<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Joe Biden Sebut Diam-Diam Bekerja Sama dengan Israel untuk Segera Keluar dari Gaza</title><description>Sekelompok pengunjuk rasa kemudian mulai meneriakkan &amp;lsquo;gencatan senjata sekarang.&amp;rsquo;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/09/18/2952005/joe-biden-sebut-diam-diam-bekerja-sama-dengan-israel-untuk-segera-keluar-dari-gaza</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/09/18/2952005/joe-biden-sebut-diam-diam-bekerja-sama-dengan-israel-untuk-segera-keluar-dari-gaza"/><item><title>Joe Biden Sebut Diam-Diam Bekerja Sama dengan Israel untuk Segera Keluar dari Gaza</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/09/18/2952005/joe-biden-sebut-diam-diam-bekerja-sama-dengan-israel-untuk-segera-keluar-dari-gaza</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/09/18/2952005/joe-biden-sebut-diam-diam-bekerja-sama-dengan-israel-untuk-segera-keluar-dari-gaza</guid><pubDate>Selasa 09 Januari 2024 14:23 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/09/18/2952005/joe-biden-sebut-diam-diam-bekerja-sama-dengan-israel-untuk-segera-keluar-dari-gaza-m188ynljHb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden AS Joe Biden mengatakan diam-diam bekerja sama dengan Israel agar keluar dari Gaza (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/09/18/2952005/joe-biden-sebut-diam-diam-bekerja-sama-dengan-israel-untuk-segera-keluar-dari-gaza-m188ynljHb.jpg</image><title>Presiden AS Joe Biden mengatakan diam-diam bekerja sama dengan Israel agar keluar dari Gaza (Foto: AP)</title></images><description>NEW YORK &amp;ndash; Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan pada Senin (8/1/2024) bahwa dia telah berupaya membujuk pemerintah Israel untuk mengurangi atau secara signifikan keluar dari Gaza.

Ia berbicara selama acara kampanye di Gereja Episkopal Metodis Afrika Emanuel di Carolina Selatan &amp;ndash; tempat terjadinya penembakan massal yang mengerikan pada 2015 &amp;ndash; dan disela oleh pengunjuk rasa yang menyerukan gencatan senjata di Jalur Gaza.

&amp;ldquo;Jika Anda benar-benar peduli dengan nyawa yang hilang di sini, Anda harus menghormati nyawa yang hilang dan menyerukan gencatan senjata di Palestina,&amp;rdquo; teriak seorang pengunjuk rasa kepada presiden, merujuk pada penembakan massal yang merenggut nyawa sembilan pengunjung gereja.


BACA JUGA:
Tugas Berat Blinken ke Timur Tengah, agar Perang Israel-Hamas di Gaza Tidak Meluas

Sekelompok pengunjuk rasa kemudian mulai meneriakkan &amp;lsquo;gencatan senjata sekarang.&amp;rsquo;
Pengunjuk rasa ini pun diminta untuk pergi, ketika para pendukung mulai meneriakkan, &amp;ldquo;Empat tahun lagi.&amp;rdquo; Momen tersebut menggarisbawahi perpecahan di dalam Partai Demokrat mengenai masalah ini tiga bulan setelah kampanye militer Israel di Gaza menyusul serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober.


BACA JUGA:
Desak Blinken Soal Gencatan Senjata, Raja Yordania Peringatkan Konsekuensi Bencana Akibat Perang Gaza

Biden memahami protes tersebut. &amp;ldquo;Saya memahami semangat yang ada dan saya secara diam-diam bekerja sama dengan pemerintah Israel untuk mengurangi atau secara signifikan keluar dari Gaza,&amp;rdquo; terangnya.
Setelah pidatonya, wakil manajer kampanye Biden, Quentin Fulks, mengatakan kepada wartawan bahwa Biden mendengarkan semua pendapat Masyarakat.
&amp;ldquo;Tentu saja, presiden mendengarkan. Dia mendengarkan setiap bagian dari basisnya. Itu sebabnya dia ada di sini dan mengapa kami akan terus membawa pesan ini ke mana pun,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;ldquo;Biden sangat bersikeras bahkan ketika orang-orang berbeda pendapat dengan kami, dari sudut pandang kebijakan, kami tetap menghormati dan memahami pandangan mereka,&amp;rdquo; lanjutnya.



Ketika ditanya secara khusus tentang para pengunjuk rasa yang menyerukan gencatan senjata, direktur komunikasi Michael Tyler mengatakan Biden memahami keinginan tersebut.

&amp;ldquo;Presiden mendekati hal ini bukan sebagai seorang politisi, tetapi sebagai seorang manusia dan seorang panglima tertinggi yang melakukan pendekatan ini dari sudut pandang seseorang yang mengutamakan keselamatan Amerika, keamanan global,&amp;rdquo; ujarnya.



