<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fenomena Pladu, Warga Bojonegoro Panen Jutaan Ikan Mabuk di Bengawan Solo   </title><description>Warga menyebut fenomena ini dengan istilah 'pladu' saat jutaan ikan mabuk dengan mudah ditangkap warga.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/03/519/2948799/fenomena-pladu-warga-bojonegoro-panen-jutaan-ikan-mabuk-di-bengawan-solo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/03/519/2948799/fenomena-pladu-warga-bojonegoro-panen-jutaan-ikan-mabuk-di-bengawan-solo"/><item><title>Fenomena Pladu, Warga Bojonegoro Panen Jutaan Ikan Mabuk di Bengawan Solo   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/03/519/2948799/fenomena-pladu-warga-bojonegoro-panen-jutaan-ikan-mabuk-di-bengawan-solo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/03/519/2948799/fenomena-pladu-warga-bojonegoro-panen-jutaan-ikan-mabuk-di-bengawan-solo</guid><pubDate>Rabu 03 Januari 2024 10:54 WIB</pubDate><dc:creator>Dedi Mahdi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/03/519/2948799/fenomena-pladu-warga-bojonegoro-panen-jutaan-ikan-mabuk-di-bengawan-solo-QJTvsmcahf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fenomena ikan mabuk di Sungai Bengawan Solo. (Foto: Dedi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/03/519/2948799/fenomena-pladu-warga-bojonegoro-panen-jutaan-ikan-mabuk-di-bengawan-solo-QJTvsmcahf.jpg</image><title>Fenomena ikan mabuk di Sungai Bengawan Solo. (Foto: Dedi)</title></images><description>BOJONEGORO - Warga Bojonegoro terutama yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo, ramai-ramai menangkap 'ikan mabuk' di sungai terpanjang di Pulau Jawa ini.

Keramaian warga yang berburu ikan ini seperti yang terlihat di bawah jembatan Sosrodilogo, penghubung Kecamatan Trucuk - Kota Bojonegoro.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Fenomena Langka, Tanaman Eceng Gondok Penuhi Sungai Bengawan Solo Sepanjang 5 Kilometer

Warga menyebut fenomena ini dengan istilah 'pladu' saat jutaan ikan mabuk dengan mudah ditangkap warga, baik menggunakan jaring atau seser maupun tombak.

Suyanto (50) warga Kecamatan Trucuk Bojonegoro mengatakan, fenomena pladu ini berlangsung setiap tahun, saat debit air sungai bengawan solo meningkat tajam dan berwarna keruh saat awal musim penghujan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Sungai Bengawan Solo, Diduga Korban Bunuh Diri

&quot;Tiap tahun seperti ini (pladu),&quot; ungkapnya, saat menangkap ikan di bawah jembatan, Rabu (3/1/2024).

Ada beragam jenis ikan yang mabok dan bisa ditangkap warga dengan mudah, seperti ikan wader, tawes dan ikan jambal, dan berbagai jenis ikan air tawar lain.&quot;Yang paling banyak ini ikan wader,&quot; tambahnnya.



Keramaian warga yang berburu ikan juga terlihat di bawah jembatan kaliketek dan jembatan glendeng sungai Bengawan Solo Bojonegoro, sejak Rabu pagi. Fenomena alam ini biasannya berlangsung sehari, sebelum air Sungai Bengawan Solo kembali normal.</description><content:encoded>BOJONEGORO - Warga Bojonegoro terutama yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo, ramai-ramai menangkap 'ikan mabuk' di sungai terpanjang di Pulau Jawa ini.

Keramaian warga yang berburu ikan ini seperti yang terlihat di bawah jembatan Sosrodilogo, penghubung Kecamatan Trucuk - Kota Bojonegoro.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Fenomena Langka, Tanaman Eceng Gondok Penuhi Sungai Bengawan Solo Sepanjang 5 Kilometer

Warga menyebut fenomena ini dengan istilah 'pladu' saat jutaan ikan mabuk dengan mudah ditangkap warga, baik menggunakan jaring atau seser maupun tombak.

Suyanto (50) warga Kecamatan Trucuk Bojonegoro mengatakan, fenomena pladu ini berlangsung setiap tahun, saat debit air sungai bengawan solo meningkat tajam dan berwarna keruh saat awal musim penghujan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Sungai Bengawan Solo, Diduga Korban Bunuh Diri

&quot;Tiap tahun seperti ini (pladu),&quot; ungkapnya, saat menangkap ikan di bawah jembatan, Rabu (3/1/2024).

Ada beragam jenis ikan yang mabok dan bisa ditangkap warga dengan mudah, seperti ikan wader, tawes dan ikan jambal, dan berbagai jenis ikan air tawar lain.&quot;Yang paling banyak ini ikan wader,&quot; tambahnnya.



Keramaian warga yang berburu ikan juga terlihat di bawah jembatan kaliketek dan jembatan glendeng sungai Bengawan Solo Bojonegoro, sejak Rabu pagi. Fenomena alam ini biasannya berlangsung sehari, sebelum air Sungai Bengawan Solo kembali normal.</content:encoded></item></channel></rss>
