<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Akronim, Sandiaga Uno: Jangan karena Kontestasi Demokrasi Kita Tidak Melafadzkan Aamiin</title><description>Dalam sejumlah narasi yang beredar, AMIN yang merupakan akronim dari Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar itu diperdebatkan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/29/337/2946785/soal-akronim-sandiaga-uno-jangan-karena-kontestasi-demokrasi-kita-tidak-melafadzkan-aamiin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/29/337/2946785/soal-akronim-sandiaga-uno-jangan-karena-kontestasi-demokrasi-kita-tidak-melafadzkan-aamiin"/><item><title>Soal Akronim, Sandiaga Uno: Jangan karena Kontestasi Demokrasi Kita Tidak Melafadzkan Aamiin</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/29/337/2946785/soal-akronim-sandiaga-uno-jangan-karena-kontestasi-demokrasi-kita-tidak-melafadzkan-aamiin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/29/337/2946785/soal-akronim-sandiaga-uno-jangan-karena-kontestasi-demokrasi-kita-tidak-melafadzkan-aamiin</guid><pubDate>Jum'at 29 Desember 2023 15:19 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/29/337/2946785/soal-akronim-sandiaga-uno-jangan-karena-kontestasi-demokrasi-kita-tidak-melafadzkan-aamiin-CC9L0w0Tz7.JPG" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/29/337/2946785/soal-akronim-sandiaga-uno-jangan-karena-kontestasi-demokrasi-kita-tidak-melafadzkan-aamiin-CC9L0w0Tz7.JPG</image><title></title></images><description>BOGOR - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sandiaga Salahuddin Uno angkat bicara soal akronim AMIN yang viral di media sosial.

Dalam sejumlah narasi yang beredar, AMIN yang merupakan akronim dari Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar itu diperdebatkan.

Bahkan, karena adanya akronim AMIN, banyak umat muslim dan nasrani tidak menyertakan kata Aamiin dalam ibadahnya.

Terkait hal tersebut Sandiaga Uno mengingatkan agar masyarakat tidak terpenjara dengan adanya akronim itu.

Kata Aamiin dimintanya agar tetap dilafadzkan sebagai bentuk pengharapan atas doa yang disampaikan kepada Tuhan yang Maha Esa.

&quot;Kalau kita memang sehari-hari melafadzkan Aamiin untuk doa yang disampaikan oleh saudara-saudara kita ya harus kita lakukan,&quot; ungkap Sandiaga Uno usai memberikan pelatihan dan bantuan permodalan kepada para UMKM Kota Bogor di D&amp;rsquo; Colonel Resto, Achmad Adnawijaya, Tegal Gundil, Bogor Utara, Kota Bogor pada Jumat (29/12/2023).

&quot;Jangan karena kontestasi demokrasi terus kita tidak melafadzkan Aamiin-aamiin ya robbal alamin,&quot; tambahnya.


BACA JUGA:
Yenny Wahid dan Sandiaga Uno Bahas Politik Indonesia di Masa Depan


Meski demikian, Sandiaga Uno mengingatkan lafadz Aamiin yang dimaksud terdiri dari enam huruf yang berarti 'Kabulkanlah doa kami' dalam bahasa Indonesia.

&quot;Tentunya Aamiin kita itu adalah A-A-M-I-I-N, Aamiin ya robbal alamin. Aamiin Allahumma Aamiin itu harus disampaikan, karena ini yang menjadi kebiasaan kita,&quot; imbuhnya.

Dirinya pun kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak terpenjara dengan maupun terpecah hanya karena kontestasi demokrasi.
Dewan Pakar Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud itu pun meminta agar masyarakat, khususnya kader PPP untuk tetap menjaga persatuan untuk mempercepat pembangunan menuju Indonesia Emas.



&quot;Saya ingin mengajarkan jangan setiap ada kontensasi demokrasi, terus ada akronim-akronim yang akhirnya kita terpenjara karena kita khawatir ini berbeda pilihan atau pandangan politik, jangan,&quot; ungkap Sandiaga Uno.



&quot;Kita justru, namanya kan PPP, Partai Persatuan Pembangunan, jadi kita harus menjadi partai yang meningkatkan ukhuwah kita, persatuan dalam mencapai pembangunan menuju Indonesia Indonesia yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>BOGOR - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sandiaga Salahuddin Uno angkat bicara soal akronim AMIN yang viral di media sosial.

Dalam sejumlah narasi yang beredar, AMIN yang merupakan akronim dari Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar itu diperdebatkan.

Bahkan, karena adanya akronim AMIN, banyak umat muslim dan nasrani tidak menyertakan kata Aamiin dalam ibadahnya.

Terkait hal tersebut Sandiaga Uno mengingatkan agar masyarakat tidak terpenjara dengan adanya akronim itu.

Kata Aamiin dimintanya agar tetap dilafadzkan sebagai bentuk pengharapan atas doa yang disampaikan kepada Tuhan yang Maha Esa.

&quot;Kalau kita memang sehari-hari melafadzkan Aamiin untuk doa yang disampaikan oleh saudara-saudara kita ya harus kita lakukan,&quot; ungkap Sandiaga Uno usai memberikan pelatihan dan bantuan permodalan kepada para UMKM Kota Bogor di D&amp;rsquo; Colonel Resto, Achmad Adnawijaya, Tegal Gundil, Bogor Utara, Kota Bogor pada Jumat (29/12/2023).

&quot;Jangan karena kontestasi demokrasi terus kita tidak melafadzkan Aamiin-aamiin ya robbal alamin,&quot; tambahnya.


BACA JUGA:
Yenny Wahid dan Sandiaga Uno Bahas Politik Indonesia di Masa Depan


Meski demikian, Sandiaga Uno mengingatkan lafadz Aamiin yang dimaksud terdiri dari enam huruf yang berarti 'Kabulkanlah doa kami' dalam bahasa Indonesia.

&quot;Tentunya Aamiin kita itu adalah A-A-M-I-I-N, Aamiin ya robbal alamin. Aamiin Allahumma Aamiin itu harus disampaikan, karena ini yang menjadi kebiasaan kita,&quot; imbuhnya.

Dirinya pun kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak terpenjara dengan maupun terpecah hanya karena kontestasi demokrasi.
Dewan Pakar Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud itu pun meminta agar masyarakat, khususnya kader PPP untuk tetap menjaga persatuan untuk mempercepat pembangunan menuju Indonesia Emas.



&quot;Saya ingin mengajarkan jangan setiap ada kontensasi demokrasi, terus ada akronim-akronim yang akhirnya kita terpenjara karena kita khawatir ini berbeda pilihan atau pandangan politik, jangan,&quot; ungkap Sandiaga Uno.



&quot;Kita justru, namanya kan PPP, Partai Persatuan Pembangunan, jadi kita harus menjadi partai yang meningkatkan ukhuwah kita, persatuan dalam mencapai pembangunan menuju Indonesia Indonesia yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
