<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jepang Akan Pasok Ukraina dengan Sistem Rudal Patriot, Rusia Beri Peringatan Keras</title><description>Rusia dan Jepang memiliki hubungan yang kurang bersahabat, terutama terkait sengketa wilayah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/28/18/2946013/jepang-akan-pasok-ukraina-dengan-sistem-rudal-patriot-rusia-beri-peringatan-keras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/28/18/2946013/jepang-akan-pasok-ukraina-dengan-sistem-rudal-patriot-rusia-beri-peringatan-keras"/><item><title>Jepang Akan Pasok Ukraina dengan Sistem Rudal Patriot, Rusia Beri Peringatan Keras</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/28/18/2946013/jepang-akan-pasok-ukraina-dengan-sistem-rudal-patriot-rusia-beri-peringatan-keras</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/28/18/2946013/jepang-akan-pasok-ukraina-dengan-sistem-rudal-patriot-rusia-beri-peringatan-keras</guid><pubDate>Kamis 28 Desember 2023 09:13 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/28/18/2946013/jepang-akan-pasok-ukraina-dengan-sistem-rudal-patriot-rusia-beri-peringatan-keras-hgZnSs3VqU.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/28/18/2946013/jepang-akan-pasok-ukraina-dengan-sistem-rudal-patriot-rusia-beri-peringatan-keras-hgZnSs3VqU.JPG</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xOS8xMC8xNzA4NjUvNS94OG82Y3Nw&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MOSKOW - Langkah Jepang untuk menyediakan sistem pertahanan udara Patriot ke Ukraina akan menimbulkan &quot;konsekuensi serius&quot; bagi hubungan Rusia-Jepang, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada Rabu, (27/12/2023).

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Sistem Pertahanan Rudal Patriot Rusak Tapi Tak Hancur Usai Rentetan Serangan Rusia, AS Langsung Turun Tangan&amp;nbsp;

Hubungan antara Moskow dan Tokyo, yang sudah sulit, telah memburuk tajam sejak Rusia mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada Februari 2022. Jepang telah bergabung dengan sekutu Baratnya dalam menjatuhkan sanksi ekonomi besar-besaran terhadap Rusia.
Pekan lalu, Jepang mengatakan pihaknya akan mempersiapkan pengiriman rudal pertahanan udara Patriot ke Amerika Serikat (AS) setelah merevisi pedoman ekspor senjatanya, yang merupakan perombakan besar pertama yang dilakukan Tokyo terhadap pembatasan ekspor tersebut dalam sembilan tahun.
Meskipun kontrol ekspor baru Jepang masih mencegah pengiriman senjata ke negara-negara yang sedang berperang, hal ini secara tidak langsung dapat menguntungkan Ukraina dalam perangnya dengan Rusia karena memberikan Amerika Serikat kapasitas ekstra untuk memberikan bantuan militer ke Kyiv.

BACA JUGA:
Desas-desus Rudal Patriot AS, Rudal Mahal Rp47 Miliar yang Akan Menghibur Ukraina Namun Mengancam Rusia

&amp;ldquo;Pihak Jepang kehilangan kendali atas senjata yang kini bisa digunakan Washington untuk melakukan apa pun yang diinginkannya,&amp;rdquo; kata Zakharova dalam pengarahan mingguan sebagaimana dilansir Reuters. &amp;ldquo;Tidak dapat dipungkiri bahwa berdasarkan skema yang telah diuji, rudal Patriot akan mendarat di Ukraina.&amp;rdquo;
Skenario seperti itu akan &amp;ldquo;ditafsirkan sebagai tindakan permusuhan terhadap Rusia dan akan menimbulkan konsekuensi besar bagi Jepang dalam konteks hubungan bilateral&amp;rdquo;, katanya.
Awal bulan ini, Jepang dan Korea Selatan mengerahkan jet untuk memantau penerbangan gabungan pesawat pengebom dan pesawat tempur Tiongkok dan Rusia di dekat wilayah mereka.

