<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Relawan Ganjar-Mahfud Dianiaya Oknum TNI, TPN Ajak Semua Pihak Menahan Diri</title><description>TPN Ganjar-Mahfud pun menyesalkan tindakan kekerasan yang dilakukan oknum prajurit TNI itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/01/337/2948064/relawan-ganjar-mahfud-dianiaya-oknum-tni-tpn-ajak-semua-pihak-menahan-diri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/01/337/2948064/relawan-ganjar-mahfud-dianiaya-oknum-tni-tpn-ajak-semua-pihak-menahan-diri"/><item><title>Relawan Ganjar-Mahfud Dianiaya Oknum TNI, TPN Ajak Semua Pihak Menahan Diri</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/01/337/2948064/relawan-ganjar-mahfud-dianiaya-oknum-tni-tpn-ajak-semua-pihak-menahan-diri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/01/337/2948064/relawan-ganjar-mahfud-dianiaya-oknum-tni-tpn-ajak-semua-pihak-menahan-diri</guid><pubDate>Senin 01 Januari 2024 20:36 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/01/337/2948064/relawan-ganjar-mahfud-dianiaya-oknum-tni-tpn-ajak-semua-pihak-menahan-diri-PgSAEep6OF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Oknum TNI keroyok relawan pendukung Ganjar-Mahfud (Foto: tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/01/337/2948064/relawan-ganjar-mahfud-dianiaya-oknum-tni-tpn-ajak-semua-pihak-menahan-diri-PgSAEep6OF.jpg</image><title>Oknum TNI keroyok relawan pendukung Ganjar-Mahfud (Foto: tangkapan layar)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wMS8xLzE3NTY5My81L3g4cjI3bzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Aksi kekerasan oknum aparat TNI dari terhadap relawan Ganjar-Mahfud terjadi di Boyolali, Jateng, pada Sabtu 30 Desember 2023.
TPN Ganjar-Mahfud pun menyesalkan tindakan kekerasan yang dilakukan oknum prajurit TNI itu.
&amp;ldquo;Kami mendesak pimpinan TNI untuk mengusut tuntas  tindak kekerasan anggotanya terhadap warga sipil,&amp;rdquo; ujar Wakil Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Ammarsjah Purba, Senin (1/1/2024).
Dalam kampanye pilpres situasinya memang cenderung memanas, oleh karenanya semua pihak diharapkan bisa menahan diri, tidak mudah terpancing provokasi.

BACA JUGA:
MNC Media Jadi Penyelenggara Debat, Hary Tanoe Tegaskan Tak Ada Conflict of Interest

&amp;ldquo;Kita boleh menduga apa yang terjadi di Boyolali kemarin, ada juga faktor psikologis, bahwa baik pelaku maupun korban kekerasan, sama-sama masih berjiwa muda yang cenderung temperamental,&amp;rdquo; tambah Ammar.

BACA JUGA:
Dengan KTP Sakti, Ganjar Bakal Pastikan Penyaluran Bansos Tepat Sasaran

Ia menilai bahwa seharusnya aparat turut menjaga situasi kampanye Pilpres 2024 tetap kondusif.
&amp;ldquo;Sebagai aparat negara, idealnya bersikap netral, yakni menjaga situasi masa kampanye tetap kondusif dan aman, ini yang kita harapkan,&amp;rdquo; ujar Ammar.Ia pun meminta agar para relawan Ganjar-Mahfud tidak surut dalam berkampanye di tengah masyarakat. Selain itu, kejadian di Boyolali dijadikan sebagai pelajaran.

Menurutnya, dalam ajang kampanye kerap terjadi potensi gesekan antar elemen masyarakat. Sehingga diharapkan aparat di masing-masing wilayah mengantisipasi potensi terjadinya gesekan di masyarakat tersebut.

&amp;ldquo;Apa yang terjadi di Boyolali ibarat riak kecil dalam perjuangan, justru ini bisa dijadikan introspeksi diri, agar kita lebih hati-hati dan waspada dalam kegiatan di lapangan. TPN paham, para relawan umumnya masih berusia muda, dan memiliki semangat tinggi, bahkan cenderung fanatik terhadap capres-cawapres yang didukung. Untuk itu jangan mudah terpancing provokasi,&quot; kata dia.

&quot;Begitu juga sebaliknya, seandainya kita yang dianggap melakukan provokasi, seluruh relawan akan kena getahnya, dan tentu saja berdampak kurang baik bagi citra relawan,&amp;rdquo; tuturnya.





</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wMS8xLzE3NTY5My81L3g4cjI3bzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Aksi kekerasan oknum aparat TNI dari terhadap relawan Ganjar-Mahfud terjadi di Boyolali, Jateng, pada Sabtu 30 Desember 2023.
TPN Ganjar-Mahfud pun menyesalkan tindakan kekerasan yang dilakukan oknum prajurit TNI itu.
&amp;ldquo;Kami mendesak pimpinan TNI untuk mengusut tuntas  tindak kekerasan anggotanya terhadap warga sipil,&amp;rdquo; ujar Wakil Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Ammarsjah Purba, Senin (1/1/2024).
Dalam kampanye pilpres situasinya memang cenderung memanas, oleh karenanya semua pihak diharapkan bisa menahan diri, tidak mudah terpancing provokasi.

BACA JUGA:
MNC Media Jadi Penyelenggara Debat, Hary Tanoe Tegaskan Tak Ada Conflict of Interest

&amp;ldquo;Kita boleh menduga apa yang terjadi di Boyolali kemarin, ada juga faktor psikologis, bahwa baik pelaku maupun korban kekerasan, sama-sama masih berjiwa muda yang cenderung temperamental,&amp;rdquo; tambah Ammar.

BACA JUGA:
Dengan KTP Sakti, Ganjar Bakal Pastikan Penyaluran Bansos Tepat Sasaran

Ia menilai bahwa seharusnya aparat turut menjaga situasi kampanye Pilpres 2024 tetap kondusif.
&amp;ldquo;Sebagai aparat negara, idealnya bersikap netral, yakni menjaga situasi masa kampanye tetap kondusif dan aman, ini yang kita harapkan,&amp;rdquo; ujar Ammar.Ia pun meminta agar para relawan Ganjar-Mahfud tidak surut dalam berkampanye di tengah masyarakat. Selain itu, kejadian di Boyolali dijadikan sebagai pelajaran.

Menurutnya, dalam ajang kampanye kerap terjadi potensi gesekan antar elemen masyarakat. Sehingga diharapkan aparat di masing-masing wilayah mengantisipasi potensi terjadinya gesekan di masyarakat tersebut.

&amp;ldquo;Apa yang terjadi di Boyolali ibarat riak kecil dalam perjuangan, justru ini bisa dijadikan introspeksi diri, agar kita lebih hati-hati dan waspada dalam kegiatan di lapangan. TPN paham, para relawan umumnya masih berusia muda, dan memiliki semangat tinggi, bahkan cenderung fanatik terhadap capres-cawapres yang didukung. Untuk itu jangan mudah terpancing provokasi,&quot; kata dia.

&quot;Begitu juga sebaliknya, seandainya kita yang dianggap melakukan provokasi, seluruh relawan akan kena getahnya, dan tentu saja berdampak kurang baik bagi citra relawan,&amp;rdquo; tuturnya.





</content:encoded></item></channel></rss>
