<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Purnawarman, Raja Tarumanagara yang Hadiahkan Seribu Sapi kepada Brahmana   </title><description>Raja Kerajaan Tarumanagara konon pernah terkenal cukup kaya. Bahkan karena kekayaannya sang raja pernah mempersembahkan ribuan ekor sapi&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/06/337/2950359/purnawarman-raja-tarumanagara-yang-hadiahkan-seribu-sapi-kepada-brahmana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/06/337/2950359/purnawarman-raja-tarumanagara-yang-hadiahkan-seribu-sapi-kepada-brahmana"/><item><title> Purnawarman, Raja Tarumanagara yang Hadiahkan Seribu Sapi kepada Brahmana   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/06/337/2950359/purnawarman-raja-tarumanagara-yang-hadiahkan-seribu-sapi-kepada-brahmana</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/06/337/2950359/purnawarman-raja-tarumanagara-yang-hadiahkan-seribu-sapi-kepada-brahmana</guid><pubDate>Sabtu 06 Januari 2024 05:29 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/06/337/2950359/purnawarman-raja-tarumanagara-yang-hadiahkan-seribu-sapi-kepada-brahmana-kC5MKGjcsV.png" expression="full" type="image/jpeg">Raja Purnawarman (foto: dok Wikipedia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/06/337/2950359/purnawarman-raja-tarumanagara-yang-hadiahkan-seribu-sapi-kepada-brahmana-kC5MKGjcsV.png</image><title>Raja Purnawarman (foto: dok Wikipedia)</title></images><description>

PURNAWARMAN, Raja Kerajaan Tarumanagara konon pernah terkenal cukup kaya. Bahkan karena kekayaannya sang raja pernah mempersembahkan ribuan ekor sapi kepada brahmana dalam sebuah upacara keagamaan.

Kisah ini tercantum dalam Prasasti Tugu, yang menjadi peninggalan Kerajaan Tarumanagara. Konon Prasasti Tugu merupakan prasasti yang terpanjang dari semua peninggalan Purnawarman. Seperti prasasti Kerajaan Tarumanagara lainnya konon prasasti ini pun berbentuk puisi anu&amp;#351;&amp;#539;ubh.

Dimana tulisannya dipahatkan pada sebuah batu bulat panjang secara melingkar, sebagaimana dikutip dari &quot;Sejarah Nasional Indonesia : Zaman Kuno&quot; tulisan Marwati Djoened dan Nugroho Notosusanto. Konon di prasasti terdapat empat hal menarik jika dibandingkan dengan prasasti-prasasti Purnawarman lainnya.

BACA JUGA:
Sungai Citarum jadi Pemisah Dua Kerajaan Pecahan Tarumanegara

Pertama, di dalamnya disebutkan nama dua buah sungai yang terkenal di Punjab, yaitu Sungai Candrabh&amp;#257;ga dan Gomati, yang ternyata telah menimbulkan pelbagai tafsiran para sejarawan. Kedua, walaupun tidak lengkap, prasasti ini merupakan satu-satunya prasasti Purnawarman yang menyebutkan unsur penanggalan.

Ketiga, prasasti ini menyebutkan dilakukannya upacara selamatan oleh brahmana, disertai dengan seribu ekor sapi yang dihadiahkan dari sang raja. Keempat, prasasti ini menyebutkan dua buah nama lain di samping Purnawarman, sehingga setidak-tidaknya dapat dipergunakan untuk menentukan siapa sebenarnya Purnawarman.

BACA JUGA:
 Nama Kerajaan Tarumanegara Diambil dari Tanaman Lebat di Sungai Citarum&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Nama Candrabh&amp;#257;ga juga muncul dalam Prasasti Tugu. Poerbatjaraka seroang filolog beranggapan, bahwa itu tentulah nama sungai di India yang diberikan kepada sebatang sungai di Pulau Jawa. Melalui etimologi ini sampai pada kesimpulan, bahwa nama itu sekarang dikenal dengan nama Bekasi, yang diduga sebagai pusat kerajaan Tarumanagara.

Prasasti Tugu untuk pertama kalinya menyebutkan penanggalan, yang sayang sekali tidak memuat angka tahun yang pasti, hanya menyebutkan ph&amp;#257;lguna dan caitra, yang bertepatan dengan bulan-bulan Februari-April, menurut perhitungan tarikh Masehi. Karena di Jawa Barat paling lebat turun hujan pada bulan-bulan Januari dan Februari, mungkin dapat diduga, maksud pembuatan saluran itu tentulah sedikit banyak ada hubungan dengan usaha mengatasi banjir.



