanya, Erdogan mengatakan Turki akan menyambut baik para akademisi dan ilmuwan yang menghadapi penganiayaan karena pandangan mereka mengenai konflik di Gaza, dan menambahkan bahwa negara-negara Barat yang mendukung Israel terlibat dalam apa yang disebutnya sebagai kejahatan perang.
&quot;Mereka biasa berbicara buruk tentang Hitler. Apa bedanya Anda dengan Hitler? Mereka akan membuat kita merindukan Hitler. Apakah yang dilakukan Netanyahu ini kurang dari apa yang dilakukan Hitler? Sebenarnya tidak,&quot; kata Erdogan sebagaimana dilansir Reuters.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Bicara dengan Sekjen PBB, Erdogan Desak Israel Harus Diseret ke Pengadilan Internasional&amp;nbsp;

&quot;Dia lebih kaya dari Hitler, dia mendapat dukungan dari Barat. Segala macam dukungan datang dari Amerika Serikat. Dan apa yang mereka lakukan dengan semua dukungan itu? Mereka membunuh lebih dari 20.000 warga Gaza,&quot; ujarnya.
Netanyahu menanggapinya dengan mengatakan Erdogan harus menjadi orang terakhir yang menguliahi Israel.&amp;ldquo;Erdogan, yang melakukan genosida terhadap suku Kurdi, yang memegang rekor dunia karena memenjarakan jurnalis yang menentang pemerintahannya,&amp;rdquo; kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan, &amp;ldquo;adalah orang terakhir yang dapat mengajarkan moralitas kepada kami.&amp;rdquo;
Terlepas dari kritiknya terhadap Israel, Turki tetap mempertahankan hubungan komersial, sehingga mendapat reaksi keras dari partai oposisi dan Iran. Ankara mengatakan perdagangan dengan Israel telah menurun tajam sejak 7 Oktober, ketika kelompok militan Palestina Hamas melancarkan serangan mematikan lintas batas yang menewaskan 1.200 orang, mendorong Israel melancarkan perang terhadap Hamas.
Berbeda dengan sekutu Baratnya dan beberapa negara Arab, Turki tidak memandang Hamas sebagai organisasi teroris.</content:encoded></item></channel></rss>
