<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Penyelesaian Masalah Bukan Pemecahan Masalah   </title><description>Gus Dur kerap melontarkan humor cerdas yang tak lekang oleh zaman.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/09/337/2951604/humor-gus-dur-penyelesaian-masalah-bukan-pemecahan-masalah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/09/337/2951604/humor-gus-dur-penyelesaian-masalah-bukan-pemecahan-masalah"/><item><title>Humor Gus Dur: Penyelesaian Masalah Bukan Pemecahan Masalah   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/09/337/2951604/humor-gus-dur-penyelesaian-masalah-bukan-pemecahan-masalah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/09/337/2951604/humor-gus-dur-penyelesaian-masalah-bukan-pemecahan-masalah</guid><pubDate>Selasa 09 Januari 2024 05:08 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/08/337/2951604/humor-gus-dur-penyelesaian-masalah-bukan-pemecahan-masalah-emc8vejHfT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gus Dur (Foto : Dok Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/08/337/2951604/humor-gus-dur-penyelesaian-masalah-bukan-pemecahan-masalah-emc8vejHfT.jpg</image><title>Gus Dur (Foto : Dok Ist)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wNy8xLzE3NTg2OC81L3g4cjhlMHc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PRESIDEN Ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur kerap melontarkan humor cerdas yang tak lekang oleh zaman. Bahkan masyarakat bisa belajar banyak dari humor-humornya.

Salah satunya ketika di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terjadi konflik. Konflik ini seakan tak menemui titik ujung sehingga tidak sedikit menguras elemen-elemen yang ada di dalamnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mahfud MD Ternyata Sosok Istimewa di Mata Gus Dur

Diceritakan oleh Maman Imanulhaq dalam bukunya &amp;lsquo;Fatwa dan Canda Gus Dur&amp;rsquo; (2010), dilansir dari NU Online, cucu KH Hasyim Asy&amp;rsquo;ari tersebut tetap memperlihatkan optimisme tinggi kepada para kadernya. Mereka menyadari bahwa setiap konflik menyimpan banyak pendewasaan terhadap diri seseorang.

BACA JUGA:
Mahfud MD : Gus Dur Bilang Demokrasi Bukan Pasar

Gus Dur memandang seluruh masalah dengan optimisme. Menurutnya, masalah itu dibagi menjadi tiga, ada yang bisa diselesaikan dengan cepat, ada yang bisa diselesaikan tetapi lambat, dan ada yang tidak bisa diselesaikan. Sebab itu, serahkan semuanya kepada Allah, tawakaltu &amp;lsquo;alallah.Gus Dur menegaskan bahwa yang benar ialah penyelesaian masalah bukan pemecahan masalah. Karena kalau pemecahan, maka satu masalah bisa &amp;lsquo;pecah&amp;rsquo; jadi beberapa masalah. Karenanya, kata Gus Dur, partai ini banyak dikatakan orang sebagai PKB, yaitu Partai Konflik Berkepanjangan.

Seketika, orang-orang di sekelilingnya tertawa mendengar plesetan kepanjangan tersebut. Mereka memang sedih mendengarnya, tetapi campur bahagia karena salah satu keistimewaan Gus Dur ialah mampu menertawakan kekurangannya sendiri, yaitu yang ada dalam partai yang didirikannya.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wNy8xLzE3NTg2OC81L3g4cjhlMHc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PRESIDEN Ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur kerap melontarkan humor cerdas yang tak lekang oleh zaman. Bahkan masyarakat bisa belajar banyak dari humor-humornya.

Salah satunya ketika di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terjadi konflik. Konflik ini seakan tak menemui titik ujung sehingga tidak sedikit menguras elemen-elemen yang ada di dalamnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mahfud MD Ternyata Sosok Istimewa di Mata Gus Dur

Diceritakan oleh Maman Imanulhaq dalam bukunya &amp;lsquo;Fatwa dan Canda Gus Dur&amp;rsquo; (2010), dilansir dari NU Online, cucu KH Hasyim Asy&amp;rsquo;ari tersebut tetap memperlihatkan optimisme tinggi kepada para kadernya. Mereka menyadari bahwa setiap konflik menyimpan banyak pendewasaan terhadap diri seseorang.

BACA JUGA:
Mahfud MD : Gus Dur Bilang Demokrasi Bukan Pasar

Gus Dur memandang seluruh masalah dengan optimisme. Menurutnya, masalah itu dibagi menjadi tiga, ada yang bisa diselesaikan dengan cepat, ada yang bisa diselesaikan tetapi lambat, dan ada yang tidak bisa diselesaikan. Sebab itu, serahkan semuanya kepada Allah, tawakaltu &amp;lsquo;alallah.Gus Dur menegaskan bahwa yang benar ialah penyelesaian masalah bukan pemecahan masalah. Karena kalau pemecahan, maka satu masalah bisa &amp;lsquo;pecah&amp;rsquo; jadi beberapa masalah. Karenanya, kata Gus Dur, partai ini banyak dikatakan orang sebagai PKB, yaitu Partai Konflik Berkepanjangan.

Seketika, orang-orang di sekelilingnya tertawa mendengar plesetan kepanjangan tersebut. Mereka memang sedih mendengarnya, tetapi campur bahagia karena salah satu keistimewaan Gus Dur ialah mampu menertawakan kekurangannya sendiri, yaitu yang ada dalam partai yang didirikannya.



</content:encoded></item></channel></rss>
