<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pesan Damai Mahfud MD: Keislaman dan Keindonesiaan Bukan Hanya Lahirkan Toleransi tapi Akseptasi</title><description>Cawapres nomor urut 03, Mahfud MD, menghadiri Konser Lilin Putih di Balai Sarbini, Jakarta</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/04/337/2949294/pesan-damai-mahfud-md-keislaman-dan-keindonesiaan-bukan-hanya-lahirkan-toleransi-tapi-akseptasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/04/337/2949294/pesan-damai-mahfud-md-keislaman-dan-keindonesiaan-bukan-hanya-lahirkan-toleransi-tapi-akseptasi"/><item><title>Pesan Damai Mahfud MD: Keislaman dan Keindonesiaan Bukan Hanya Lahirkan Toleransi tapi Akseptasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/04/337/2949294/pesan-damai-mahfud-md-keislaman-dan-keindonesiaan-bukan-hanya-lahirkan-toleransi-tapi-akseptasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/04/337/2949294/pesan-damai-mahfud-md-keislaman-dan-keindonesiaan-bukan-hanya-lahirkan-toleransi-tapi-akseptasi</guid><pubDate>Kamis 04 Januari 2024 07:39 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/04/337/2949294/pesan-damai-mahfud-md-keislaman-dan-keindonesiaan-bukan-hanya-lahirkan-toleransi-tapi-akseptasi-y63d7llXd6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cawapres Mahfud MD (Foto: Ist/Refi Sandi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/04/337/2949294/pesan-damai-mahfud-md-keislaman-dan-keindonesiaan-bukan-hanya-lahirkan-toleransi-tapi-akseptasi-y63d7llXd6.jpg</image><title>Cawapres Mahfud MD (Foto: Ist/Refi Sandi)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wMy8xLzE3NTc0OC81L3g4cjN5dWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 03, Mahfud MD, menghadiri Konser Lilin Putih di Balai Sarbini, Jakarta, Rabu 3 Januari 2024. Dalam sambutannya, Mahfud menerangkan bagi seorang Muslim di Indonesia nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan amat penting.

&quot;Saya merefleksi pengalaman pribadi saya dulu, ajakan kesatuan bangsa merupakan perjuangan yang saya lakukan sejak ikut dalam gerakan-gerakan mahasiswa,&quot; kata Mahfud yang hadir bersama Calon Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo dalam keterangannya dikutip, Kamis (4/1/2024).

BACA JUGA:
Ajak Toleransi Beragama, Mahfud MD Ceritakan Kisah Pembangunan Gereja Yasmin Bogor


Mahfud mengungkapkan, guru-guru ketika di pondok pesantren sejak kecil memang mengajarkan persatuan bangsa. Mahfud sering pula mengikuti pandangan seperti Gus Dur, Syarii Maarif dan Nurcholis Madjid.

Yang mana, lanjut Mahfud, merupakan tokoh-tokoh terkemuka Islam dan selalu mengajak persatuan bangsa. Ia mengakui, dari mereka Mahfud mendengar istilah keislaman dan keindonesiaan.

&quot;Keislaman dan keindonesiaan harus menyatu, bukan berarti Islam lalu mau menjadi mendominasi, bukan, harus menyatu, intinya orang Islam Indonesia tidak harus berkiblat ke negara-negara Timur Tengah,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Islam Indonesia Tak harus Berkiblat ke Timur Tengah, Mahfud MD Akui Ikuti Pandangan Gus Dur&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Artinya, ia menekankan, dalam keislaman ada sumpah setia kepada negara. Sebab, dalam Indonesia hidup bangsa yang terdiri dari berbagai agama, suku, ras dan daerah yang semuanya menyatu secara inklusif.

&quot;Kunci kebersatuan ini adalah toleransi. Bagi saya, keislaman dan keindonesiaan bukan hanya melahirkan toleransi, lebih dari itu adalah akseptasi, kita saling menerima dan bersatu untuk mencapai tujuan bersama,&quot; tuturnya.

Dalam acara itu, diserahkan penghargaan Tokoh Pembawa Damai ke Pastur Dharana Moniaga, Yenny Wahid, Peter Lesmana dan I Gede Kanjeng Raden Tumenggung Romo Asun Gotama dan Roy Wibisonl Napitupulu.



Konser dimeriahkan penyanyi-penyanyi kenamaan Tanah Air. Antara lain Eka Deli, Once Mekel, Stevan Pasaribu dan Jamaica Cafe. Ditampilkan pula lagu-lagu dan tari-tari dari berbagai daerah di Indonesia.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wMy8xLzE3NTc0OC81L3g4cjN5dWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 03, Mahfud MD, menghadiri Konser Lilin Putih di Balai Sarbini, Jakarta, Rabu 3 Januari 2024. Dalam sambutannya, Mahfud menerangkan bagi seorang Muslim di Indonesia nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan amat penting.

&quot;Saya merefleksi pengalaman pribadi saya dulu, ajakan kesatuan bangsa merupakan perjuangan yang saya lakukan sejak ikut dalam gerakan-gerakan mahasiswa,&quot; kata Mahfud yang hadir bersama Calon Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo dalam keterangannya dikutip, Kamis (4/1/2024).

BACA JUGA:
Ajak Toleransi Beragama, Mahfud MD Ceritakan Kisah Pembangunan Gereja Yasmin Bogor


Mahfud mengungkapkan, guru-guru ketika di pondok pesantren sejak kecil memang mengajarkan persatuan bangsa. Mahfud sering pula mengikuti pandangan seperti Gus Dur, Syarii Maarif dan Nurcholis Madjid.

Yang mana, lanjut Mahfud, merupakan tokoh-tokoh terkemuka Islam dan selalu mengajak persatuan bangsa. Ia mengakui, dari mereka Mahfud mendengar istilah keislaman dan keindonesiaan.

&quot;Keislaman dan keindonesiaan harus menyatu, bukan berarti Islam lalu mau menjadi mendominasi, bukan, harus menyatu, intinya orang Islam Indonesia tidak harus berkiblat ke negara-negara Timur Tengah,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Islam Indonesia Tak harus Berkiblat ke Timur Tengah, Mahfud MD Akui Ikuti Pandangan Gus Dur&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Artinya, ia menekankan, dalam keislaman ada sumpah setia kepada negara. Sebab, dalam Indonesia hidup bangsa yang terdiri dari berbagai agama, suku, ras dan daerah yang semuanya menyatu secara inklusif.

&quot;Kunci kebersatuan ini adalah toleransi. Bagi saya, keislaman dan keindonesiaan bukan hanya melahirkan toleransi, lebih dari itu adalah akseptasi, kita saling menerima dan bersatu untuk mencapai tujuan bersama,&quot; tuturnya.

Dalam acara itu, diserahkan penghargaan Tokoh Pembawa Damai ke Pastur Dharana Moniaga, Yenny Wahid, Peter Lesmana dan I Gede Kanjeng Raden Tumenggung Romo Asun Gotama dan Roy Wibisonl Napitupulu.



Konser dimeriahkan penyanyi-penyanyi kenamaan Tanah Air. Antara lain Eka Deli, Once Mekel, Stevan Pasaribu dan Jamaica Cafe. Ditampilkan pula lagu-lagu dan tari-tari dari berbagai daerah di Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
