<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jenguk Relawan Korban Pengeroyokan Oknum TNI, Ganjar Ungkap Kondisinya</title><description>Ganjar mengungkapkan bahwa total ada tujuh orang korban</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/31/512/2947716/jenguk-relawan-korban-pengeroyokan-oknum-tni-ganjar-ungkap-kondisinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/31/512/2947716/jenguk-relawan-korban-pengeroyokan-oknum-tni-ganjar-ungkap-kondisinya"/><item><title>Jenguk Relawan Korban Pengeroyokan Oknum TNI, Ganjar Ungkap Kondisinya</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/31/512/2947716/jenguk-relawan-korban-pengeroyokan-oknum-tni-ganjar-ungkap-kondisinya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/31/512/2947716/jenguk-relawan-korban-pengeroyokan-oknum-tni-ganjar-ungkap-kondisinya</guid><pubDate>Minggu 31 Desember 2023 22:41 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/31/512/2947716/jenguk-relawan-korban-pengeroyokan-oknum-tni-ganjar-ungkap-kondisinya-LEEiWiFXNP.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo jenguk relawan korban pengeroyokan anggota TNI. (Foto: Riyan Rizky)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/31/512/2947716/jenguk-relawan-korban-pengeroyokan-oknum-tni-ganjar-ungkap-kondisinya-LEEiWiFXNP.jpeg</image><title>Ganjar Pranowo jenguk relawan korban pengeroyokan anggota TNI. (Foto: Riyan Rizky)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8zMS8xLzE3NTY2NS81L3g4cjFsY3Q=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BOYOLALI - Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo menjenguk relawan yang menjadi korban pengeroyokan oleh oknum TNI di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan Arang Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (31/12/2023) malam.



Ganjar mengungkapkan bahwa total ada tujuh orang korban, di mana dua di antaranya masih menjalani pengobatan di rumah sakit.


BACA JUGA:


Ganjar Pastikan Biaya Pengobatan Relawan Korban Pengeroyokan Oknum TNI Ditanggung&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Iya dari 7 anak, ada 2 yang sekarang masih dirawat (di rumah sakit). Satu tadi, saya tidak sempat ngomong karena masih tidur,&amp;rdquo; kata Ganjar kepada wartawan.



Ganjar menyebutkan bahwa kondisi dari para korban mulai berangsur membaik. Hal itu diketahuinya usai berbincang dengan salah seorang korban dan tim dokter yang menangani.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ditemani Siti Atikoh, Ganjar Jenguk Relawan yang Dikeroyok Oknum TNI



&quot;Yang satu sudah bisa diajak bicara. Hasil pemeriksaan dokter bagus, tidak ada geger otak. Tulangnya bagus. Terus kemudian otaknya juga bagus hanya memar-memar saja. Satu patah gigi dan sebagai. Itu kondisinya,&quot; ucapnya.



Sebagai informasi, viral di media sosial, lima orang relawan Ganjar-Mahfud dianiaya oleh oknum TNI di Boyolali, Jawa Tengah. Total jumlah korban yakni empat orang luka-luka dan satu orang meninggal dunia setelah dianiaya di dekat pos penjagaan TNI dalam wilayah Kodam IV Diponegoro.Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Nugraha Gumilar menyampaikan, oknum-oknum TNI yang terlibat saat ini tengah diperiksa di Detasemen Polisi Militer (Denpom) Surakarta. Ihwal kronologi dan motif dugaan penganiayaan tersebut, masih dalam penyelidikan.







&quot;Iya benar. Oknum tersebut saat ini dalam proses pemeriksaan Denpom Surakarta. Kronologi kejadian masih dalan penyelidikan,&quot; ujar Nugraha kepada MPI melalui pesan singkat, Sabtu (30/12/2023).</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8zMS8xLzE3NTY2NS81L3g4cjFsY3Q=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BOYOLALI - Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo menjenguk relawan yang menjadi korban pengeroyokan oleh oknum TNI di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan Arang Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (31/12/2023) malam.



Ganjar mengungkapkan bahwa total ada tujuh orang korban, di mana dua di antaranya masih menjalani pengobatan di rumah sakit.


BACA JUGA:


Ganjar Pastikan Biaya Pengobatan Relawan Korban Pengeroyokan Oknum TNI Ditanggung&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Iya dari 7 anak, ada 2 yang sekarang masih dirawat (di rumah sakit). Satu tadi, saya tidak sempat ngomong karena masih tidur,&amp;rdquo; kata Ganjar kepada wartawan.



Ganjar menyebutkan bahwa kondisi dari para korban mulai berangsur membaik. Hal itu diketahuinya usai berbincang dengan salah seorang korban dan tim dokter yang menangani.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ditemani Siti Atikoh, Ganjar Jenguk Relawan yang Dikeroyok Oknum TNI



&quot;Yang satu sudah bisa diajak bicara. Hasil pemeriksaan dokter bagus, tidak ada geger otak. Tulangnya bagus. Terus kemudian otaknya juga bagus hanya memar-memar saja. Satu patah gigi dan sebagai. Itu kondisinya,&quot; ucapnya.



Sebagai informasi, viral di media sosial, lima orang relawan Ganjar-Mahfud dianiaya oleh oknum TNI di Boyolali, Jawa Tengah. Total jumlah korban yakni empat orang luka-luka dan satu orang meninggal dunia setelah dianiaya di dekat pos penjagaan TNI dalam wilayah Kodam IV Diponegoro.Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Nugraha Gumilar menyampaikan, oknum-oknum TNI yang terlibat saat ini tengah diperiksa di Detasemen Polisi Militer (Denpom) Surakarta. Ihwal kronologi dan motif dugaan penganiayaan tersebut, masih dalam penyelidikan.







&quot;Iya benar. Oknum tersebut saat ini dalam proses pemeriksaan Denpom Surakarta. Kronologi kejadian masih dalan penyelidikan,&quot; ujar Nugraha kepada MPI melalui pesan singkat, Sabtu (30/12/2023).</content:encoded></item></channel></rss>
