<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Irak Bersiap Tutup Misi Koalisi Pimpinan AS Setelah Serangan Terhadap Milisi di Baghdad</title><description>Komite Irak akan membahas hal ini dengan perwakilan koalisi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/05/18/2950285/irak-bersiap-tutup-misi-koalisi-pimpinan-as-setelah-serangan-terhadap-milisi-di-baghdad</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/05/18/2950285/irak-bersiap-tutup-misi-koalisi-pimpinan-as-setelah-serangan-terhadap-milisi-di-baghdad"/><item><title>Irak Bersiap Tutup Misi Koalisi Pimpinan AS Setelah Serangan Terhadap Milisi di Baghdad</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/05/18/2950285/irak-bersiap-tutup-misi-koalisi-pimpinan-as-setelah-serangan-terhadap-milisi-di-baghdad</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/05/18/2950285/irak-bersiap-tutup-misi-koalisi-pimpinan-as-setelah-serangan-terhadap-milisi-di-baghdad</guid><pubDate>Jum'at 05 Januari 2024 20:48 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/05/18/2950285/irak-bersiap-tutup-misi-koalisi-pimpinan-as-setelah-serangan-terhadap-milisi-di-baghdad-ZKDLAtKAt7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/05/18/2950285/irak-bersiap-tutup-misi-koalisi-pimpinan-as-setelah-serangan-terhadap-milisi-di-baghdad-ZKDLAtKAt7.jpg</image><title>Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani. (Foto: Reuters)</title></images><description>BAGHDAD - Pemerintah Irak sedang membentuk sebuah komite untuk mempersiapkan penutupan misi koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) di negara itu, kata kantor Perdana Menteri Mohammed Shia al-Sudani pada Jumat, (5/1/2024).

BACA JUGA:
Serangan Udara AS Hantam Kataib Hizbullah di Irak Usai Serangan Drone di Pangkalan Udara

Pernyataan Sudani muncul sehari setelah serangan AS menewaskan seorang pemimpin milisi di Baghdad, memicu kemarahan di antara kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran yang menuntut pemerintah mengakhiri kehadiran koalisi di Irak.
&amp;ldquo;Pemerintah sedang menetapkan tanggal dimulainya komite bilateral untuk mengakhiri kehadiran pasukan koalisi internasional di Irak secara permanen,&amp;rdquo; kata sebuah pernyataan dari kantor perdana menteri yang dilansir Reuters.
Komite tersebut akan mencakup perwakilan koalisi militer, kata seorang pejabat pemerintah.
Militer AS melancarkan serangan pada Kamis, (4/1/2024) sebagai pembalasan terhadap serangan baru-baru ini terhadap personel AS, kata Pentagon.

BACA JUGA:
Perang Lawan Hamas di Gaza, Israel Diperkirakan Keluarkan Biaya Rp820 Triliun

Amerika Serikat memiliki 900 tentara di Suriah dan 2.500 tentara di Irak dalam misi yang dikatakan bertujuan untuk memberi nasihat dan membantu pasukan lokal dalam upaya mencegah kebangkitan ISIS, yang pada 2014 menguasai sebagian besar wilayah kedua negara sebelum dikalahkan.Kelompok milisi yang bersekutu dengan Iran di Irak dan Suriah menentang kampanye Israel di Jalur Gaza dan menganggap AS ikut bertanggung jawab.
Sudani memiliki kendali terbatas atas beberapa faksi yang didukung Iran, yang dukungannya diperlukan untuk memenangkan kekuasaan setahun lalu dan kini membentuk blok kuat dalam koalisi pemerintahannya.

BACA JUGA:
Pria Australia Dipenjara Selama 1.000 Hari di Irak, PBB Tuduh Penahanan Sewenang-wenang

&amp;ldquo;Kami menekankan posisi tegas kami dalam mengakhiri keberadaan koalisi internasional setelah pembenaran keberadaannya berakhir,&amp;rdquo; kata Sudani seperti dikutip dalam pernyataan itu.
ISIS mengaku bertanggung jawab pada Kamis atas dua ledakan di Iran yang menewaskan hampir 100 orang dan melukai banyak orang di peringatan komandan tertinggi Qassem Soleimani.

</description><content:encoded>BAGHDAD - Pemerintah Irak sedang membentuk sebuah komite untuk mempersiapkan penutupan misi koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) di negara itu, kata kantor Perdana Menteri Mohammed Shia al-Sudani pada Jumat, (5/1/2024).

BACA JUGA:
Serangan Udara AS Hantam Kataib Hizbullah di Irak Usai Serangan Drone di Pangkalan Udara

Pernyataan Sudani muncul sehari setelah serangan AS menewaskan seorang pemimpin milisi di Baghdad, memicu kemarahan di antara kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran yang menuntut pemerintah mengakhiri kehadiran koalisi di Irak.
&amp;ldquo;Pemerintah sedang menetapkan tanggal dimulainya komite bilateral untuk mengakhiri kehadiran pasukan koalisi internasional di Irak secara permanen,&amp;rdquo; kata sebuah pernyataan dari kantor perdana menteri yang dilansir Reuters.
Komite tersebut akan mencakup perwakilan koalisi militer, kata seorang pejabat pemerintah.
Militer AS melancarkan serangan pada Kamis, (4/1/2024) sebagai pembalasan terhadap serangan baru-baru ini terhadap personel AS, kata Pentagon.

BACA JUGA:
Perang Lawan Hamas di Gaza, Israel Diperkirakan Keluarkan Biaya Rp820 Triliun

Amerika Serikat memiliki 900 tentara di Suriah dan 2.500 tentara di Irak dalam misi yang dikatakan bertujuan untuk memberi nasihat dan membantu pasukan lokal dalam upaya mencegah kebangkitan ISIS, yang pada 2014 menguasai sebagian besar wilayah kedua negara sebelum dikalahkan.Kelompok milisi yang bersekutu dengan Iran di Irak dan Suriah menentang kampanye Israel di Jalur Gaza dan menganggap AS ikut bertanggung jawab.
Sudani memiliki kendali terbatas atas beberapa faksi yang didukung Iran, yang dukungannya diperlukan untuk memenangkan kekuasaan setahun lalu dan kini membentuk blok kuat dalam koalisi pemerintahannya.

BACA JUGA:
Pria Australia Dipenjara Selama 1.000 Hari di Irak, PBB Tuduh Penahanan Sewenang-wenang

&amp;ldquo;Kami menekankan posisi tegas kami dalam mengakhiri keberadaan koalisi internasional setelah pembenaran keberadaannya berakhir,&amp;rdquo; kata Sudani seperti dikutip dalam pernyataan itu.
ISIS mengaku bertanggung jawab pada Kamis atas dua ledakan di Iran yang menewaskan hampir 100 orang dan melukai banyak orang di peringatan komandan tertinggi Qassem Soleimani.

</content:encoded></item></channel></rss>
