<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mutilasi di Malang, Tubuh Pengusaha Kafe Dipotong Jadi 9 Bagian</title><description>Keesokan harinya membeli alat-alat untuk alat potong, ataupun senjata tajam berupa pisau potong, kemudian dipotong menjadi 9 bagian.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/08/519/2951574/mutilasi-di-malang-tubuh-pengusaha-kafe-dipotong-jadi-9-bagian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/08/519/2951574/mutilasi-di-malang-tubuh-pengusaha-kafe-dipotong-jadi-9-bagian"/><item><title>Mutilasi di Malang, Tubuh Pengusaha Kafe Dipotong Jadi 9 Bagian</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/08/519/2951574/mutilasi-di-malang-tubuh-pengusaha-kafe-dipotong-jadi-9-bagian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/08/519/2951574/mutilasi-di-malang-tubuh-pengusaha-kafe-dipotong-jadi-9-bagian</guid><pubDate>Senin 08 Januari 2024 18:08 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/08/519/2951574/mutilasi-di-malang-tubuh-pengusaha-kafe-dipotong-jadi-9-bagian-DBT23tS3ax.jpg" expression="full" type="image/jpeg">TKP mutilasi di Malang dipasang garis polisi (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/08/519/2951574/mutilasi-di-malang-tubuh-pengusaha-kafe-dipotong-jadi-9-bagian-DBT23tS3ax.jpg</image><title>TKP mutilasi di Malang dipasang garis polisi (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wMy8xLzE3NTc0Ny81L3g4cjN5ajg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

MALANG - Jasad pengusaha kafe asal Surabaya dibunuh dan dimutilasi oleh tukang pijat di sebuah rumah kos di Malang. Jasad korban diketahui dimutilasi hingga menjadi beberapa bagian dan dibuang oleh tersangka Abdul Rahman di beberapa lokasi.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Danang Yudanto menjelaskan, bila seusai dibunuh dengan ditikam celurit dua kali di bagian leher korban, pelaku kemudian membeli sejumlah peralatan untuk memotong jasad korban.

&quot;Keesokan harinya membeli alat-alat untuk alat potong, ataupun senjata tajam berupa pisau potong, kemudian dipotong menjadi 9 bagian,&quot; kata Danang Yudanto, saat ditemui di Mapolresta Malang Kota, pada Senin sore (8/1/2024).


BACA JUGA:
Polisi Pastikan Rumah Kos di Malang Jadi Lokasi Pembunuhan dan Mutilasi Pengusaha Kafe&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Danang menyatakan, bila dari 9 potongan tersebut kemudian dipisah-pisahkan oleh Rahman ke dalam tiga kantong plastik besar. Dua kantung plastik berisikan pakaian korban dan potongan tubuh dibuang terpisah. Selanjutnya, potongan tubuh lainnya, termasuk kepala dan bagian tangan serta kakinya dikubur di bantaran sungai.

&quot;Kemudian alat yang digunakan untuk membunuh maupun memotong korban dibuang di sungai Bango. Kemudian satu bagian yang berisikan kepala, dua telapak tangan, dan dua telapak kaki dikubur di bantaran Sungai Bango,&quot; jelasnya.


BACA JUGA:
 Ilmu Pelet Tak Mempan Berujung Mutilasi Pengusaha Kafe di Malang&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Pihaknya sendiri kini masih mencari dua kantong plastik yang dibuang oleh tersangka ke Sungai Bango. Dua kantong plastik itu berisikan pakaian dan bagian badan korban belum ditemukan.

&quot;Kita masih melakukan pencarian dengan tim. Jadi untuk mencari baju yang digunakan oleh korban, kemudian alat-alat yang digunakan pelaku untuk membunuh dan memutilasi korban, sehingga nanti bisa makin terang perkara ini,&quot; tuturnya.Sebelumnya diberitakan, dugaan kasus pembunuhan dan mutilasi kembali terjadi di Kota Malang. Kasus ini terungkap berkat adanya temuan mobil dan handphone milik korban, yang menjadi jalan polisi menemukan potongan kepala korban di tepi Sungai Bango, Kelurahan Sawojajar, Kota Malang.

Lokasi pembunuhan dan mutilasi diduga pada rumah kos di Jalan Raya Sawojajar Gang 13 A Nomor 12 RT 1 RW 3, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Diketahui korban merupakan pengusaha kafe asal Surabaya yang tengah menjadi pasien pijat di prakteknya.


