<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gempa M5,9 Banten Berdampak di Sukabumi, 1 Rumah Warga Rusak   </title><description>Sebanyak 1 unit rumah rusak akibat terdampak gempa M5,9 dengan episentrum 77 kilometer barat daya Sukabumi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/03/525/2948807/gempa-m5-9-banten-berdampak-di-sukabumi-1-rumah-warga-rusak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/03/525/2948807/gempa-m5-9-banten-berdampak-di-sukabumi-1-rumah-warga-rusak"/><item><title>Gempa M5,9 Banten Berdampak di Sukabumi, 1 Rumah Warga Rusak   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/03/525/2948807/gempa-m5-9-banten-berdampak-di-sukabumi-1-rumah-warga-rusak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/03/525/2948807/gempa-m5-9-banten-berdampak-di-sukabumi-1-rumah-warga-rusak</guid><pubDate>Rabu 03 Januari 2024 11:19 WIB</pubDate><dc:creator>Dharmawan Hadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/03/525/2948807/gempa-m5-9-banten-berdampak-di-sukabumi-1-rumah-warga-rusak-2WMTr1G1hY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah warga Sukabumi rusak akibat gempa di Banten. (Foto: Dok Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/03/525/2948807/gempa-m5-9-banten-berdampak-di-sukabumi-1-rumah-warga-rusak-2WMTr1G1hY.jpg</image><title>Rumah warga Sukabumi rusak akibat gempa di Banten. (Foto: Dok Ist)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wMy8xLzE3NTczOS81L3g4cjN2Y2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SUKABUMI - Sebanyak 1 unit rumah rusak akibat terdampak gempa M5,9 dengan pusat gempa di Bayah, Banten. Selain itu sejumlah warga panik berhamburan keluar dari rumah karena merasakan guncangan gempa yang sangat besar.

Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis data gempa yang terjadi pada Rabu (3/1/2024) sekira pukul 07.53 WIB dengan kedalaman 63 kilometer tersebut, tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Guncangan gempa dirasakan warga di wilayah selatan Jawa Barat (Jabar) dan Banten.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gempa M5,9 Bayah Banten Terasa hingga Purwakarta, Warga: Seperti Truk Lewat&amp;nbsp;

Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Sandra Fitria Zulkarnain mengatakan 1 unit rumah di Kampung Tangkil RT 010/008, Desa Cicareuh, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, rusak terdampak dari gempa tersebut.

&quot;Satu unit rumah yang diisi oleh 1 kepala keluarga  mengalami rusak ringan, namun jumlah kerugian yang dialami keluarga korban masih dalah kajian petugas. Saat ini warga bergotong royong membersihkan puing bangunan yang ambruk,&quot; ujar Sandra kepada MNC Portal Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gempa Bayah Banten Bermagnitudo 5,9 Terasa hingga Bogor, Tak Berpotensi Tsunami

Sementara itu sejumlah warga di Perumahan Puri Cibeureum Permai, Kelurahan Cibeureumhilir, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, panik saat terjadi gempa. Warga yang sebagian besar sedang melakukan aktivitas pagi, berhamburan keluar rumah saat merasakan rumahnya berguncang.&quot;Saya sedang beres-beres rumah, tiba-tiba ada gempa, otomatis saya panik keluar rumah sambil berteriak memberi tahu orang yang di dalam rumah agar segera keluar menyelamatkan diri. Takutnya seperti kejadian di Sumedang banyak rumah ambruk,&quot; ujar Herawati (55) warga setempat kepada MNC Portal Indonesia.



Herawati beralasan, dalam kurun waktu dekat ini sering terjadi gempa bumi di wilayah Sukabumi. Belum lagi kerusakan dan rumah ambruk yang belum lama terjadi di wilayah Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, akibat gempa bumi.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wMy8xLzE3NTczOS81L3g4cjN2Y2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SUKABUMI - Sebanyak 1 unit rumah rusak akibat terdampak gempa M5,9 dengan pusat gempa di Bayah, Banten. Selain itu sejumlah warga panik berhamburan keluar dari rumah karena merasakan guncangan gempa yang sangat besar.

Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis data gempa yang terjadi pada Rabu (3/1/2024) sekira pukul 07.53 WIB dengan kedalaman 63 kilometer tersebut, tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Guncangan gempa dirasakan warga di wilayah selatan Jawa Barat (Jabar) dan Banten.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gempa M5,9 Bayah Banten Terasa hingga Purwakarta, Warga: Seperti Truk Lewat&amp;nbsp;

Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Sandra Fitria Zulkarnain mengatakan 1 unit rumah di Kampung Tangkil RT 010/008, Desa Cicareuh, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, rusak terdampak dari gempa tersebut.

&quot;Satu unit rumah yang diisi oleh 1 kepala keluarga  mengalami rusak ringan, namun jumlah kerugian yang dialami keluarga korban masih dalah kajian petugas. Saat ini warga bergotong royong membersihkan puing bangunan yang ambruk,&quot; ujar Sandra kepada MNC Portal Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gempa Bayah Banten Bermagnitudo 5,9 Terasa hingga Bogor, Tak Berpotensi Tsunami

Sementara itu sejumlah warga di Perumahan Puri Cibeureum Permai, Kelurahan Cibeureumhilir, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, panik saat terjadi gempa. Warga yang sebagian besar sedang melakukan aktivitas pagi, berhamburan keluar rumah saat merasakan rumahnya berguncang.&quot;Saya sedang beres-beres rumah, tiba-tiba ada gempa, otomatis saya panik keluar rumah sambil berteriak memberi tahu orang yang di dalam rumah agar segera keluar menyelamatkan diri. Takutnya seperti kejadian di Sumedang banyak rumah ambruk,&quot; ujar Herawati (55) warga setempat kepada MNC Portal Indonesia.



Herawati beralasan, dalam kurun waktu dekat ini sering terjadi gempa bumi di wilayah Sukabumi. Belum lagi kerusakan dan rumah ambruk yang belum lama terjadi di wilayah Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, akibat gempa bumi.



</content:encoded></item></channel></rss>
