<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dua Relawan Ganjar-Mahfud Korban Penganiayaan Oknum TNI Jalani Rawat Inap</title><description>Slamet diketahui merupakan anak yatim piatu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/31/512/2947557/dua-relawan-ganjar-mahfud-korban-penganiayaan-oknum-tni-jalani-rawat-inap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/31/512/2947557/dua-relawan-ganjar-mahfud-korban-penganiayaan-oknum-tni-jalani-rawat-inap"/><item><title>Dua Relawan Ganjar-Mahfud Korban Penganiayaan Oknum TNI Jalani Rawat Inap</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/31/512/2947557/dua-relawan-ganjar-mahfud-korban-penganiayaan-oknum-tni-jalani-rawat-inap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/31/512/2947557/dua-relawan-ganjar-mahfud-korban-penganiayaan-oknum-tni-jalani-rawat-inap</guid><pubDate>Minggu 31 Desember 2023 13:52 WIB</pubDate><dc:creator>Romensy August</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/31/512/2947557/dua-relawan-ganjar-mahfud-korban-penganiayaan-oknum-tni-jalani-rawat-inap-opKwCQqpMt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/31/512/2947557/dua-relawan-ganjar-mahfud-korban-penganiayaan-oknum-tni-jalani-rawat-inap-opKwCQqpMt.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8zMC8xLzE3NTY0Ni81L3g4cjB0MXg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SOLO - Dua pendukung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD korban tindak penganiayaan oknum prajurit TNI di depan Markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh, Sabtu 30 Desember 2023,  Slamet Andono dan Arif Diva masih menjalani rawat inap.
Slamet diketahui merupakan anak yatim piatu.
Hal tersebut diketahui berdasarkan penuturan perwakilan keluarga korban, Dwiratno dan ketua DPC PDIP Boyolali, Susetya Kusuma Dwi Hartanta, Minggu (31/12).
Dwiratno saat diwawancarai di depan markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh, mengatakan dua korban yang menjalani rawat inap mengalami luka berat di sekujur tubuh. Khusus untuk Slamet statusnya adalah anak yatim piatu.

BACA JUGA:
Pasukan Elite Raider Juga Aniaya Warga Sipil dan Diseret ke Markas TNI, Ini Kronologinya

&quot;Semua bagian kepala sampai kaki. Ya kalau sadar tapi mau lihat aja susah. Kasihan itu (Slamet) anak yatim piatu itu tidak punya ayah tidak punya ibu,&quot; terangnya.

BACA JUGA:
Reaksi Tegas Ganjar Usai 7 Relawan Jadi Korban Penganiayaan Pasukan Elite Raider TNI

Ketua DPC PDIP Boyolali Susetya membenarkan bahwa Slamet yang merupakan relawan Ganjar-Mahfud adalah anak yatim piatu.
&quot;Ini sungguh mengenaskan,&quot; ujarnya.


Dwi pun prihatin dengan tindakan yang dilakukan oleh oknum TNI. Pasalnya sebagai aparat keamanan seharusnya menjadi tameng bagi masyarakat jika ada yang membahayakan negeri ini.

&quot;Yang dimusuhi adalah rakyat. Apalagi masih muda yang masih punya kesempatan banyak. Apalagi yang kami pikirkan keluar dari rumah sakit cacat,&quot; tutupnya.

Sekadar informasi, kedua korban berasal dari desa yang sama yakni Kadipiro Genting Cepogo Boyolali.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8zMC8xLzE3NTY0Ni81L3g4cjB0MXg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SOLO - Dua pendukung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD korban tindak penganiayaan oknum prajurit TNI di depan Markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh, Sabtu 30 Desember 2023,  Slamet Andono dan Arif Diva masih menjalani rawat inap.
Slamet diketahui merupakan anak yatim piatu.
Hal tersebut diketahui berdasarkan penuturan perwakilan keluarga korban, Dwiratno dan ketua DPC PDIP Boyolali, Susetya Kusuma Dwi Hartanta, Minggu (31/12).
Dwiratno saat diwawancarai di depan markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh, mengatakan dua korban yang menjalani rawat inap mengalami luka berat di sekujur tubuh. Khusus untuk Slamet statusnya adalah anak yatim piatu.

BACA JUGA:
Pasukan Elite Raider Juga Aniaya Warga Sipil dan Diseret ke Markas TNI, Ini Kronologinya

&quot;Semua bagian kepala sampai kaki. Ya kalau sadar tapi mau lihat aja susah. Kasihan itu (Slamet) anak yatim piatu itu tidak punya ayah tidak punya ibu,&quot; terangnya.

BACA JUGA:
Reaksi Tegas Ganjar Usai 7 Relawan Jadi Korban Penganiayaan Pasukan Elite Raider TNI

Ketua DPC PDIP Boyolali Susetya membenarkan bahwa Slamet yang merupakan relawan Ganjar-Mahfud adalah anak yatim piatu.
&quot;Ini sungguh mengenaskan,&quot; ujarnya.


Dwi pun prihatin dengan tindakan yang dilakukan oleh oknum TNI. Pasalnya sebagai aparat keamanan seharusnya menjadi tameng bagi masyarakat jika ada yang membahayakan negeri ini.

&quot;Yang dimusuhi adalah rakyat. Apalagi masih muda yang masih punya kesempatan banyak. Apalagi yang kami pikirkan keluar dari rumah sakit cacat,&quot; tutupnya.

Sekadar informasi, kedua korban berasal dari desa yang sama yakni Kadipiro Genting Cepogo Boyolali.

</content:encoded></item></channel></rss>