BACA JUGA:
Resmikan Bendungan Karian, Jokowi : Bermanfaat ke Masyarakat di Banten, Jakarta dan Jabar


Informasi yang dihimpun, terduga pelaku bernama Abdul Rahman asal Probolinggo.  Sementara terduga korbannya bernama Adrian Prawono (34) warga Kecamatan Trenggilis Mejoyo, Kota Surabaya, yang sempat dilaporkan hilang oleh keluarga, pada 15 Oktober 2023 lalu.

Diduga peristiwa pembunuhan dan mutilasi ini berlangsung pada Oktober 2023 lalu. Tapi baru terungkap di awal bulan Januari 2024, setelah kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan, hingga akhirnya mengamankan Abdul Rahman di rumah kosnya pada Kamis 4 Januari 2024.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wMy8xLzE3NTc0Ny81L3g4cjN5ajg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

MALANG - Jasad pengusaha kafe asal Surabaya dibunuh dan dimutilasi oleh tukang pijat di sebuah rumah kos di Malang. Jasad korban diketahui dimutilasi hingga menjadi beberapa bagian dan dibuang oleh tersangka Abdul Rahman di beberapa lokasi.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Danang Yudanto menjelaskan, bila seusai dibunuh dengan ditikam celurit dua kali di bagian leher korban, pelaku kemudian membeli sejumlah peralatan untuk memotong jasad korban.

&quot;Keesokan harinya membeli alat-alat untuk alat potong, ataupun senjata tajam berupa pisau potong, kemudian dipotong menjadi 9 bagian,&quot; kata Danang Yudanto, saat ditemui di Mapolresta Malang Kota, pada Senin sore (8/1/2024).


BACA JUGA:
Polisi Pastikan Rumah Kos di Malang Jadi Lokasi Pembunuhan dan Mutilasi Pengusaha Kafe&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Danang menyatakan, bila dari 9 potongan tersebut kemudian dipisah-pisahkan oleh Rahman ke dalam tiga kantong plastik besar. Dua kantung plastik berisikan pakaian korban dan potongan tubuh dibuang terpisah. Selanjutnya, potongan tubuh lainnya, termasuk kepala dan bagian tangan serta kakinya dikubur di bantaran sungai.

&quot;Kemudian alat yang digunakan untuk membunuh maupun memotong korban dibuang di sungai Bango. Kemudian satu bagian yang berisikan kepala, dua telapak tangan, dan dua telapak kaki dikubur di bantaran Sungai Bango,&quot; jelasnya.


BACA JUGA:
 Ilmu Pelet Tak Mempan Berujung Mutilasi Pengusaha Kafe di Malang&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Pihaknya sendiri kini masih mencari dua kantong plastik yang dibuang oleh tersangka ke Sungai Bango. Dua kantong plastik itu berisikan pakaian dan bagian badan korban belum ditemukan.

&quot;Kita masih melakukan pencarian dengan tim. Jadi untuk mencari baju yang digunakan oleh korban, kemudian alat-alat yang digunakan pelaku untuk membunuh dan memutilasi korban, sehingga nanti bisa makin terang perkara ini,&quot; tuturnya.Sebelumnya diberitakan, dugaan kasus pembunuhan dan mutilasi kembali terjadi di Kota Malang. Kasus ini terungkap berkat adanya temuan mobil dan handphone milik korban, yang menjadi jalan polisi menemukan potongan kepala korban di tepi Sungai Bango, Kelurahan Sawojajar, Kota Malang.

Lokasi pembunuhan dan mutilasi diduga pada rumah kos di Jalan Raya Sawojajar Gang 13 A Nomor 12 RT 1 RW 3, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Diketahui korban merupakan pengusaha kafe asal Surabaya yang tengah menjadi pasien pijat di prakteknya.


BACA JUGA:
Resmikan Bendungan Karian, Jokowi : Bermanfaat ke Masyarakat di Banten, Jakarta dan Jabar


Informasi yang dihimpun, terduga pelaku bernama Abdul Rahman asal Probolinggo.  Sementara terduga korbannya bernama Adrian Prawono (34) warga Kecamatan Trenggilis Mejoyo, Kota Surabaya, yang sempat dilaporkan hilang oleh keluarga, pada 15 Oktober 2023 lalu.

Diduga peristiwa pembunuhan dan mutilasi ini berlangsung pada Oktober 2023 lalu. Tapi baru terungkap di awal bulan Januari 2024, setelah kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan, hingga akhirnya mengamankan Abdul Rahman di rumah kosnya pada Kamis 4 Januari 2024.</content:encoded></item></channel></rss>
