<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anies Pilih Pendekatan Kebudayaan Perkuat Indonesia di Kancah Internasional</title><description>Anies Rasyid Baswedan memilih untuk menggunakan pendekatan kebudayaan untuk kekuatan Indonesia bertarung di kancah dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/07/337/2951041/anies-pilih-pendekatan-kebudayaan-perkuat-indonesia-di-kancah-internasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/07/337/2951041/anies-pilih-pendekatan-kebudayaan-perkuat-indonesia-di-kancah-internasional"/><item><title>Anies Pilih Pendekatan Kebudayaan Perkuat Indonesia di Kancah Internasional</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/07/337/2951041/anies-pilih-pendekatan-kebudayaan-perkuat-indonesia-di-kancah-internasional</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/07/337/2951041/anies-pilih-pendekatan-kebudayaan-perkuat-indonesia-di-kancah-internasional</guid><pubDate>Minggu 07 Januari 2024 20:18 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/07/337/2951041/anies-pilih-pendekatan-kebudayaan-perkuat-indonesia-di-kancah-internasional-klfEUYO6rW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anies Baswedan (Foto: Tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/07/337/2951041/anies-pilih-pendekatan-kebudayaan-perkuat-indonesia-di-kancah-internasional-klfEUYO6rW.jpg</image><title>Anies Baswedan (Foto: Tangkapan layar)</title></images><description>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wNy8xLzE3NTg4OS81L3g4cjhybzg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Calon Presiden Indonesia nomor urut 1, Anies Rasyid Baswedan memilih untuk menggunakan pendekatan kebudayaan untuk kekuatan Indonesia bertarung di kancah dunia.

Hal itu ia sampaikan saat memaparkan visi-misi dalam debat capres kedua di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024).

&amp;ldquo;Kami merencanakan bagaimana kekuatan Indonesia, kekuatan kebudayaan, kekuatan kesenian, kekuatan ekonomi ikut mewarnai kancah dunia. Kita ingin film kita, seniman kita, kuliner kita, diplomatik kita, para diaspora kita, menjadi fenomena dunia, hadir mewarnai kancah internasional,&amp;rdquo; ucap Anies.

BACA JUGA:
Serang Prabowo, Anies Singgung Duit Rp700 Triliun Pertahanan Negara untuk Beli Alutsista Bekas


Anies menilai, dengan cara begitu Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri hingga menjadi tamu yang mempesona di negara orang.

&amp;ldquo;Kita menginginkan dengan cara seperti itu maka apa yang kita kerjakan di level dunia membuat Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, sekaligus tamu mempesona di negeri orang,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Prabowo Mendadak Interupsi Anies saat Klarifikasi soal Kesalahan Data: Itu pun Salah


Lebih jauh, ia menegaskan bahwa seorang presiden harus menjadi panglima diplomasi dalam sebuah forum besar dan memperjuangkan amanat rakyat.

&amp;ldquo;Dan presiden menjadi panglima diplomasi Indonesia, bukan hanya hadir dalam forum-forum tapi hadir mewarnai hadir serius memperjuangkan amanat, termasuk amanat terpenting, menghapuskan penjajahan di muka bumi, bukan sekedar statemen dalam upacara tapi presiden dan seluruh jajaran diplomasi bekerja keras untuk itu khususnya, untuk Palestina,&amp;rdquo; jelasnya.
</description><content:encoded>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wNy8xLzE3NTg4OS81L3g4cjhybzg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Calon Presiden Indonesia nomor urut 1, Anies Rasyid Baswedan memilih untuk menggunakan pendekatan kebudayaan untuk kekuatan Indonesia bertarung di kancah dunia.

Hal itu ia sampaikan saat memaparkan visi-misi dalam debat capres kedua di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024).

&amp;ldquo;Kami merencanakan bagaimana kekuatan Indonesia, kekuatan kebudayaan, kekuatan kesenian, kekuatan ekonomi ikut mewarnai kancah dunia. Kita ingin film kita, seniman kita, kuliner kita, diplomatik kita, para diaspora kita, menjadi fenomena dunia, hadir mewarnai kancah internasional,&amp;rdquo; ucap Anies.

BACA JUGA:
Serang Prabowo, Anies Singgung Duit Rp700 Triliun Pertahanan Negara untuk Beli Alutsista Bekas


Anies menilai, dengan cara begitu Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri hingga menjadi tamu yang mempesona di negara orang.

&amp;ldquo;Kita menginginkan dengan cara seperti itu maka apa yang kita kerjakan di level dunia membuat Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, sekaligus tamu mempesona di negeri orang,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Prabowo Mendadak Interupsi Anies saat Klarifikasi soal Kesalahan Data: Itu pun Salah


Lebih jauh, ia menegaskan bahwa seorang presiden harus menjadi panglima diplomasi dalam sebuah forum besar dan memperjuangkan amanat rakyat.

&amp;ldquo;Dan presiden menjadi panglima diplomasi Indonesia, bukan hanya hadir dalam forum-forum tapi hadir mewarnai hadir serius memperjuangkan amanat, termasuk amanat terpenting, menghapuskan penjajahan di muka bumi, bukan sekedar statemen dalam upacara tapi presiden dan seluruh jajaran diplomasi bekerja keras untuk itu khususnya, untuk Palestina,&amp;rdquo; jelasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
