<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Postingan Terakhir Masinis Julian Dwi Setiono Korban Tragedi Cicalengka, Isinya soal Kematian</title><description>Dalam postingan terakhirnya, Julian membagikan sebuah dakwah yang membahas tentang kematian.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/05/337/2950105/postingan-terakhir-masinis-julian-dwi-setiono-korban-tragedi-cicalengka-isinya-soal-kematian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/05/337/2950105/postingan-terakhir-masinis-julian-dwi-setiono-korban-tragedi-cicalengka-isinya-soal-kematian"/><item><title>Postingan Terakhir Masinis Julian Dwi Setiono Korban Tragedi Cicalengka, Isinya soal Kematian</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/05/337/2950105/postingan-terakhir-masinis-julian-dwi-setiono-korban-tragedi-cicalengka-isinya-soal-kematian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/05/337/2950105/postingan-terakhir-masinis-julian-dwi-setiono-korban-tragedi-cicalengka-isinya-soal-kematian</guid><pubDate>Jum'at 05 Januari 2024 15:43 WIB</pubDate><dc:creator>Aufi Shabirah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/05/337/2950105/postingan-terakhir-masinis-julian-dwi-setiono-korban-tragedi-cicalengka-isinya-soal-kematian-dD3MdTJYNp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Postingan Terakhir Julian Dwi Setiono/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/05/337/2950105/postingan-terakhir-masinis-julian-dwi-setiono-korban-tragedi-cicalengka-isinya-soal-kematian-dD3MdTJYNp.jpg</image><title>Postingan Terakhir Julian Dwi Setiono/ist</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wNS8xLzE3NTgyNS81L3g4cjZqbHg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Tabrakan kereta api Turangga dengan KA Commuter Line Bandung Raya di di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengakibatkan 4 orang tewas.
Salah satunya merupakan masinis dari KA Commuter Line Bandung Raya, Julian Dwi Setiono. Sementara masinis dari KA Turangga selamat dari tragedi mengerikan tersebut.

BACA JUGA:
Sosok Julian Dwi Setiono, Masinis Kereta Bandung Raya yang Tewas di Tragedi Cicalengka

Terkuak isi postingan terakhir dari masinis Julian Dwi Setiyono banyak yang menganggap bahwasannya perkataan dari Julian merupakan sebuah pertanda.
Dalam postingan terakhirnya, Julian membagikan sebuah dakwah yang membahas tentang kematian.

BACA JUGA:
Tabrakan KA Bandung Raya dengan KA Turangga, Ini Identitas 2 Masinis dan 1 Pramugara yang Meninggal&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Dan banyak orang yang hidup jasadnya, tetapi mati hatinya. Makanya sampai para ulama itu mengatakan orang yang paling buruk adalah orang yang mati hatinya sebelum mati fisiknya,&quot; dikutip dari Instagramnya, Jumat (5/1/2024).
&quot;Orang kalau mati hatinya, sebelum mati fisiknya maka apapun yang ia perbuat tidak akan pernah mendatangkan kemaslahatan,&quot;lanjut Julian.

&quot;Kalau hatinya sudah betul-betul mati, yang dia tuju hanyalah mengagungkan nafsunya, yang ia tuju hanyalah memenangkan egonya,&quot; isi dari postingan terakhir Julian.

Terlihat pada kolom komentar, banyak netizen yang mengungkapkan bela sungkawa terhadap kepergian Julian Dwi Setiyono, masinis KA Commuter Line Bandung Raya. Tak sedikit pula yang mendoakan husnul khatimah.



&quot;Masya Allah postingan terakhirnya tentang kematian, semoga husnul khotimah pak masinis,&quot; ujar salah satu akun Instagram dengan nama @lusi.fzh.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wNS8xLzE3NTgyNS81L3g4cjZqbHg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Tabrakan kereta api Turangga dengan KA Commuter Line Bandung Raya di di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengakibatkan 4 orang tewas.
Salah satunya merupakan masinis dari KA Commuter Line Bandung Raya, Julian Dwi Setiono. Sementara masinis dari KA Turangga selamat dari tragedi mengerikan tersebut.

BACA JUGA:
Sosok Julian Dwi Setiono, Masinis Kereta Bandung Raya yang Tewas di Tragedi Cicalengka

Terkuak isi postingan terakhir dari masinis Julian Dwi Setiyono banyak yang menganggap bahwasannya perkataan dari Julian merupakan sebuah pertanda.
Dalam postingan terakhirnya, Julian membagikan sebuah dakwah yang membahas tentang kematian.

BACA JUGA:
Tabrakan KA Bandung Raya dengan KA Turangga, Ini Identitas 2 Masinis dan 1 Pramugara yang Meninggal&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Dan banyak orang yang hidup jasadnya, tetapi mati hatinya. Makanya sampai para ulama itu mengatakan orang yang paling buruk adalah orang yang mati hatinya sebelum mati fisiknya,&quot; dikutip dari Instagramnya, Jumat (5/1/2024).
&quot;Orang kalau mati hatinya, sebelum mati fisiknya maka apapun yang ia perbuat tidak akan pernah mendatangkan kemaslahatan,&quot;lanjut Julian.

&quot;Kalau hatinya sudah betul-betul mati, yang dia tuju hanyalah mengagungkan nafsunya, yang ia tuju hanyalah memenangkan egonya,&quot; isi dari postingan terakhir Julian.

Terlihat pada kolom komentar, banyak netizen yang mengungkapkan bela sungkawa terhadap kepergian Julian Dwi Setiyono, masinis KA Commuter Line Bandung Raya. Tak sedikit pula yang mendoakan husnul khatimah.



&quot;Masya Allah postingan terakhirnya tentang kematian, semoga husnul khotimah pak masinis,&quot; ujar salah satu akun Instagram dengan nama @lusi.fzh.</content:encoded></item></channel></rss>