Pada prasasti itu cukup tercantum perintah Purnawarman menggali saluran air dengan nama Gomati. Pekerjaan ini dimulai pada hari yang baik, tanggal 8 paro-petang bulan Ph&amp;#257;lguna dan disudahi pada hari tanggal 13 paro-terang bulan Caitra.



Jadi konon pengerjaannya hanya 21 bulan saja, sedang galian itu panjangnya 6.122 tumbak. Sedangkan proses selamatan baginya dilakukan oleh para brahmana disertai 1.000 ekor sapi yang dihadiahkan dari Purnawarman.</description><content:encoded>

PURNAWARMAN, Raja Kerajaan Tarumanagara konon pernah terkenal cukup kaya. Bahkan karena kekayaannya sang raja pernah mempersembahkan ribuan ekor sapi kepada brahmana dalam sebuah upacara keagamaan.

Kisah ini tercantum dalam Prasasti Tugu, yang menjadi peninggalan Kerajaan Tarumanagara. Konon Prasasti Tugu merupakan prasasti yang terpanjang dari semua peninggalan Purnawarman. Seperti prasasti Kerajaan Tarumanagara lainnya konon prasasti ini pun berbentuk puisi anu&amp;#351;&amp;#539;ubh.

Dimana tulisannya dipahatkan pada sebuah batu bulat panjang secara melingkar, sebagaimana dikutip dari &quot;Sejarah Nasional Indonesia : Zaman Kuno&quot; tulisan Marwati Djoened dan Nugroho Notosusanto. Konon di prasasti terdapat empat hal menarik jika dibandingkan dengan prasasti-prasasti Purnawarman lainnya.

BACA JUGA:
Sungai Citarum jadi Pemisah Dua Kerajaan Pecahan Tarumanegara

Pertama, di dalamnya disebutkan nama dua buah sungai yang terkenal di Punjab, yaitu Sungai Candrabh&amp;#257;ga dan Gomati, yang ternyata telah menimbulkan pelbagai tafsiran para sejarawan. Kedua, walaupun tidak lengkap, prasasti ini merupakan satu-satunya prasasti Purnawarman yang menyebutkan unsur penanggalan.

Ketiga, prasasti ini menyebutkan dilakukannya upacara selamatan oleh brahmana, disertai dengan seribu ekor sapi yang dihadiahkan dari sang raja. Keempat, prasasti ini menyebutkan dua buah nama lain di samping Purnawarman, sehingga setidak-tidaknya dapat dipergunakan untuk menentukan siapa sebenarnya Purnawarman.

BACA JUGA:
 Nama Kerajaan Tarumanegara Diambil dari Tanaman Lebat di Sungai Citarum&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Nama Candrabh&amp;#257;ga juga muncul dalam Prasasti Tugu. Poerbatjaraka seroang filolog beranggapan, bahwa itu tentulah nama sungai di India yang diberikan kepada sebatang sungai di Pulau Jawa. Melalui etimologi ini sampai pada kesimpulan, bahwa nama itu sekarang dikenal dengan nama Bekasi, yang diduga sebagai pusat kerajaan Tarumanagara.

Prasasti Tugu untuk pertama kalinya menyebutkan penanggalan, yang sayang sekali tidak memuat angka tahun yang pasti, hanya menyebutkan ph&amp;#257;lguna dan caitra, yang bertepatan dengan bulan-bulan Februari-April, menurut perhitungan tarikh Masehi. Karena di Jawa Barat paling lebat turun hujan pada bulan-bulan Januari dan Februari, mungkin dapat diduga, maksud pembuatan saluran itu tentulah sedikit banyak ada hubungan dengan usaha mengatasi banjir.



Pada prasasti itu cukup tercantum perintah Purnawarman menggali saluran air dengan nama Gomati. Pekerjaan ini dimulai pada hari yang baik, tanggal 8 paro-petang bulan Ph&amp;#257;lguna dan disudahi pada hari tanggal 13 paro-terang bulan Caitra.



Jadi konon pengerjaannya hanya 21 bulan saja, sedang galian itu panjangnya 6.122 tumbak. Sedangkan proses selamatan baginya dilakukan oleh para brahmana disertai 1.000 ekor sapi yang dihadiahkan dari Purnawarman.</content:encoded></item></channel></rss>
