<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dikepung 11 Sesar Aktif, Jawa Barat Sangat Rawan Diguncang Gempa Tektonik!</title><description>Berikut nama 11 sesar aktif di Jawa Barat yang bisa memicu gempa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/08/337/2951374/dikepung-11-sesar-aktif-jawa-barat-sangat-rawan-diguncang-gempa-tektonik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/08/337/2951374/dikepung-11-sesar-aktif-jawa-barat-sangat-rawan-diguncang-gempa-tektonik"/><item><title>Dikepung 11 Sesar Aktif, Jawa Barat Sangat Rawan Diguncang Gempa Tektonik!</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/08/337/2951374/dikepung-11-sesar-aktif-jawa-barat-sangat-rawan-diguncang-gempa-tektonik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/08/337/2951374/dikepung-11-sesar-aktif-jawa-barat-sangat-rawan-diguncang-gempa-tektonik</guid><pubDate>Senin 08 Januari 2024 13:23 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/08/337/2951374/dikepung-11-sesar-aktif-jawa-barat-sangat-rawan-diguncang-gempa-tektonik-mUEf5tX3nb.png" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (Foto: MPI/Binti Mufarida)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/08/337/2951374/dikepung-11-sesar-aktif-jawa-barat-sangat-rawan-diguncang-gempa-tektonik-mUEf5tX3nb.png</image><title>Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (Foto: MPI/Binti Mufarida)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wMi8xLzE3NTczMi81L3g4cjNicWE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan Jawa Barat (Jabar) merupakan kawasan aktif gempa bumi tektonik. Hal ini disebabkan karena wilayahnya yang berdekatan dengan zona tumbukan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia di Samudra Hindia.

Selain itu, aktivitas gempa di Jawa Barat banyak diakibatkan oleh aktivitas pergerakan lempeng di zona subduksi dan patahan atau sesar aktif di daratan. BMKG pun mencatat saat ini ada sebanyak 11 sesar aktif yang berpotensi mengguncang Jawa Barat.

BMKG juga mengidentifikasi satu sesar baru di Jawa Barat pasca gempa merusak dengan kekuatan Magnitudo (M) 4,8 yang mengguncang Sumedang, Jawa Barat pada 31 Desember 2023, pukul 20:34:24 WIB lalu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gempa Bumi Disebut Bisa Saling Picu, Begini Penjelasan BMKG

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa sesar baru penyebab gempa merusak di Sumedang yang sebelumnya terpetakan tersebut dinamakan Sesar Sumedang.

&amp;ldquo;Patahan yang diidentifikasi ini semula belum terpetakan. Untuk selanjutnya sesuai dengan analisis data seismisitas BMKG, maka patahan tersebut karena melewati Kota Sumedang, melewati kota Sumedang maka disebut sebagai Sesar Sumedang,&amp;rdquo; kata Dwikorita saat Konferensi Pers, Senin (8/1/2024).
&amp;nbsp;
Dwikorita pun mengungkapkan sejumlah sesar aktif telah terpetakan di Jawa Barat yang berpotensi mengguncang wilayah itu. Seperti misalnya, Sesar Cugenang yang baru teridentifikasi pada tahun 2023 lalu pasca gempa merusak di Cianjur. &amp;ldquo;Seperti Sesar Cimandiri, Sesar Cugenang, Sesar Lembang, Nah Sesar Cugenang ini juga sesat yang baru teridentifikasi tahun lalu ya di kecamatan Cugenang.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Kemudian juga Sesar Lembang, Sesat Cipamingkis, Sesar Garsela sesar baribis, sesar Cicalengka sesar Cileunyi Tanjungsari, sesar Tomo dan sesar ciperes, nah Sesar Cipeles ini sebetulnya dari data itu memang sudah teridentifikasi sebelumnya dengan arah kurang lebih Barat Timur, secara yang sudah teridentifikasi tersebut serta beberapa sesar aktif lainnya yang belum terpetakan,&amp;rdquo; pungkasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BMKG Temukan Sesar Baru Penyebab Gempa di Sumedang, Ini Namanya

