<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Haedar Nashir: Jangan Sampai Debat Capres-Cawapres seperti Cerdas Cermat</title><description>Haedar Nashir: Jangan Sampai Debat Capres-Cawapres seperti Cerdas Cermat
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/28/337/2946407/haedar-nashir-jangan-sampai-debat-capres-cawapres-seperti-cerdas-cermat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/28/337/2946407/haedar-nashir-jangan-sampai-debat-capres-cawapres-seperti-cerdas-cermat"/><item><title>Haedar Nashir: Jangan Sampai Debat Capres-Cawapres seperti Cerdas Cermat</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/28/337/2946407/haedar-nashir-jangan-sampai-debat-capres-cawapres-seperti-cerdas-cermat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/28/337/2946407/haedar-nashir-jangan-sampai-debat-capres-cawapres-seperti-cerdas-cermat</guid><pubDate>Kamis 28 Desember 2023 20:30 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/28/337/2946407/haedar-nashir-jangan-sampai-debat-capres-cawapres-seperti-cerdas-cermat-EktirDIyEI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyebut jangan sampai debat capres-cawapres menjadi ajang cerdas cermat. (MPI/Raka Dwi Novianto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/28/337/2946407/haedar-nashir-jangan-sampai-debat-capres-cawapres-seperti-cerdas-cermat-EktirDIyEI.jpg</image><title>Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyebut jangan sampai debat capres-cawapres menjadi ajang cerdas cermat. (MPI/Raka Dwi Novianto)</title></images><description>




JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, meminta agar debat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) tidak dijadikan seperti ajang cerdas cermat.

&quot;Jangan sampai debat capres-cawapres itu seperti dulu di zaman SD itu cerdas cermat. Kalau jadi cerdas cermat kan betapa dangkalnya kita,&quot; kata Haedar di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (28/12/2023).






BACA JUGA:
Muhammadiyah : Debat Capres Jangan Jadi Ajang Pendangkalan Politik














Menurut Haedar, jika semua pasangan capres-cawapres hanya berpikir mementingkan debat seperti cerdas semata, nilai-nilai dan karakter pemimpin bangsa disebut tak terpenuhi.






BACA JUGA:
Muhammadiyah Minta Bawaslu Usut Temuan PPATK Terkait Dana Kampanye Ilegal












&quot;Karena mereka nanti pastikan satu di antara tiga pasangan ini memimpin negara ini. Kalau yang ada di pikiran mereka memenangkan penghargaan debat itu lewat cerdas cermat itu betapa jauhnya dari sejarah karakter, dasar nilai dan prinsip-prinsip kita,&quot; kata Haedar.

Masyarakat, kata Haedar, ingin capres-cawapres memperdebatkan hal-hal yang fundamental. Karena nantinya yang memenangkan pemilu akan memimpin Indonesia dan menanggung ratusan juta warga.








BACA JUGA:
Pesan Muhammadiyah untuk KPU dan Bawaslu: Jangan Masuk Angin!
















&quot;Padahal kita ingin perdebatan-perdebatan yang fundamental. Karena apa? Baik yang jadi presiden maupun wapres siapapun pemenangnya mereka kan selain jadi kepala eksekutif, menjadi kepala negara yang harus berdiri tegak di atas seluruh prinsip-prinsip kemanusiaan yang mengatasi semuanya, melampaui semuanya,&quot; ucapnya.



</description><content:encoded>




JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, meminta agar debat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) tidak dijadikan seperti ajang cerdas cermat.

&quot;Jangan sampai debat capres-cawapres itu seperti dulu di zaman SD itu cerdas cermat. Kalau jadi cerdas cermat kan betapa dangkalnya kita,&quot; kata Haedar di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (28/12/2023).






BACA JUGA:
Muhammadiyah : Debat Capres Jangan Jadi Ajang Pendangkalan Politik














Menurut Haedar, jika semua pasangan capres-cawapres hanya berpikir mementingkan debat seperti cerdas semata, nilai-nilai dan karakter pemimpin bangsa disebut tak terpenuhi.






BACA JUGA:
Muhammadiyah Minta Bawaslu Usut Temuan PPATK Terkait Dana Kampanye Ilegal












&quot;Karena mereka nanti pastikan satu di antara tiga pasangan ini memimpin negara ini. Kalau yang ada di pikiran mereka memenangkan penghargaan debat itu lewat cerdas cermat itu betapa jauhnya dari sejarah karakter, dasar nilai dan prinsip-prinsip kita,&quot; kata Haedar.

Masyarakat, kata Haedar, ingin capres-cawapres memperdebatkan hal-hal yang fundamental. Karena nantinya yang memenangkan pemilu akan memimpin Indonesia dan menanggung ratusan juta warga.








BACA JUGA:
Pesan Muhammadiyah untuk KPU dan Bawaslu: Jangan Masuk Angin!
















&quot;Padahal kita ingin perdebatan-perdebatan yang fundamental. Karena apa? Baik yang jadi presiden maupun wapres siapapun pemenangnya mereka kan selain jadi kepala eksekutif, menjadi kepala negara yang harus berdiri tegak di atas seluruh prinsip-prinsip kemanusiaan yang mengatasi semuanya, melampaui semuanya,&quot; ucapnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
