<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Balas Tuduhan Nazi, Donald Trump: Joe Biden Ancaman Nyata Bagi Demokrasi AS</title><description>Trump menyebut Biden sebagai ancaman nyata bagi demokrasi di AS.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/06/18/2950572/balas-tuduhan-nazi-donald-trump-joe-biden-ancaman-nyata-bagi-demokrasi-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/06/18/2950572/balas-tuduhan-nazi-donald-trump-joe-biden-ancaman-nyata-bagi-demokrasi-as"/><item><title>Balas Tuduhan Nazi, Donald Trump: Joe Biden Ancaman Nyata Bagi Demokrasi AS</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/06/18/2950572/balas-tuduhan-nazi-donald-trump-joe-biden-ancaman-nyata-bagi-demokrasi-as</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/06/18/2950572/balas-tuduhan-nazi-donald-trump-joe-biden-ancaman-nyata-bagi-demokrasi-as</guid><pubDate>Sabtu 06 Januari 2024 17:16 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/06/18/2950572/balas-tuduhan-nazi-donald-trump-joe-biden-ancaman-nyata-bagi-demokrasi-as-NLqda3Naz6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Donald Trump sebut Joe Biden menjadi ancaman bagi demokrasi AS (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/06/18/2950572/balas-tuduhan-nazi-donald-trump-joe-biden-ancaman-nyata-bagi-demokrasi-as-NLqda3Naz6.jpg</image><title>Donald Trump sebut Joe Biden menjadi ancaman bagi demokrasi AS (Foto: Instagram)</title></images><description>NEW YORK &amp;ndash; Donald Trump langsung membalas pidato kampanye Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang menyamakan Trump dengan Nazi Jerman.
Trump menyebut Biden sebagai ancaman nyata bagi demokrasi di AS.
&amp;ldquo;Biden adalah ancaman nyata terhadap demokrasi dengan mempersenjatai pemerintah untuk mengejar lawan politik utamanya dan ikut campur dalam pemilu 2024,&amp;rdquo; kata juru bicara Trump Steven Cheung kepada AFP.

Mantan presiden tersebut, yang juga sedang berkampanye, menambahkan bahwa Biden &quot;menyebarkan rasa takut.&quot;


BACA JUGA:
Kampanye Pilpres AS, Joe Biden Bandingkan Donald Trump dengan Nazi

&quot;Rekor Biden adalah serangkaian kelemahan, ketidakmampuan, korupsi, dan kegagalan yang tak terpatahkan. Itulah sebabnya Crooked Joe mengadakan acara kampanye yang menyedihkan dan menimbulkan rasa takut di Pennsylvania hari ini,&quot; kata Trump kepada para pendukungnya di Sioux Center, Iowa.


BACA JUGA:
Pidato Kampanye Pertama, Joe Biden Kecam Trump Atas Kerusuhan Capitol yang Tewaskan 4 Orang

Seperti diketahui, Trump dimakzulkan tetapi dibebaskan atas kerusuhan 6 Januari. Pria berusia 77 tahun itu kini menghadapi persidangan pidana atas tuduhan mencoba menumbangkan pemilu 2020.

Negara bagian Colorado dan Maine di AS juga melarangnya mencalonkan diri dalam pemilihan pendahuluan presiden dengan alasan bahwa ia terlibat dalam pemberontakan terkait peristiwa di Capitol. Trump telah menentang kedua keputusan tersebut.

Namun tim kampanye Biden telah mengidentifikasi Trump sebagai lawan mereka, meskipun pertarungan resmi untuk nominasi Partai Republik baru dimulai pada kaukus Iowa pada 15 Januari.
Menurut rencana, kampanyenya akan berlanjut pada Senin (8/1/2024) ketika presiden mengunjungi sebuah gereja di Carolina Selatan di mana seorang penganut supremasi kulit putih menembak mati sembilan umat kulit hitam pada 2015.



Para analis mengatakan pemilihan presiden AS pada 2024 masih merupakan persaingan yang sangat ketat.



&amp;ldquo;Jika pemilu diadakan besok, Presiden Biden akan kalah,&amp;rdquo; kata William Galston, peneliti senior di Brookings Institution, kepada AFP.

</description><content:encoded>NEW YORK &amp;ndash; Donald Trump langsung membalas pidato kampanye Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang menyamakan Trump dengan Nazi Jerman.
Trump menyebut Biden sebagai ancaman nyata bagi demokrasi di AS.
&amp;ldquo;Biden adalah ancaman nyata terhadap demokrasi dengan mempersenjatai pemerintah untuk mengejar lawan politik utamanya dan ikut campur dalam pemilu 2024,&amp;rdquo; kata juru bicara Trump Steven Cheung kepada AFP.

Mantan presiden tersebut, yang juga sedang berkampanye, menambahkan bahwa Biden &quot;menyebarkan rasa takut.&quot;


BACA JUGA:
Kampanye Pilpres AS, Joe Biden Bandingkan Donald Trump dengan Nazi

&quot;Rekor Biden adalah serangkaian kelemahan, ketidakmampuan, korupsi, dan kegagalan yang tak terpatahkan. Itulah sebabnya Crooked Joe mengadakan acara kampanye yang menyedihkan dan menimbulkan rasa takut di Pennsylvania hari ini,&quot; kata Trump kepada para pendukungnya di Sioux Center, Iowa.


BACA JUGA:
Pidato Kampanye Pertama, Joe Biden Kecam Trump Atas Kerusuhan Capitol yang Tewaskan 4 Orang

Seperti diketahui, Trump dimakzulkan tetapi dibebaskan atas kerusuhan 6 Januari. Pria berusia 77 tahun itu kini menghadapi persidangan pidana atas tuduhan mencoba menumbangkan pemilu 2020.

Negara bagian Colorado dan Maine di AS juga melarangnya mencalonkan diri dalam pemilihan pendahuluan presiden dengan alasan bahwa ia terlibat dalam pemberontakan terkait peristiwa di Capitol. Trump telah menentang kedua keputusan tersebut.

Namun tim kampanye Biden telah mengidentifikasi Trump sebagai lawan mereka, meskipun pertarungan resmi untuk nominasi Partai Republik baru dimulai pada kaukus Iowa pada 15 Januari.
Menurut rencana, kampanyenya akan berlanjut pada Senin (8/1/2024) ketika presiden mengunjungi sebuah gereja di Carolina Selatan di mana seorang penganut supremasi kulit putih menembak mati sembilan umat kulit hitam pada 2015.



Para analis mengatakan pemilihan presiden AS pada 2024 masih merupakan persaingan yang sangat ketat.



&amp;ldquo;Jika pemilu diadakan besok, Presiden Biden akan kalah,&amp;rdquo; kata William Galston, peneliti senior di Brookings Institution, kepada AFP.

</content:encoded></item></channel></rss>