Dalam beberapa bulan terakhir, terdapat peningkatan rasa frustrasi internal di kalangan staf pemerintahan Biden mengenai respons presiden setelah serangan Hamas pada 7 Oktober.



Pada November tahun lalu, lebih dari 700 staf dan pejabat politik menandatangani surat yang menyerukan presiden untuk mendukung gencatan senjata dalam konflik Israel-Hamas. Surat tersebut ditandatangani oleh staf yang bekerja di lebih dari 30 departemen dan lembaga, termasuk Badan Perlindungan Lingkungan, Biro Investigasi Federal (FBI) dan Badan Antariksa Amerika Serikat (AS) NASA.



</description><content:encoded>NEW YORK &amp;ndash; Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan pada Senin (8/1/2024) bahwa dia telah berupaya membujuk pemerintah Israel untuk mengurangi atau secara signifikan keluar dari Gaza.

Ia berbicara selama acara kampanye di Gereja Episkopal Metodis Afrika Emanuel di Carolina Selatan &amp;ndash; tempat terjadinya penembakan massal yang mengerikan pada 2015 &amp;ndash; dan disela oleh pengunjuk rasa yang menyerukan gencatan senjata di Jalur Gaza.

&amp;ldquo;Jika Anda benar-benar peduli dengan nyawa yang hilang di sini, Anda harus menghormati nyawa yang hilang dan menyerukan gencatan senjata di Palestina,&amp;rdquo; teriak seorang pengunjuk rasa kepada presiden, merujuk pada penembakan massal yang merenggut nyawa sembilan pengunjung gereja.


BACA JUGA:
Tugas Berat Blinken ke Timur Tengah, agar Perang Israel-Hamas di Gaza Tidak Meluas

Sekelompok pengunjuk rasa kemudian mulai meneriakkan &amp;lsquo;gencatan senjata sekarang.&amp;rsquo;
Pengunjuk rasa ini pun diminta untuk pergi, ketika para pendukung mulai meneriakkan, &amp;ldquo;Empat tahun lagi.&amp;rdquo; Momen tersebut menggarisbawahi perpecahan di dalam Partai Demokrat mengenai masalah ini tiga bulan setelah kampanye militer Israel di Gaza menyusul serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober.


BACA JUGA:
Desak Blinken Soal Gencatan Senjata, Raja Yordania Peringatkan Konsekuensi Bencana Akibat Perang Gaza

Biden memahami protes tersebut. &amp;ldquo;Saya memahami semangat yang ada dan saya secara diam-diam bekerja sama dengan pemerintah Israel untuk mengurangi atau secara signifikan keluar dari Gaza,&amp;rdquo; terangnya.
Setelah pidatonya, wakil manajer kampanye Biden, Quentin Fulks, mengatakan kepada wartawan bahwa Biden mendengarkan semua pendapat Masyarakat.
&amp;ldquo;Tentu saja, presiden mendengarkan. Dia mendengarkan setiap bagian dari basisnya. Itu sebabnya dia ada di sini dan mengapa kami akan terus membawa pesan ini ke mana pun,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;ldquo;Biden sangat bersikeras bahkan ketika orang-orang berbeda pendapat dengan kami, dari sudut pandang kebijakan, kami tetap menghormati dan memahami pandangan mereka,&amp;rdquo; lanjutnya.



Ketika ditanya secara khusus tentang para pengunjuk rasa yang menyerukan gencatan senjata, direktur komunikasi Michael Tyler mengatakan Biden memahami keinginan tersebut.

&amp;ldquo;Presiden mendekati hal ini bukan sebagai seorang politisi, tetapi sebagai seorang manusia dan seorang panglima tertinggi yang melakukan pendekatan ini dari sudut pandang seseorang yang mengutamakan keselamatan Amerika, keamanan global,&amp;rdquo; ujarnya.



Dalam beberapa bulan terakhir, terdapat peningkatan rasa frustrasi internal di kalangan staf pemerintahan Biden mengenai respons presiden setelah serangan Hamas pada 7 Oktober.



Pada November tahun lalu, lebih dari 700 staf dan pejabat politik menandatangani surat yang menyerukan presiden untuk mendukung gencatan senjata dalam konflik Israel-Hamas. Surat tersebut ditandatangani oleh staf yang bekerja di lebih dari 30 departemen dan lembaga, termasuk Badan Perlindungan Lingkungan, Biro Investigasi Federal (FBI) dan Badan Antariksa Amerika Serikat (AS) NASA.



</content:encoded></item></channel></rss>
