<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Interaksi dengan China Gambarkan Kerajaan Tarumanagara Pusat Seni dan Agama di Jawa</title><description>Bahkan konon ada beberapa sumber berita dari China yang mengisahkan bagaimana kehidupan rakyat pribumi di abad dua.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/08/337/2951181/interaksi-dengan-china-gambarkan-kerajaan-tarumanagara-pusat-seni-dan-agama-di-jawa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/08/337/2951181/interaksi-dengan-china-gambarkan-kerajaan-tarumanagara-pusat-seni-dan-agama-di-jawa"/><item><title>Interaksi dengan China Gambarkan Kerajaan Tarumanagara Pusat Seni dan Agama di Jawa</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/08/337/2951181/interaksi-dengan-china-gambarkan-kerajaan-tarumanagara-pusat-seni-dan-agama-di-jawa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/08/337/2951181/interaksi-dengan-china-gambarkan-kerajaan-tarumanagara-pusat-seni-dan-agama-di-jawa</guid><pubDate>Senin 08 Januari 2024 05:23 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/08/337/2951181/interaksi-dengan-china-gambarkan-kerajaan-tarumanagara-pusat-seni-dan-agama-di-jawa-a5TX7EXVG9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/08/337/2951181/interaksi-dengan-china-gambarkan-kerajaan-tarumanagara-pusat-seni-dan-agama-di-jawa-a5TX7EXVG9.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wNy8xLzE3NTkwMi81L3g4cjh3ZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Interaksi antara Indonesia dengan China konon sudah mulai terjalin jauh berabad-abad, sebelum merdeka bahkan sejak masa Kerajaan Tarumanagara.
Bahkan konon ada beberapa sumber berita dari China yang mengisahkan bagaimana kehidupan rakyat pribumi di abad dua. Kendati ada beberapa berita asal China yang belum dipastikan kebenarannya, tapi hal itu menandai sudah lamanya hubungan antara Indonesia dengan negeri tirai bambu itu.
Salah satu berita China berasal dari tahun 250 M, yang menyebutkan daerah yang belum dapat ditentukan ketepatan lokasinya. Di dalam berita tersebut dikatakan bahwa ada sebuah daerah bernama Tu-po, yang sangat dekat lafalnya dengan Cho-po, yang di dalam bahasa Sansekerta berbunyi Jawaka, atau dapat diidentikkan dengan Jawa.

BACA JUGA:
TKN Prabowo-Gibran Hampiri Moderator saat Debat, KPU: Mestinya Enggak Patut Dilakukan

Pada berita yang lebih akhir disebut Cho-ye, sumber berita China ditafsirkan sama dengan Jawa. Tetapi ada sejarawan dan orientalis asal Inggris G. Ferrand disesuaikan dengan Kerajaan Sriwijaya, sebagaimana dikutip dari &quot;Sejarah Nasional Indonesia II : Zaman Kuno&quot;.

BACA JUGA:
Arsjad Rasjid: Ganjar Pemimpin Rakyat, Pikirkan Ekonomi Kerakyatan

Di dalam naskah India sendiri, nama Yawadwipa sudah dikenal dalam Ramayana, pada bagian yang mengisahkan pasukan kera mencari Sita, yang diculik di daerah-daerah di sebelah timur. Sedangkan tentang Yawadwipa sendiri dikatakan bahwa di sana terdapat tujuh buah kerajaan yang menghasilkan perhiasan, pulau-pulau emas dan perak, negara yang kaya akan tambang emas.Berita-berita dari luar negeri yang telah disebutkan itu, belum ada satu pun yang jelas mengacu kepada kerajaan T&amp;auml;ruman&amp;#257;gara. Bukti-bukti tentang kerajaan ini, terutama didapatkan di daerah yang diperkirakan menjadi daerah kerajaan tersebut, sedangkan berita-berita luar terutama berasal dari Cina.

Sumber berita Cina lain juga mengungkapkan bagaimana Kerajaan Tarumanagara, kendati tidak begitu detail. Beberapa sumber berita China masing-masing berasal dari Fa-hsien tahun 4142&quot;, dinasti Soui dan T'ang dan arca-arca R&amp;#257;jar- si, Wisnu Cibuaya 130 dan Wisnu Cibuaya 2.31 Di samping itu, prasasti Kota Kapur (Bangka) diduga sedikit banyak berhubungan dengan daerah ini.