BACA JUGA:
Kemenangan Telak untuk Ukraina, AS Resmi Pasok Sistem Rudal Patriot untuk Perang Lawan Rusia

Rusia dan Jepang belum mencapai perjanjian yang secara resmi mengakhiri permusuhan pada Perang Dunia Kedua karena sengketa wilayah lama yang melibatkan rangkaian pulau-pulau Pasifik yang di Jepang dikenal sebagai Wilayah Utara dan di Rusia sebagai Kuril Selatan.
Bahkan sebelum konflik Ukraina, Tokyo telah mengeluhkan peningkatan penempatan militer Rusia di pulau-pulau tersebut, yang direbut Uni Soviet dari Jepang pada akhir Perang Dunia Kedua.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xOS8xMC8xNzA4NjUvNS94OG82Y3Nw&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MOSKOW - Langkah Jepang untuk menyediakan sistem pertahanan udara Patriot ke Ukraina akan menimbulkan &quot;konsekuensi serius&quot; bagi hubungan Rusia-Jepang, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada Rabu, (27/12/2023).

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Sistem Pertahanan Rudal Patriot Rusak Tapi Tak Hancur Usai Rentetan Serangan Rusia, AS Langsung Turun Tangan&amp;nbsp;

Hubungan antara Moskow dan Tokyo, yang sudah sulit, telah memburuk tajam sejak Rusia mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada Februari 2022. Jepang telah bergabung dengan sekutu Baratnya dalam menjatuhkan sanksi ekonomi besar-besaran terhadap Rusia.
Pekan lalu, Jepang mengatakan pihaknya akan mempersiapkan pengiriman rudal pertahanan udara Patriot ke Amerika Serikat (AS) setelah merevisi pedoman ekspor senjatanya, yang merupakan perombakan besar pertama yang dilakukan Tokyo terhadap pembatasan ekspor tersebut dalam sembilan tahun.
Meskipun kontrol ekspor baru Jepang masih mencegah pengiriman senjata ke negara-negara yang sedang berperang, hal ini secara tidak langsung dapat menguntungkan Ukraina dalam perangnya dengan Rusia karena memberikan Amerika Serikat kapasitas ekstra untuk memberikan bantuan militer ke Kyiv.

BACA JUGA:
Desas-desus Rudal Patriot AS, Rudal Mahal Rp47 Miliar yang Akan Menghibur Ukraina Namun Mengancam Rusia

&amp;ldquo;Pihak Jepang kehilangan kendali atas senjata yang kini bisa digunakan Washington untuk melakukan apa pun yang diinginkannya,&amp;rdquo; kata Zakharova dalam pengarahan mingguan sebagaimana dilansir Reuters. &amp;ldquo;Tidak dapat dipungkiri bahwa berdasarkan skema yang telah diuji, rudal Patriot akan mendarat di Ukraina.&amp;rdquo;
Skenario seperti itu akan &amp;ldquo;ditafsirkan sebagai tindakan permusuhan terhadap Rusia dan akan menimbulkan konsekuensi besar bagi Jepang dalam konteks hubungan bilateral&amp;rdquo;, katanya.
Awal bulan ini, Jepang dan Korea Selatan mengerahkan jet untuk memantau penerbangan gabungan pesawat pengebom dan pesawat tempur Tiongkok dan Rusia di dekat wilayah mereka.

BACA JUGA:
Kemenangan Telak untuk Ukraina, AS Resmi Pasok Sistem Rudal Patriot untuk Perang Lawan Rusia

Rusia dan Jepang belum mencapai perjanjian yang secara resmi mengakhiri permusuhan pada Perang Dunia Kedua karena sengketa wilayah lama yang melibatkan rangkaian pulau-pulau Pasifik yang di Jepang dikenal sebagai Wilayah Utara dan di Rusia sebagai Kuril Selatan.
Bahkan sebelum konflik Ukraina, Tokyo telah mengeluhkan peningkatan penempatan militer Rusia di pulau-pulau tersebut, yang direbut Uni Soviet dari Jepang pada akhir Perang Dunia Kedua.</content:encoded></item></channel></rss>
