<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fenomena Alam, Warga Panen Jutaan Ikan Mabuk di Sungai Bengawan Solo</title><description>Fenomena alam jutaan ikan mabuk terjadi Sungai Bengawan Solo. Warga pun berduyun-duyun untuk menangkapnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/03/519/2949038/fenomena-alam-warga-panen-jutaan-ikan-mabuk-di-sungai-bengawan-solo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/03/519/2949038/fenomena-alam-warga-panen-jutaan-ikan-mabuk-di-sungai-bengawan-solo"/><item><title>Fenomena Alam, Warga Panen Jutaan Ikan Mabuk di Sungai Bengawan Solo</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/03/519/2949038/fenomena-alam-warga-panen-jutaan-ikan-mabuk-di-sungai-bengawan-solo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/03/519/2949038/fenomena-alam-warga-panen-jutaan-ikan-mabuk-di-sungai-bengawan-solo</guid><pubDate>Rabu 03 Januari 2024 17:01 WIB</pubDate><dc:creator>Dedi Mahdi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/03/519/2949038/fenomena-alam-warga-panen-jutaan-ikan-mabuk-di-sungai-bengawan-solo-kbCMsVqpse.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ikan mabuk di Sungai Bengawan Solo (Foto: Dedi Mahdi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/03/519/2949038/fenomena-alam-warga-panen-jutaan-ikan-mabuk-di-sungai-bengawan-solo-kbCMsVqpse.jpg</image><title>Ikan mabuk di Sungai Bengawan Solo (Foto: Dedi Mahdi)</title></images><description>BOJONEGORO - Fenomena alam jutaan ikan mabuk terjadi Sungai Bengawan Solo. Warga pun berduyun-duyun untuk menangkapnya.

Meningkatnya curah hujan dalam tiga hari terahir membuat debit air di Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur meningkat tajam. Kondisi tersebut membuat air berubah menjadi keruh.

BACA JUGA:
 Tulungagung dan Blitar Diamuk Angin Kencang, Wahana Asia Eropa Park Ambruk&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Akibatnya, jutaan ikan yang ada di sungai terpanjang di Pulau Jawa ini mabuk. Mengetahui fenomena alam tersebut, warga langsung ramai-ramai menangkapnya.

Warga di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo ramai-ramai menangkap ikan mabuk yang menepi di pinggir sungai, seperti yang terlihat di bawah Jembatan Sosrodilogo, Kecamatan Trucuk Bojonegoro ini.

BACA JUGA:
Podcast Aksi Nyata: Program KTP Sakti Disebut Sangat Dibutuhkan Masyarakat


Meski menggunakan tangan kosong maupun peralatan seadanya, seperti jaring, tombak, namun dengan mudah ikan bisa ditangkap.

Berbagai jenis ikan bisa didapat warga, seperti wader, keting, jambal serta berbagai jenis ikan air tawar yang lain. Setiap warga bisa menghasilkan hingga 5 kilogram ikan, bahkan jika beruntung bisa mendapatkan ikan berukuran besar.



Menurut Abidin, salah seorang warga, fenomena alam seperti ini rutin terjadi setiap tahunya. Kondisi tersebut berlangsung setelah debit air Sungai Bengawan solo meningkat tajam. Saat memasuki awal musim hujan setelah musim kemarau, sehingga air berubah menjadi keruh.

BACA JUGA:
Rapat TPN, Hary Tanoe Sambut Kedatangan Megawati dan Ganjar Pranowo




Keramaian warga yang menangkap ikan mabuk juga terlihat di bawah Jembatan Kaliketek dan Jembatan Glendeng. Menurut warga, fenomena ini berlangsung sehari sebelum air Sungai Bengawan Solo kembali normal.</description><content:encoded>BOJONEGORO - Fenomena alam jutaan ikan mabuk terjadi Sungai Bengawan Solo. Warga pun berduyun-duyun untuk menangkapnya.

Meningkatnya curah hujan dalam tiga hari terahir membuat debit air di Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur meningkat tajam. Kondisi tersebut membuat air berubah menjadi keruh.

BACA JUGA:
 Tulungagung dan Blitar Diamuk Angin Kencang, Wahana Asia Eropa Park Ambruk&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Akibatnya, jutaan ikan yang ada di sungai terpanjang di Pulau Jawa ini mabuk. Mengetahui fenomena alam tersebut, warga langsung ramai-ramai menangkapnya.

Warga di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo ramai-ramai menangkap ikan mabuk yang menepi di pinggir sungai, seperti yang terlihat di bawah Jembatan Sosrodilogo, Kecamatan Trucuk Bojonegoro ini.

BACA JUGA:
Podcast Aksi Nyata: Program KTP Sakti Disebut Sangat Dibutuhkan Masyarakat


Meski menggunakan tangan kosong maupun peralatan seadanya, seperti jaring, tombak, namun dengan mudah ikan bisa ditangkap.

Berbagai jenis ikan bisa didapat warga, seperti wader, keting, jambal serta berbagai jenis ikan air tawar yang lain. Setiap warga bisa menghasilkan hingga 5 kilogram ikan, bahkan jika beruntung bisa mendapatkan ikan berukuran besar.



Menurut Abidin, salah seorang warga, fenomena alam seperti ini rutin terjadi setiap tahunya. Kondisi tersebut berlangsung setelah debit air Sungai Bengawan solo meningkat tajam. Saat memasuki awal musim hujan setelah musim kemarau, sehingga air berubah menjadi keruh.

BACA JUGA:
Rapat TPN, Hary Tanoe Sambut Kedatangan Megawati dan Ganjar Pranowo




Keramaian warga yang menangkap ikan mabuk juga terlihat di bawah Jembatan Kaliketek dan Jembatan Glendeng. Menurut warga, fenomena ini berlangsung sehari sebelum air Sungai Bengawan Solo kembali normal.</content:encoded></item></channel></rss>