Jika dikaitkan dengan penemuan arkeologis dari Tarumanagara, Arca Wisnu Cibuaya juga dijelaskan bagaimana konon ada sebuah daerah di barat Pulau Jawa yang menjadi pusat seni dan agama. Hal ini sesuai dengan berita Cina yang mengatakan, bahwa pada abad 8 M, masih ada sebuah negara bernama To-lo-mo, yang dianggap merupakan lafal Cina dari Tarumanagara



</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wNy8xLzE3NTkwMi81L3g4cjh3ZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Interaksi antara Indonesia dengan China konon sudah mulai terjalin jauh berabad-abad, sebelum merdeka bahkan sejak masa Kerajaan Tarumanagara.
Bahkan konon ada beberapa sumber berita dari China yang mengisahkan bagaimana kehidupan rakyat pribumi di abad dua. Kendati ada beberapa berita asal China yang belum dipastikan kebenarannya, tapi hal itu menandai sudah lamanya hubungan antara Indonesia dengan negeri tirai bambu itu.
Salah satu berita China berasal dari tahun 250 M, yang menyebutkan daerah yang belum dapat ditentukan ketepatan lokasinya. Di dalam berita tersebut dikatakan bahwa ada sebuah daerah bernama Tu-po, yang sangat dekat lafalnya dengan Cho-po, yang di dalam bahasa Sansekerta berbunyi Jawaka, atau dapat diidentikkan dengan Jawa.

BACA JUGA:
TKN Prabowo-Gibran Hampiri Moderator saat Debat, KPU: Mestinya Enggak Patut Dilakukan

Pada berita yang lebih akhir disebut Cho-ye, sumber berita China ditafsirkan sama dengan Jawa. Tetapi ada sejarawan dan orientalis asal Inggris G. Ferrand disesuaikan dengan Kerajaan Sriwijaya, sebagaimana dikutip dari &quot;Sejarah Nasional Indonesia II : Zaman Kuno&quot;.

BACA JUGA:
Arsjad Rasjid: Ganjar Pemimpin Rakyat, Pikirkan Ekonomi Kerakyatan

Di dalam naskah India sendiri, nama Yawadwipa sudah dikenal dalam Ramayana, pada bagian yang mengisahkan pasukan kera mencari Sita, yang diculik di daerah-daerah di sebelah timur. Sedangkan tentang Yawadwipa sendiri dikatakan bahwa di sana terdapat tujuh buah kerajaan yang menghasilkan perhiasan, pulau-pulau emas dan perak, negara yang kaya akan tambang emas.Berita-berita dari luar negeri yang telah disebutkan itu, belum ada satu pun yang jelas mengacu kepada kerajaan T&amp;auml;ruman&amp;#257;gara. Bukti-bukti tentang kerajaan ini, terutama didapatkan di daerah yang diperkirakan menjadi daerah kerajaan tersebut, sedangkan berita-berita luar terutama berasal dari Cina.

Sumber berita Cina lain juga mengungkapkan bagaimana Kerajaan Tarumanagara, kendati tidak begitu detail. Beberapa sumber berita China masing-masing berasal dari Fa-hsien tahun 4142&quot;, dinasti Soui dan T'ang dan arca-arca R&amp;#257;jar- si, Wisnu Cibuaya 130 dan Wisnu Cibuaya 2.31 Di samping itu, prasasti Kota Kapur (Bangka) diduga sedikit banyak berhubungan dengan daerah ini.

Jika dikaitkan dengan penemuan arkeologis dari Tarumanagara, Arca Wisnu Cibuaya juga dijelaskan bagaimana konon ada sebuah daerah di barat Pulau Jawa yang menjadi pusat seni dan agama. Hal ini sesuai dengan berita Cina yang mengatakan, bahwa pada abad 8 M, masih ada sebuah negara bernama To-lo-mo, yang dianggap merupakan lafal Cina dari Tarumanagara



</content:encoded></item></channel></rss>
