<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rute Orang Rohingya Masuk ke Perairan Indonesia</title><description>Ribuan dari mereka mempertaruhkan nyawa setiap tahunnya dalam perjalanan laut yang panjang dan mahal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/09/18/2952097/rute-orang-rohingya-masuk-ke-perairan-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/09/18/2952097/rute-orang-rohingya-masuk-ke-perairan-indonesia"/><item><title>Rute Orang Rohingya Masuk ke Perairan Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/09/18/2952097/rute-orang-rohingya-masuk-ke-perairan-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/09/18/2952097/rute-orang-rohingya-masuk-ke-perairan-indonesia</guid><pubDate>Selasa 09 Januari 2024 17:23 WIB</pubDate><dc:creator>Maria Regina Sekar Arum</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/09/18/2952097/rute-orang-rohingya-masuk-ke-perairan-indonesia-2DN3a9pCH8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rute orang Rohingya masuk ke perairan Indonesia (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/09/18/2952097/rute-orang-rohingya-masuk-ke-perairan-indonesia-2DN3a9pCH8.jpg</image><title>Rute orang Rohingya masuk ke perairan Indonesia (Foto: Reuters)</title></images><description>
JAKARTA - Indonesia bukan negara penandatanganan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Pengungsi tahun 1951, namun memiliki sejarah menerima pengungsi ketika mereka tiba di wilayah Indonesia.

Hampir satu juta warga Rohingya tinggal di kamp-kamp pengungsi di Cox&amp;rsquo;s Bazar dekat perbatasan Bangladesh dengan Myanmar. Sebagian besar setelah melarikan diri dari tindakan keras yang dipimpin militer di Myanmar pada tahun 2017.

Ribuan dari mereka mempertaruhkan nyawa setiap tahunnya dalam perjalanan laut yang panjang dan mahal, yang sering kali dengan perahu kecil yang berlayar dari Bangladesh, untuk mencoba mencapai Malaysia atau Indonesia.


BACA JUGA:
Apakah Benar Rohingya Sengaja Dibawa ke Aceh oleh UNHCR?

Sekitar 300-400 pengungsi Rohingya, termasuk banyak perempuan dan anak-anak, mendarat di pantai di provinsi Aceh timur laut Indonesia.


BACA JUGA:
Menlu RI: Demokrasi dan Stabilitas Myanmar Kunci Selesaikan Isu Rohingya

Mereka menghabiskan berminggu-minggu di laut, yang terbaru dari serangkaian kedatangan yang sebagian besar berasal dari kamp-kamp di Bangladesh. Para pengungsi Rohingya tiba dengan dua perahu.

Satu perahu mendarat di Kabupaten Aceh Besar, dan satu lagi mendarat di desa Blang Raya di Kabupaten Pidie yang beberapa mil ke arah tenggara. Salah satu warga Rohingya mengatakan bahwa kapal mereka telah berada di laut selama enam minggu, para pengungsi tidak memiliki makanan atau minuman yang tersisa.
Melansir situs DW, warga Rohingya yang tinggal di kamp-kamp kumuh mengatakan mereka tidak memiliki akses terhadap pekerjaan atau pendidikan dan sering dilecehkan oleh kelompok kriminal.



Mereka yang bersedia dan mampu melarikan diri dan berupaya mencapai Indonesia atau Malaysia melalui laut, umumnya melakukan penyebrangan pada akhir tahun, ketika kondisi mendukung.



Rute yang dilalui oleh pengungsi Rohingya sebelum mendarat di Indonesia melalui Laut Andaman. Dari Bangladesh, lalu masuk ke perairan Malaysia hingga akhirnya sampai di Indonesia dan mendarat di Pantai Aceh timur laut Indonesia.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Indonesia bukan negara penandatanganan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Pengungsi tahun 1951, namun memiliki sejarah menerima pengungsi ketika mereka tiba di wilayah Indonesia.

Hampir satu juta warga Rohingya tinggal di kamp-kamp pengungsi di Cox&amp;rsquo;s Bazar dekat perbatasan Bangladesh dengan Myanmar. Sebagian besar setelah melarikan diri dari tindakan keras yang dipimpin militer di Myanmar pada tahun 2017.

Ribuan dari mereka mempertaruhkan nyawa setiap tahunnya dalam perjalanan laut yang panjang dan mahal, yang sering kali dengan perahu kecil yang berlayar dari Bangladesh, untuk mencoba mencapai Malaysia atau Indonesia.


BACA JUGA:
Apakah Benar Rohingya Sengaja Dibawa ke Aceh oleh UNHCR?

Sekitar 300-400 pengungsi Rohingya, termasuk banyak perempuan dan anak-anak, mendarat di pantai di provinsi Aceh timur laut Indonesia.


BACA JUGA:
Menlu RI: Demokrasi dan Stabilitas Myanmar Kunci Selesaikan Isu Rohingya

Mereka menghabiskan berminggu-minggu di laut, yang terbaru dari serangkaian kedatangan yang sebagian besar berasal dari kamp-kamp di Bangladesh. Para pengungsi Rohingya tiba dengan dua perahu.

Satu perahu mendarat di Kabupaten Aceh Besar, dan satu lagi mendarat di desa Blang Raya di Kabupaten Pidie yang beberapa mil ke arah tenggara. Salah satu warga Rohingya mengatakan bahwa kapal mereka telah berada di laut selama enam minggu, para pengungsi tidak memiliki makanan atau minuman yang tersisa.
Melansir situs DW, warga Rohingya yang tinggal di kamp-kamp kumuh mengatakan mereka tidak memiliki akses terhadap pekerjaan atau pendidikan dan sering dilecehkan oleh kelompok kriminal.



Mereka yang bersedia dan mampu melarikan diri dan berupaya mencapai Indonesia atau Malaysia melalui laut, umumnya melakukan penyebrangan pada akhir tahun, ketika kondisi mendukung.



Rute yang dilalui oleh pengungsi Rohingya sebelum mendarat di Indonesia melalui Laut Andaman. Dari Bangladesh, lalu masuk ke perairan Malaysia hingga akhirnya sampai di Indonesia dan mendarat di Pantai Aceh timur laut Indonesia.

</content:encoded></item></channel></rss>
