<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usai Alami Koma, Pendukung Ganjar-Mahfud yang Jadi Korban Penganiayaan Meninggal Dunia</title><description>Pendukung Ganjar-Mahfud meninggal dunia usai mengalami koma.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/01/510/2947914/usai-alami-koma-pendukung-ganjar-mahfud-yang-jadi-korban-penganiayaan-meninggal-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/01/510/2947914/usai-alami-koma-pendukung-ganjar-mahfud-yang-jadi-korban-penganiayaan-meninggal-dunia"/><item><title>Usai Alami Koma, Pendukung Ganjar-Mahfud yang Jadi Korban Penganiayaan Meninggal Dunia</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/01/510/2947914/usai-alami-koma-pendukung-ganjar-mahfud-yang-jadi-korban-penganiayaan-meninggal-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/01/510/2947914/usai-alami-koma-pendukung-ganjar-mahfud-yang-jadi-korban-penganiayaan-meninggal-dunia</guid><pubDate>Senin 01 Januari 2024 13:55 WIB</pubDate><dc:creator>Galih Wisma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/01/510/2947914/usai-alami-koma-pendukung-ganjar-mahfud-yang-jadi-korban-penganiayaan-meninggal-dunia-Qyrsn4Afdp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengeroyokan pendukung Ganjar-Mahfud (Foto: tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/01/510/2947914/usai-alami-koma-pendukung-ganjar-mahfud-yang-jadi-korban-penganiayaan-meninggal-dunia-Qyrsn4Afdp.jpg</image><title>Pengeroyokan pendukung Ganjar-Mahfud (Foto: tangkapan layar)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wMS8xLzE3NTY4NS81L3g4cjIxeTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SLEMAN - Aksi kekerasan oleh pendukung pasangan capres dan cawapres telah memakan korban jiwa di Sleman, DIY. Pendukung Ganjar-Mahfud meninggal dunia usai mengalami koma.
Korban seorang pemuda 22 tahun asal Sleman, DIY, Muhandi Mawanto meninggal dunia setelah dianiyaya sejumlah oknum pendukung capres cawapres lainnya di Simpang Tiga Maguwoharjo, pada Minggu 24 Desember lalu.

BACA JUGA:
Hadiri Dies Natalis Ke-74 UGM, Ganjar Pranowo Minta Perguruan Tinggi Optimalkan Bonus Demografi

Bentrokan terjadi saat rombongan konvoi capres cawapres memasuki gang pemukiman warga di Dusun Kembang, Maguwoharjo, Sleman, DIY.
Sejumlah oknum pendukung capres cawapres tersebut diduga merusak beberapa atribut partai yang ada di dalam kampung hingga terjadi keributan.

BACA JUGA:
 Ganjar-Mahfud Komitmen Majukan Kaum Perempuan, Perindo: Wujudkan SDM Unggul dan Berkualitas

Dua orang pemuda di kampung tersebut terluka akibat dikeroyok massa. Satu korban mendapat luka-luka di beberapa tubuh dan mendapat jahitan di bagian kepala.
Sementara satu korban lagi meninggal dunia setelah koma dalam perawatan di rumah sakit selama empat hari.Muhandi Mawanto meninggalkan seorang istri dan satu anak.

Salah satu orangtua korban selamat, Dhian Anggraeni, yang pada saat kejadian melihat langsung aksi bentrok tersebut tak menyangka anaknya juga menjadi korban kekerasan hingga luka di beberapa bagian tubuh dan mendapat jahitan di bagian kepala.



Saat ini polisi telah menangkap dua pelaku pengroyokan. Satu di antaranya masih remaja di bawah umur.



Polisi juga masih memburu dua pelaku lain yang diduga ikut mengeroyok korban.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wMS8xLzE3NTY4NS81L3g4cjIxeTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SLEMAN - Aksi kekerasan oleh pendukung pasangan capres dan cawapres telah memakan korban jiwa di Sleman, DIY. Pendukung Ganjar-Mahfud meninggal dunia usai mengalami koma.
Korban seorang pemuda 22 tahun asal Sleman, DIY, Muhandi Mawanto meninggal dunia setelah dianiyaya sejumlah oknum pendukung capres cawapres lainnya di Simpang Tiga Maguwoharjo, pada Minggu 24 Desember lalu.

BACA JUGA:
Hadiri Dies Natalis Ke-74 UGM, Ganjar Pranowo Minta Perguruan Tinggi Optimalkan Bonus Demografi

Bentrokan terjadi saat rombongan konvoi capres cawapres memasuki gang pemukiman warga di Dusun Kembang, Maguwoharjo, Sleman, DIY.
Sejumlah oknum pendukung capres cawapres tersebut diduga merusak beberapa atribut partai yang ada di dalam kampung hingga terjadi keributan.

BACA JUGA:
 Ganjar-Mahfud Komitmen Majukan Kaum Perempuan, Perindo: Wujudkan SDM Unggul dan Berkualitas

Dua orang pemuda di kampung tersebut terluka akibat dikeroyok massa. Satu korban mendapat luka-luka di beberapa tubuh dan mendapat jahitan di bagian kepala.
Sementara satu korban lagi meninggal dunia setelah koma dalam perawatan di rumah sakit selama empat hari.Muhandi Mawanto meninggalkan seorang istri dan satu anak.

Salah satu orangtua korban selamat, Dhian Anggraeni, yang pada saat kejadian melihat langsung aksi bentrok tersebut tak menyangka anaknya juga menjadi korban kekerasan hingga luka di beberapa bagian tubuh dan mendapat jahitan di bagian kepala.



Saat ini polisi telah menangkap dua pelaku pengroyokan. Satu di antaranya masih remaja di bawah umur.



Polisi juga masih memburu dua pelaku lain yang diduga ikut mengeroyok korban.

</content:encoded></item></channel></rss>
