<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Marak Politik Uang Jelang Pilpres 2024, Haedar Nashir: Bawaslu Jangan Ngantuk</title><description>Masyarakat diminta tidak terpengaruh &quot;amplop&quot; dalam menentukan pilihan terhadap calon pemimpin.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/07/337/2950989/marak-politik-uang-jelang-pilpres-2024-haedar-nashir-bawaslu-jangan-ngantuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/07/337/2950989/marak-politik-uang-jelang-pilpres-2024-haedar-nashir-bawaslu-jangan-ngantuk"/><item><title>Marak Politik Uang Jelang Pilpres 2024, Haedar Nashir: Bawaslu Jangan Ngantuk</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/07/337/2950989/marak-politik-uang-jelang-pilpres-2024-haedar-nashir-bawaslu-jangan-ngantuk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/07/337/2950989/marak-politik-uang-jelang-pilpres-2024-haedar-nashir-bawaslu-jangan-ngantuk</guid><pubDate>Minggu 07 Januari 2024 18:38 WIB</pubDate><dc:creator>Kuntadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/07/337/2950989/marak-politik-uang-jelang-pilpres-2024-haedar-nashir-bawaslu-jangan-ngantuk-cMqvll8bRL.JPG" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/07/337/2950989/marak-politik-uang-jelang-pilpres-2024-haedar-nashir-bawaslu-jangan-ngantuk-cMqvll8bRL.JPG</image><title></title></images><description>KULONPROGO - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir berharap Bawaslu untuk tegas dalam menindak praktik poliik uang pada Pemilu dan Pilpres 2024. Masyarakat diminta tidak terpengaruh &quot;amplop&quot; dalam menentukan pilihan terhadap calon pemimpin.

&quot;Bawaslu jangan ngantuk. Mereka dibiayai dengan uang negara untuk mengawasi. Jangan cemas, jangan Susah,&quot; kata Haedar saat menghadiri Hari Syiar Muhammadiyah di Masjid Agung Wates Kulonprogo, Minggu (7/1/2024).

Menurutnya, jemaah yang datang dalam HSB ini diberikan amplop kosong. Harapannya mereka infak atau sedekah dalam pembangunan masjid. Hal ini akan menjadi amal jariah.


BACA JUGA:
Polisi Bangun Pos Ronda Libatkan Masyarakat Kawal Pemilu 2024


&quot;Kalau amplop ini ada isinya, nanti malah kena semprit Bawaslu,&quot; katanya.

Haedar mengajak masyarakat menggunakan akal dalam memilih calon pemimpin. Jangan sampai hanya karena uang mereka memilih, karena itu tidak benar dan tidak sesuai aturan. Di masyarakat bahkan ada slogan terima uangnya dan tidak piliha calon. hal itu juga tidak baik.

Mendekati Pemilu, politik uang kian massif. Banyak IRT yang memilih pulang ke kampung karena alasan banyak amplop yang dibagikan calon. Bahkan ada kampung yang dengan terbuka menerima serangan fajar dengan dalin untuk pembangunan masjid.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wNy8xLzE3NTg3Mi81L3g4cjhmeTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Itu tidak boleh. Kalau demokari urusannya dengan uang Indonesia tidak akan maju,&quot; katanya.
Haedar mengimbau calon legislatif atau tim calon Presiden untuk tidak membiasakan berbagi uang untuk menarik simpati masyarakat. Orang yang maju karena mengandalkan uang menjadi bukti kalau tidak percaya diri. Sedangkan orang yang baik tidak berani maju karena tidak punya uang.



&quot;Pejuang kita dulu bertaruh darah, nyawa dan pengorbanan. Jenderal Sudirman bahkan dalam kondisi sakit masih perang gerilya demi bangsa ini,&quot; katanya.

</description><content:encoded>KULONPROGO - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir berharap Bawaslu untuk tegas dalam menindak praktik poliik uang pada Pemilu dan Pilpres 2024. Masyarakat diminta tidak terpengaruh &quot;amplop&quot; dalam menentukan pilihan terhadap calon pemimpin.

&quot;Bawaslu jangan ngantuk. Mereka dibiayai dengan uang negara untuk mengawasi. Jangan cemas, jangan Susah,&quot; kata Haedar saat menghadiri Hari Syiar Muhammadiyah di Masjid Agung Wates Kulonprogo, Minggu (7/1/2024).

Menurutnya, jemaah yang datang dalam HSB ini diberikan amplop kosong. Harapannya mereka infak atau sedekah dalam pembangunan masjid. Hal ini akan menjadi amal jariah.


BACA JUGA:
Polisi Bangun Pos Ronda Libatkan Masyarakat Kawal Pemilu 2024


&quot;Kalau amplop ini ada isinya, nanti malah kena semprit Bawaslu,&quot; katanya.

Haedar mengajak masyarakat menggunakan akal dalam memilih calon pemimpin. Jangan sampai hanya karena uang mereka memilih, karena itu tidak benar dan tidak sesuai aturan. Di masyarakat bahkan ada slogan terima uangnya dan tidak piliha calon. hal itu juga tidak baik.

Mendekati Pemilu, politik uang kian massif. Banyak IRT yang memilih pulang ke kampung karena alasan banyak amplop yang dibagikan calon. Bahkan ada kampung yang dengan terbuka menerima serangan fajar dengan dalin untuk pembangunan masjid.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wNy8xLzE3NTg3Mi81L3g4cjhmeTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Itu tidak boleh. Kalau demokari urusannya dengan uang Indonesia tidak akan maju,&quot; katanya.
Haedar mengimbau calon legislatif atau tim calon Presiden untuk tidak membiasakan berbagi uang untuk menarik simpati masyarakat. Orang yang maju karena mengandalkan uang menjadi bukti kalau tidak percaya diri. Sedangkan orang yang baik tidak berani maju karena tidak punya uang.



&quot;Pejuang kita dulu bertaruh darah, nyawa dan pengorbanan. Jenderal Sudirman bahkan dalam kondisi sakit masih perang gerilya demi bangsa ini,&quot; katanya.

</content:encoded></item></channel></rss>
