<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Seorang Wanita Palestina Lahirkan 4 Bayi Kembar Prematur di Pengungsian, 1 Kritis di Rumah Sakit</title><description>Ada 50.000 wanita hamil saat ini tinggal di pusat pengungsian tanpa makanan atau layanan kesehatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/28/18/2946102/seorang-wanita-palestina-lahirkan-4-bayi-kembar-prematur-di-pengungsian-1-kritis-di-rumah-sakit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/28/18/2946102/seorang-wanita-palestina-lahirkan-4-bayi-kembar-prematur-di-pengungsian-1-kritis-di-rumah-sakit"/><item><title>Seorang Wanita Palestina Lahirkan 4 Bayi Kembar Prematur di Pengungsian, 1 Kritis di Rumah Sakit</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/28/18/2946102/seorang-wanita-palestina-lahirkan-4-bayi-kembar-prematur-di-pengungsian-1-kritis-di-rumah-sakit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/28/18/2946102/seorang-wanita-palestina-lahirkan-4-bayi-kembar-prematur-di-pengungsian-1-kritis-di-rumah-sakit</guid><pubDate>Kamis 28 Desember 2023 11:52 WIB</pubDate><dc:creator>Maruf El Rumi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/28/18/2946102/seorang-wanita-palestina-lahirkan-4-bayi-kembar-prematur-di-pengungsian-1-kritis-di-rumah-sakit-zBaHHGOxG1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Iman Al-Masary menatap tiga anaknya yang lahir prematur di kamp pengungsian. (Foto: Anadolu Agency)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/28/18/2946102/seorang-wanita-palestina-lahirkan-4-bayi-kembar-prematur-di-pengungsian-1-kritis-di-rumah-sakit-zBaHHGOxG1.jpg</image><title>Iman Al-Masary menatap tiga anaknya yang lahir prematur di kamp pengungsian. (Foto: Anadolu Agency)</title></images><description>GAZA - Seorang wanita Palestina Iman Al-Masry melahirkan empat bayi kembar secara prematur saat berada di kamp pengungsian Gaza. Satu anak masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit karena kondisinya sedabg kritis.
Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza menyebutkan, saat ini, ada 50 ribu wanita hamil tinggal di pusat pengungsian tanpa makanan atau layanan kesehatan. Dari jumlah tersebut sekitar 180 ibu hamil lainnya melahirkan setiap hari dalam kondisi yang tidak aman dan tidak manusiawi.
Seperti yang dialami Iman Al-Masry. Dia terpaksa melahirkan dengan cara menjalani operasi caesar darurat pada usia kandungan delapan bulan. Tiga dari empat bayi tersebut bisa kembali bersamanya ke tempat penampungan, tetapi satu bayi harus berada di unit neonatal untuk perawatan.

BACA JUGA:
Trauma Berat, Tentara Israel Tembaki Teman Sendiri Setelah Alami Mimpi Buruk Perang Gaza


Iman melahirkan lebih awal dari jadwal karena stres yang meningkat selama berada di kamp pengungsian. Dia dipaksa meninggalkan rumahnya akibat aktivitas pemboman Israel yang tiada henti, demikian dilaporkan middleeastmonitor.
Bersama dengan ibu yang telah melahirkan atau sedang hami, Iman berada dalam  kesulitan mendapatkan makanan dan air yang cukup. Mereka dia berada dalam  kesulitan mendapatkan makanan dan air yang cukup, sehingga membahayakan kesehatan bayinya yang belum lahir.Pada tanggal 17 Desember, Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa &amp;ldquo;ribuan wanita hamil dan menyusui di Gaza menghadapi risiko kematian.&amp;rdquo;
PBB juga memperingatkan &amp;ldquo;kekurangan pangan yang parah di Gaza membuat wanita hamil dan menyusui terkena risiko anemia. preeklamsia, pendarahan, dan bahkan kematian.&amp;rdquo;

BACA JUGA:
Video Tunjukkan Tentara Israel Menahan Sekelompok Pria Nyaris Bugil di Stadion Gaza


Ribuan Anak dan Wanita Meninggal
Selama invasi berlangsung, Israel telah membunuh 8.800 anak-anak dan 6.300 wanita sejak 7 Oktober. Dikutip dari, Anadolu Agency melaporkan bahwa &amp;ldquo;jumlah warga Palestina terbunuh yang dibawa ke rumah sakit di Jalur Gaza sejak awal perang telah mencapai 21.110 orang.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Selama 82 hari perang genosida yang komprehensif, tentara Israel melakukan 1.779 pembantaian, mengakibatkan 28.110 orang menjadi martir dan orang hilang,&amp;rdquo; tambahnya.</description><content:encoded>GAZA - Seorang wanita Palestina Iman Al-Masry melahirkan empat bayi kembar secara prematur saat berada di kamp pengungsian Gaza. Satu anak masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit karena kondisinya sedabg kritis.
Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza menyebutkan, saat ini, ada 50 ribu wanita hamil tinggal di pusat pengungsian tanpa makanan atau layanan kesehatan. Dari jumlah tersebut sekitar 180 ibu hamil lainnya melahirkan setiap hari dalam kondisi yang tidak aman dan tidak manusiawi.
Seperti yang dialami Iman Al-Masry. Dia terpaksa melahirkan dengan cara menjalani operasi caesar darurat pada usia kandungan delapan bulan. Tiga dari empat bayi tersebut bisa kembali bersamanya ke tempat penampungan, tetapi satu bayi harus berada di unit neonatal untuk perawatan.

BACA JUGA:
Trauma Berat, Tentara Israel Tembaki Teman Sendiri Setelah Alami Mimpi Buruk Perang Gaza


Iman melahirkan lebih awal dari jadwal karena stres yang meningkat selama berada di kamp pengungsian. Dia dipaksa meninggalkan rumahnya akibat aktivitas pemboman Israel yang tiada henti, demikian dilaporkan middleeastmonitor.
Bersama dengan ibu yang telah melahirkan atau sedang hami, Iman berada dalam  kesulitan mendapatkan makanan dan air yang cukup. Mereka dia berada dalam  kesulitan mendapatkan makanan dan air yang cukup, sehingga membahayakan kesehatan bayinya yang belum lahir.Pada tanggal 17 Desember, Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa &amp;ldquo;ribuan wanita hamil dan menyusui di Gaza menghadapi risiko kematian.&amp;rdquo;
PBB juga memperingatkan &amp;ldquo;kekurangan pangan yang parah di Gaza membuat wanita hamil dan menyusui terkena risiko anemia. preeklamsia, pendarahan, dan bahkan kematian.&amp;rdquo;

BACA JUGA:
Video Tunjukkan Tentara Israel Menahan Sekelompok Pria Nyaris Bugil di Stadion Gaza


Ribuan Anak dan Wanita Meninggal
Selama invasi berlangsung, Israel telah membunuh 8.800 anak-anak dan 6.300 wanita sejak 7 Oktober. Dikutip dari, Anadolu Agency melaporkan bahwa &amp;ldquo;jumlah warga Palestina terbunuh yang dibawa ke rumah sakit di Jalur Gaza sejak awal perang telah mencapai 21.110 orang.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Selama 82 hari perang genosida yang komprehensif, tentara Israel melakukan 1.779 pembantaian, mengakibatkan 28.110 orang menjadi martir dan orang hilang,&amp;rdquo; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