Berikut 11 sumber gempa patahan atau sesar aktif di Jawa Barat:

1.     Sesar Cimandiri

2.     Sesar Cugenang

3.     Sesar Lembang
&amp;nbsp;
4.     Sesar Cipamingkis

5.     Sesar Garsela

6.     Sesar Baribis
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Gempa Guncang Garut, Getarannya Terasa hingga Sukabumi

7.     Sesar Cicalengka

8.     Sesar Cileunyi-Tanjungsari

9.     Sesar Tomo

10.  Sesar Cipeles

11.  Sesar Sumedang
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wMi8xLzE3NTczMi81L3g4cjNicWE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan Jawa Barat (Jabar) merupakan kawasan aktif gempa bumi tektonik. Hal ini disebabkan karena wilayahnya yang berdekatan dengan zona tumbukan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia di Samudra Hindia.

Selain itu, aktivitas gempa di Jawa Barat banyak diakibatkan oleh aktivitas pergerakan lempeng di zona subduksi dan patahan atau sesar aktif di daratan. BMKG pun mencatat saat ini ada sebanyak 11 sesar aktif yang berpotensi mengguncang Jawa Barat.

BMKG juga mengidentifikasi satu sesar baru di Jawa Barat pasca gempa merusak dengan kekuatan Magnitudo (M) 4,8 yang mengguncang Sumedang, Jawa Barat pada 31 Desember 2023, pukul 20:34:24 WIB lalu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gempa Bumi Disebut Bisa Saling Picu, Begini Penjelasan BMKG

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa sesar baru penyebab gempa merusak di Sumedang yang sebelumnya terpetakan tersebut dinamakan Sesar Sumedang.

&amp;ldquo;Patahan yang diidentifikasi ini semula belum terpetakan. Untuk selanjutnya sesuai dengan analisis data seismisitas BMKG, maka patahan tersebut karena melewati Kota Sumedang, melewati kota Sumedang maka disebut sebagai Sesar Sumedang,&amp;rdquo; kata Dwikorita saat Konferensi Pers, Senin (8/1/2024).
&amp;nbsp;
Dwikorita pun mengungkapkan sejumlah sesar aktif telah terpetakan di Jawa Barat yang berpotensi mengguncang wilayah itu. Seperti misalnya, Sesar Cugenang yang baru teridentifikasi pada tahun 2023 lalu pasca gempa merusak di Cianjur. &amp;ldquo;Seperti Sesar Cimandiri, Sesar Cugenang, Sesar Lembang, Nah Sesar Cugenang ini juga sesat yang baru teridentifikasi tahun lalu ya di kecamatan Cugenang.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Kemudian juga Sesar Lembang, Sesat Cipamingkis, Sesar Garsela sesar baribis, sesar Cicalengka sesar Cileunyi Tanjungsari, sesar Tomo dan sesar ciperes, nah Sesar Cipeles ini sebetulnya dari data itu memang sudah teridentifikasi sebelumnya dengan arah kurang lebih Barat Timur, secara yang sudah teridentifikasi tersebut serta beberapa sesar aktif lainnya yang belum terpetakan,&amp;rdquo; pungkasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BMKG Temukan Sesar Baru Penyebab Gempa di Sumedang, Ini Namanya

Berikut 11 sumber gempa patahan atau sesar aktif di Jawa Barat:

1.     Sesar Cimandiri

2.     Sesar Cugenang

3.     Sesar Lembang
&amp;nbsp;
4.     Sesar Cipamingkis

5.     Sesar Garsela

6.     Sesar Baribis
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Gempa Guncang Garut, Getarannya Terasa hingga Sukabumi

7.     Sesar Cicalengka

8.     Sesar Cileunyi-Tanjungsari

9.     Sesar Tomo

10.  Sesar Cipeles

11.  Sesar Sumedang
</content:encoded></item></channel></rss>
