<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas, Masyarakat Mohon Jauhi Daerah Bahaya!</title><description>Jarak luncur awan panas Gunung Merapi mencapai 1 kilometer lebih.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/08/340/2951599/gunung-merapi-kembali-luncurkan-awan-panas-masyarakat-mohon-jauhi-daerah-bahaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/08/340/2951599/gunung-merapi-kembali-luncurkan-awan-panas-masyarakat-mohon-jauhi-daerah-bahaya"/><item><title>Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas, Masyarakat Mohon Jauhi Daerah Bahaya!</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/08/340/2951599/gunung-merapi-kembali-luncurkan-awan-panas-masyarakat-mohon-jauhi-daerah-bahaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/08/340/2951599/gunung-merapi-kembali-luncurkan-awan-panas-masyarakat-mohon-jauhi-daerah-bahaya</guid><pubDate>Senin 08 Januari 2024 18:45 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Erlin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/08/340/2951599/gunung-merapi-kembali-luncurkan-awan-panas-masyarakat-mohon-jauhi-daerah-bahaya-KRLI8MAu4c.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Merapi kembali luncurkan awan panas (Foto: BPPTKG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/08/340/2951599/gunung-merapi-kembali-luncurkan-awan-panas-masyarakat-mohon-jauhi-daerah-bahaya-KRLI8MAu4c.jpg</image><title>Gunung Merapi kembali luncurkan awan panas (Foto: BPPTKG)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wOC8xLzE3NTkxMi81L3g4cjlmMW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
YOGYAKARTA - Gunung Merapi kembali meluncurkan dua kali awan panas sepanjang, Senin (8/1/2024) sore. Hujan masih terjadi di puncak Gunung Merapi sehingga warga selain diminta mewaspadai awan panas juga lahar dingin dari puncak Gunung Merapi.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut Awan Panas Guguran di Gunung Merapi pertama terjadi pada pukul 14.09 WIB dengan Amplitudo max 22 mm, durasi 124.36 detik, jarak luncur 1100 meter arah Kali Bebeng.

&quot;Angin ke arah Timur. Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan,&quot; tulis akun BPPTKG.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gunung Merapi Dua Kali Erupsi dalam Sehari, Status Siaga&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kemudian Awan panas Guguran kedua terjadi pukul 15.40 WIB dengan Amplitudo max 25 mm, durasi 95.32 detik, jarak luncur 800 meter arah Kali Bebeng dengan angin  arah Timur

BPPTKG juga menyebut terjadi hujan di puncak dan lereng Gunung Merapi mulai pukul 12:48 WIB, total curah hujan di puncak 19.4 mm dengan intensitas hujan 31.46 mm dan durasi 37 menit. Hujan masih berlangsung saat ini, waspada bahaya lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dan awan panas guguran di daerah potensi bahaya.
&amp;nbsp;
&quot;Masyarakat diimbau utk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan,&quot; tambah BPPTKG.

Tingkat aktivitas Gunung Merapi  berada dj Level III atau Siaga. Di mana Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

BACA JUGA:
Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.800 Meter

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wOC8xLzE3NTkxMi81L3g4cjlmMW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
YOGYAKARTA - Gunung Merapi kembali meluncurkan dua kali awan panas sepanjang, Senin (8/1/2024) sore. Hujan masih terjadi di puncak Gunung Merapi sehingga warga selain diminta mewaspadai awan panas juga lahar dingin dari puncak Gunung Merapi.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut Awan Panas Guguran di Gunung Merapi pertama terjadi pada pukul 14.09 WIB dengan Amplitudo max 22 mm, durasi 124.36 detik, jarak luncur 1100 meter arah Kali Bebeng.

&quot;Angin ke arah Timur. Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan,&quot; tulis akun BPPTKG.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gunung Merapi Dua Kali Erupsi dalam Sehari, Status Siaga&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kemudian Awan panas Guguran kedua terjadi pukul 15.40 WIB dengan Amplitudo max 25 mm, durasi 95.32 detik, jarak luncur 800 meter arah Kali Bebeng dengan angin  arah Timur

BPPTKG juga menyebut terjadi hujan di puncak dan lereng Gunung Merapi mulai pukul 12:48 WIB, total curah hujan di puncak 19.4 mm dengan intensitas hujan 31.46 mm dan durasi 37 menit. Hujan masih berlangsung saat ini, waspada bahaya lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dan awan panas guguran di daerah potensi bahaya.
&amp;nbsp;
&quot;Masyarakat diimbau utk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan,&quot; tambah BPPTKG.

Tingkat aktivitas Gunung Merapi  berada dj Level III atau Siaga. Di mana Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

BACA JUGA:
Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.800 Meter

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.</content:encoded></item></channel></rss>
