<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cuaca Ekstrem Ancam Yogyakarta 3 Hari ke Depan, BMKG: Waspadai Banjir dan Longsor</title><description>Kondisi ini akan memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/08/510/2951255/cuaca-ekstrem-ancam-yogyakarta-3-hari-ke-depan-bmkg-waspadai-banjir-dan-longsor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/08/510/2951255/cuaca-ekstrem-ancam-yogyakarta-3-hari-ke-depan-bmkg-waspadai-banjir-dan-longsor"/><item><title>Cuaca Ekstrem Ancam Yogyakarta 3 Hari ke Depan, BMKG: Waspadai Banjir dan Longsor</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/08/510/2951255/cuaca-ekstrem-ancam-yogyakarta-3-hari-ke-depan-bmkg-waspadai-banjir-dan-longsor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/08/510/2951255/cuaca-ekstrem-ancam-yogyakarta-3-hari-ke-depan-bmkg-waspadai-banjir-dan-longsor</guid><pubDate>Senin 08 Januari 2024 09:31 WIB</pubDate><dc:creator>Kuntadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/08/510/2951255/cuaca-ekstrem-ancam-yogyakarta-3-hari-ke-depan-bmkg-waspadai-banjir-dan-longsor-ZFPQmm7WFK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BMKG (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/08/510/2951255/cuaca-ekstrem-ancam-yogyakarta-3-hari-ke-depan-bmkg-waspadai-banjir-dan-longsor-ZFPQmm7WFK.jpg</image><title>BMKG (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>


YOGYAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan adanya potensi cuaca ekstrem akan melanda wilayah DIY dalam tiga hari ke depan mulai hari ini Senin (8/1/2024) sampai Rabu 10 Januari 2024.
Kondisi ini akan memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
&quot;Dalam sepekan terakhir, cuaca ekstrem berupa hujan lebat turut memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor di DIY,&quot; kata Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/1/2024).
Menurutnya, Stasiun Meteorologi YIA terus melakukan update monitoring kondisi cuaca untuk mengantisipasi peningkatan cuaca ekstrem. Dari hasil identifikasi hingga sepekan ke depan terdapat kondisi dinamika atmosfer yang memicu adanya potensi cuaca ekstrem.

BACA JUGA:
Maluku Barat Daya Gempa M5, BMKG: Ada Aktivitas Subduksi Laut Banda

Monsun Asia Musim Dingin yang diasosiasikan sebagai musim angin baratan mulai menunjukkan dampaknya terhadap potensi peningkatan massa udara basah di sekitar wilayah Indonesia, sehingga pertumbuhan awan hujan di periode Januari ini diprediksikan cukup intens.

BACA JUGA:
Cegah Cuaca Ekstrem, BNPB Modifikasi Cuaca Taburkan 8 Ton Garam di Langit Pulau Jawa

Sedangkan aktifitas Madden Jullian Oscillation (MJO) saat ini aktif di kuadran 3 (Indian Ocean) wilayah Indonesia dan dalam sepekan ke depan, di mana efeknya adalah berkontribusi terhadap penambahan uap air di wilayah Indonesia sehingga memicu peningkatan potensi hujan sedang-lebat di beberapa wilayah.Sedangkan faktor dinamika atmosfer lain yang turut memperkuat potensi tersebut, terbentuknya pola siklonik di Samudera Hindia barat Lampung yang membentuk daerah shearline (belokan angin) di sepanjang Pulau Jawa dan juga membentuk wilayah konvergensi (daerah pertemuan angin) di perairan selatan Jawa sehingga memicu penumpukan massa udara di pulau Jawa, khususnya wilayah DI Yogyakarta.
&quot;Kelembapan udara di wilayah DIY pada ketinggian 1.5 &amp;ndash; 5.5 km (level 850-500 mb) berkisar antara 70 hingga 95 persen (basah), yang menyebabkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY lebih dominan terjadi pada siang-sore hari,&quot; ujarnya.
Atas kondisi ini, pada hari ini ada potensi potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul bagian utara dan tengah, Kulonprogo bagian utara, dan Gunungkidul. Sedangkan pada esok hari, potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul bagian utara dan tengah, Kulonprogo bagian Utara, dan Gunungkidul bagian Utara.
&quot;Sedangkan pada 10 Januari, potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di seluruh wilayah DIY,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>


YOGYAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan adanya potensi cuaca ekstrem akan melanda wilayah DIY dalam tiga hari ke depan mulai hari ini Senin (8/1/2024) sampai Rabu 10 Januari 2024.
Kondisi ini akan memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
&quot;Dalam sepekan terakhir, cuaca ekstrem berupa hujan lebat turut memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor di DIY,&quot; kata Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/1/2024).
Menurutnya, Stasiun Meteorologi YIA terus melakukan update monitoring kondisi cuaca untuk mengantisipasi peningkatan cuaca ekstrem. Dari hasil identifikasi hingga sepekan ke depan terdapat kondisi dinamika atmosfer yang memicu adanya potensi cuaca ekstrem.

BACA JUGA:
Maluku Barat Daya Gempa M5, BMKG: Ada Aktivitas Subduksi Laut Banda

Monsun Asia Musim Dingin yang diasosiasikan sebagai musim angin baratan mulai menunjukkan dampaknya terhadap potensi peningkatan massa udara basah di sekitar wilayah Indonesia, sehingga pertumbuhan awan hujan di periode Januari ini diprediksikan cukup intens.

BACA JUGA:
Cegah Cuaca Ekstrem, BNPB Modifikasi Cuaca Taburkan 8 Ton Garam di Langit Pulau Jawa

Sedangkan aktifitas Madden Jullian Oscillation (MJO) saat ini aktif di kuadran 3 (Indian Ocean) wilayah Indonesia dan dalam sepekan ke depan, di mana efeknya adalah berkontribusi terhadap penambahan uap air di wilayah Indonesia sehingga memicu peningkatan potensi hujan sedang-lebat di beberapa wilayah.Sedangkan faktor dinamika atmosfer lain yang turut memperkuat potensi tersebut, terbentuknya pola siklonik di Samudera Hindia barat Lampung yang membentuk daerah shearline (belokan angin) di sepanjang Pulau Jawa dan juga membentuk wilayah konvergensi (daerah pertemuan angin) di perairan selatan Jawa sehingga memicu penumpukan massa udara di pulau Jawa, khususnya wilayah DI Yogyakarta.
&quot;Kelembapan udara di wilayah DIY pada ketinggian 1.5 &amp;ndash; 5.5 km (level 850-500 mb) berkisar antara 70 hingga 95 persen (basah), yang menyebabkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY lebih dominan terjadi pada siang-sore hari,&quot; ujarnya.
Atas kondisi ini, pada hari ini ada potensi potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul bagian utara dan tengah, Kulonprogo bagian utara, dan Gunungkidul. Sedangkan pada esok hari, potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul bagian utara dan tengah, Kulonprogo bagian Utara, dan Gunungkidul bagian Utara.
&quot;Sedangkan pada 10 Januari, potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di seluruh wilayah DIY,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
