<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mutilasi di Malang, Keseharian Tukang Pijat Tertutup dengan Tetangga</title><description>Tukang pijat terduga pelaku pembunuhan dan mutilasi di Kota Malang terkenal tertutup dengan tetangga sekitar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/05/519/2950240/mutilasi-di-malang-keseharian-tukang-pijat-tertutup-dengan-tetangga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/05/519/2950240/mutilasi-di-malang-keseharian-tukang-pijat-tertutup-dengan-tetangga"/><item><title>Mutilasi di Malang, Keseharian Tukang Pijat Tertutup dengan Tetangga</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/05/519/2950240/mutilasi-di-malang-keseharian-tukang-pijat-tertutup-dengan-tetangga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/05/519/2950240/mutilasi-di-malang-keseharian-tukang-pijat-tertutup-dengan-tetangga</guid><pubDate>Jum'at 05 Januari 2024 19:12 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/05/519/2950240/mutilasi-di-malang-keseharian-tukang-pijat-tertutup-dengan-tetangga-PoyOU4K3F4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">TKP mutilasi di Malang dipasang garis polisi (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/05/519/2950240/mutilasi-di-malang-keseharian-tukang-pijat-tertutup-dengan-tetangga-PoyOU4K3F4.jpg</image><title>TKP mutilasi di Malang dipasang garis polisi (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wMy8xLzE3NTc0Ny81L3g4cjN5ajg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

MALANG - Tukang pijat terduga pelaku pembunuhan dan mutilasi di Kota Malang terkenal tertutup dengan tetangga sekitar. Tukang pijat yang diduga pelaku pembunuhan bernama Abdul Rahman ini memang telah tinggal selama lima tahun di rumah kos di Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Subhan, tetangga terduga pelaku mengatakan, keseharian Abdul Rahman dan istrinya yang tinggal di rumah kos tak jauh dari rumahnya terkenal tertutup. Bahkan, Abdul Rahman tak pernah mengikuti kegiatan yang dilakukan warga sekitar.


BACA JUGA:
Kronologi Terungkapnya Mutilasi oleh Tukang Pijat di Malang, Korban Hilang 3 Bulan


&quot;Enggak pernah ikut, sehari-hari hanya keluar masuk rumah saja. Nggak pernah (interaksi) dengan warga, kalau ketemu saya sering kalau waktu keluar gitu, tapi enggak pernah ikut kegiatan,&quot; ucap Subhan, saat ditemui di rumahnya, Jumat (5/1/2024).

Rumah Subhan dan terduga lokasi rumah kos lokasi pembunuhan dan mutilasi, hanya berjarak kurang lebih 15 meter. Subhan mengaku tak pernah tahu seluk beluk tetangganya itu.


BACA JUGA:
Tragis! Tukang Pijat Bunuh dan Mutilasi Warga, Kepala Korban Ditanam di Pinggir Kali


Ia hanya tahu Abdul Rahman tinggal bersama seorang istrinya di rumah kos, serta membuka praktek memijat di rumah kos tersebut.

&quot;Dua-duanya tertutup. Memang sehari-hari Pak Rahman ini mijat, baru buka di sini ada setahunan. Tapi mijatnya akhir-akhir ini eh sepi, itu melayani jarang-jarang, sebulan dua kali sekali. Saya lihat cuma dua kali parkir sepeda dibawa masuk ke sebelah sana,&quot; paparnya.Selain itu, kata Subhan, sebelum kasus dugaan pembunuhan dan mutilasi ini terungkap, warga tak ada kecurigaan sama sekali. Bahkan meski tergolong tertutup aktivitasnya, dari rumah kos terduga pelaku tak didengar adanya pertengkaran atau ada suara minta tolong.

&quot;Bau-bau nggak enak juga nggak mencium, katanya kejadiannya tiga bulan, setiap hari ketemu juga santai, nyapa warga saja, meski orangnya tertutup. (suara pertengkaran dan minta tolong) juga enggak ada, enggak kedengaran,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wMy8xLzE3NTc0Ny81L3g4cjN5ajg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

MALANG - Tukang pijat terduga pelaku pembunuhan dan mutilasi di Kota Malang terkenal tertutup dengan tetangga sekitar. Tukang pijat yang diduga pelaku pembunuhan bernama Abdul Rahman ini memang telah tinggal selama lima tahun di rumah kos di Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Subhan, tetangga terduga pelaku mengatakan, keseharian Abdul Rahman dan istrinya yang tinggal di rumah kos tak jauh dari rumahnya terkenal tertutup. Bahkan, Abdul Rahman tak pernah mengikuti kegiatan yang dilakukan warga sekitar.


BACA JUGA:
Kronologi Terungkapnya Mutilasi oleh Tukang Pijat di Malang, Korban Hilang 3 Bulan


&quot;Enggak pernah ikut, sehari-hari hanya keluar masuk rumah saja. Nggak pernah (interaksi) dengan warga, kalau ketemu saya sering kalau waktu keluar gitu, tapi enggak pernah ikut kegiatan,&quot; ucap Subhan, saat ditemui di rumahnya, Jumat (5/1/2024).

Rumah Subhan dan terduga lokasi rumah kos lokasi pembunuhan dan mutilasi, hanya berjarak kurang lebih 15 meter. Subhan mengaku tak pernah tahu seluk beluk tetangganya itu.


BACA JUGA:
Tragis! Tukang Pijat Bunuh dan Mutilasi Warga, Kepala Korban Ditanam di Pinggir Kali


Ia hanya tahu Abdul Rahman tinggal bersama seorang istrinya di rumah kos, serta membuka praktek memijat di rumah kos tersebut.

&quot;Dua-duanya tertutup. Memang sehari-hari Pak Rahman ini mijat, baru buka di sini ada setahunan. Tapi mijatnya akhir-akhir ini eh sepi, itu melayani jarang-jarang, sebulan dua kali sekali. Saya lihat cuma dua kali parkir sepeda dibawa masuk ke sebelah sana,&quot; paparnya.Selain itu, kata Subhan, sebelum kasus dugaan pembunuhan dan mutilasi ini terungkap, warga tak ada kecurigaan sama sekali. Bahkan meski tergolong tertutup aktivitasnya, dari rumah kos terduga pelaku tak didengar adanya pertengkaran atau ada suara minta tolong.

&quot;Bau-bau nggak enak juga nggak mencium, katanya kejadiannya tiga bulan, setiap hari ketemu juga santai, nyapa warga saja, meski orangnya tertutup. (suara pertengkaran dan minta tolong) juga enggak ada, enggak kedengaran,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
