<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Terus Perkuat Kerja Sama di Kawasan Pasifik</title><description>Kawasan Pasifik merupakan bagian penting dari arsitektur Indo-Pasifik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/08/18/2951648/indonesia-terus-perkuat-kerja-sama-di-kawasan-pasifik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/08/18/2951648/indonesia-terus-perkuat-kerja-sama-di-kawasan-pasifik"/><item><title>Indonesia Terus Perkuat Kerja Sama di Kawasan Pasifik</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/08/18/2951648/indonesia-terus-perkuat-kerja-sama-di-kawasan-pasifik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/08/18/2951648/indonesia-terus-perkuat-kerja-sama-di-kawasan-pasifik</guid><pubDate>Senin 08 Januari 2024 20:44 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/08/18/2951648/indonesia-terus-perkuat-kerja-sama-di-kawasan-pasifik-cEXlBscZiT.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menlu RI di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, 8 Januari 2024. (Foto: Kemlu RI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/08/18/2951648/indonesia-terus-perkuat-kerja-sama-di-kawasan-pasifik-cEXlBscZiT.jpeg</image><title>Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menlu RI di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, 8 Januari 2024. (Foto: Kemlu RI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8wNi8xLzE0MzYwOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDUNG - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, menyampaikan bahwa Indonesia terus meningkatkan kerja sama dengan negara-negara di Pasifik di tengah rivalitas geopolitik di kawasan Indo-Pasifik. Hal ityu disampaikan Menlu RI dalan Pernyataan Pers Menteri Luar Negeri (PPTM) 2024 di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Senin, (8/1/2024).

BACA JUGA:
Buka PPTM 2024 , Menlu RI Tegaskan Indonesia Tak Anut Politik Luar Negeri Transaksional

Sepanjang keketuaan Indonesia di ASEAN, kerja sama dengan kawasan Pasifik terus diperkuat untuk mendorong arsitektur Indo-Pasifik yang inklusif.
&amp;ldquo;Di bawah keketuaan Indonesia, guna antisipasi rivalitas kekuatan besar, kawasan Pasifik didorong menjadi part and parcel dari arsitektur kawasan Indo-Pasifik yang inklusif,&quot; kata Menlu RI
Penguatan engagement dengan kawasan Pasifik dilakukan untuk menjaga keamanan, stabilitas dan perdamaian kawasan sehingga kawasan Indo-Pasifik dapat berkontribusi sebagai Epicentrum of Growth.
Selain itu, Retno menyampaikan bahwa selama keketuaan Indonesia di G20 maupun di ASEAN, Indonesia mengundang wakil dari Pacific Islands Forum (PIF). Salah satu upaya konkret yang terjalin di bawah keketuaan Indonesia di ASEAN adalah kerja sama antara Sekretariat ASEAN dengan Sekretariat PIF.

BACA JUGA:
Menlu RI: Demokrasi dan Stabilitas Myanmar Kunci Selesaikan Isu Rohingya

Pada 2023, Indonesia juga menginisiasi kerja sama dengan negara kepulauan dan negara pulau melalui penyelenggaraan KTT Archipelagic Island States (AIS) di Bali. KTT AIS berhasil menyepakati sejumlah penguatan kerja sama untuk memperjuangkan kepentingan negara kepulauan dan negara pulau di sektor yang menjadi kepentingan bersama seperti perubahan iklim, kemaritiman, dan manajemen bencana.Sesuai dengan tajuknya, Advancing Free and Active Foreign Policy: A Ten Year Journey, PPTM 2024 memaparkan perjalanan politik luar negeri Indonesia selama hampir 10 tahun, dari 2014 hingga 2023. Ini terutama terkait dengan fokus politik luar negeri pemerintahan Presiden Jokowi yang dikenal sebagai 4+1, yaitu Diplomasi Ekonomi, Diplomasi Perlindungan WNI, Diplomasi Kedaulatan dan Kebangsaan, Diplomasi Kepemimpinan, dan Infrastruktur Diplomasi.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8wNi8xLzE0MzYwOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDUNG - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, menyampaikan bahwa Indonesia terus meningkatkan kerja sama dengan negara-negara di Pasifik di tengah rivalitas geopolitik di kawasan Indo-Pasifik. Hal ityu disampaikan Menlu RI dalan Pernyataan Pers Menteri Luar Negeri (PPTM) 2024 di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Senin, (8/1/2024).

BACA JUGA:
Buka PPTM 2024 , Menlu RI Tegaskan Indonesia Tak Anut Politik Luar Negeri Transaksional

Sepanjang keketuaan Indonesia di ASEAN, kerja sama dengan kawasan Pasifik terus diperkuat untuk mendorong arsitektur Indo-Pasifik yang inklusif.
&amp;ldquo;Di bawah keketuaan Indonesia, guna antisipasi rivalitas kekuatan besar, kawasan Pasifik didorong menjadi part and parcel dari arsitektur kawasan Indo-Pasifik yang inklusif,&quot; kata Menlu RI
Penguatan engagement dengan kawasan Pasifik dilakukan untuk menjaga keamanan, stabilitas dan perdamaian kawasan sehingga kawasan Indo-Pasifik dapat berkontribusi sebagai Epicentrum of Growth.
Selain itu, Retno menyampaikan bahwa selama keketuaan Indonesia di G20 maupun di ASEAN, Indonesia mengundang wakil dari Pacific Islands Forum (PIF). Salah satu upaya konkret yang terjalin di bawah keketuaan Indonesia di ASEAN adalah kerja sama antara Sekretariat ASEAN dengan Sekretariat PIF.

BACA JUGA:
Menlu RI: Demokrasi dan Stabilitas Myanmar Kunci Selesaikan Isu Rohingya

Pada 2023, Indonesia juga menginisiasi kerja sama dengan negara kepulauan dan negara pulau melalui penyelenggaraan KTT Archipelagic Island States (AIS) di Bali. KTT AIS berhasil menyepakati sejumlah penguatan kerja sama untuk memperjuangkan kepentingan negara kepulauan dan negara pulau di sektor yang menjadi kepentingan bersama seperti perubahan iklim, kemaritiman, dan manajemen bencana.Sesuai dengan tajuknya, Advancing Free and Active Foreign Policy: A Ten Year Journey, PPTM 2024 memaparkan perjalanan politik luar negeri Indonesia selama hampir 10 tahun, dari 2014 hingga 2023. Ini terutama terkait dengan fokus politik luar negeri pemerintahan Presiden Jokowi yang dikenal sebagai 4+1, yaitu Diplomasi Ekonomi, Diplomasi Perlindungan WNI, Diplomasi Kedaulatan dan Kebangsaan, Diplomasi Kepemimpinan, dan Infrastruktur Diplomasi.

</content:encoded></item></channel></rss>
