<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bicara Ekonomi Hijau, Ganjar Pranowo Ingin Buat Ekosistem Industrialisasi Berbasis ESG dan Libatkan Anak Muda</title><description>Apalagi, di tengah kondisi perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/09/337/2951740/bicara-ekonomi-hijau-ganjar-pranowo-ingin-buat-ekosistem-industrialisasi-berbasis-esg-dan-libatkan-anak-muda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/09/337/2951740/bicara-ekonomi-hijau-ganjar-pranowo-ingin-buat-ekosistem-industrialisasi-berbasis-esg-dan-libatkan-anak-muda"/><item><title>Bicara Ekonomi Hijau, Ganjar Pranowo Ingin Buat Ekosistem Industrialisasi Berbasis ESG dan Libatkan Anak Muda</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/09/337/2951740/bicara-ekonomi-hijau-ganjar-pranowo-ingin-buat-ekosistem-industrialisasi-berbasis-esg-dan-libatkan-anak-muda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/09/337/2951740/bicara-ekonomi-hijau-ganjar-pranowo-ingin-buat-ekosistem-industrialisasi-berbasis-esg-dan-libatkan-anak-muda</guid><pubDate>Selasa 09 Januari 2024 06:05 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/09/337/2951740/bicara-ekonomi-hijau-ganjar-pranowo-ingin-buat-ekosistem-industrialisasi-berbasis-esg-dan-libatkan-anak-muda-LozI7w0qje.JPG" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/09/337/2951740/bicara-ekonomi-hijau-ganjar-pranowo-ingin-buat-ekosistem-industrialisasi-berbasis-esg-dan-libatkan-anak-muda-LozI7w0qje.JPG</image><title></title></images><description>JAKARTA - Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo menginginkan membuat ekosistem industrialisasi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG). Apalagi, di tengah kondisi perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.

Hal itu Ganjar utarakan di acara DEMOKR(E)ASI, di Gedung Serbaguna GBK, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2024). Menurutnya, perubahan iklim dan kerusakan lingkungan perlu dikontrol, salah satunya di sektor industrialisasi.

&quot;Industrialisasi yang memenuhi kebutuhan, yang tetap menyerap tenaga kerja, yang tetap kawan-kawan muda bisa dapatkan akses ke pekerjaan, tapi kita musti melakukan kontrol ya g ketat, suka tidal suka, mau tidak mau,&quot; tutur Ganjar.

Untuk itu, capres yang didukung Partai Perindo ini pun merasa perlu adanya kontrol industrialisasi berbasis ESG. &quot;Maka kalo kita bicara, ada ESG, jadi dari sisi ekologinya ya iya, socialnya ya iya, good governance-nya ya iya juga musti berjalan,&quot; kata Ganjar.

&quot;Jadi kalau mau eksploitasi boleh, tapi aspek lingkungannya dijaga, dan tidak boleh ugal-ugalan,&quot; tambahnya.

Ganjar pun menyontohkan ekosistem industrialisasi di Amerika Serikat. Ia berkata, produk baterai di negeri Paman Sam diatur ketat mulai dari proses produksi hingga mendaur ulang.


BACA JUGA:
500 Paket Minyak Goreng Ludes dalam Pasar Murah Perindo di Gianyar Bali


&quot;Kita mau pindahkan dari energi fosil, mau geser ke baterai, entar kalau batrainya dah banyak, kalau dah rusak, dibuang kemana, bagaimana ini musti didaur ulang? Siapa yang mau bekerja di bidang ini?&quot; tanya Ganjar.

Kendati demikian, Ganjar merasa lembaga pendidikan dalam negeri juga perlu membuka jurusan research and development. Dengan begitu, ia merasa, anak muda juga bisa ikut turut serta membentuk ekonomi hijau.


Ganjar yang dikenal dengan sosok merakyat ini pun mengaku pernah berkomunikasi dengan Carina Citra Dewi Joe, ilmuwan yang menemukan vaksin Oxford Astrazeneca.



Maka pada saat itulah kami kemudian berdiskusi, menarik yang disampaikan. Dia sudah pulang, saya ajak gabung, tetapi sekarang lagi kerja di Australia, anak ini mau dan dia bicara bioscience. Ini contoh saja,&quot; tuturnya.



&quot;Jadi anak muda bisa terlibat, termasuk cerita ini. Antara ekonomi dan lingkungan hidup, tadi yang musti kita atur betul, dan teknologi berkualitas investasi. Menjaga lingkungan, menyerap tenaga kerja,&quot; imbuhnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo menginginkan membuat ekosistem industrialisasi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG). Apalagi, di tengah kondisi perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.

Hal itu Ganjar utarakan di acara DEMOKR(E)ASI, di Gedung Serbaguna GBK, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2024). Menurutnya, perubahan iklim dan kerusakan lingkungan perlu dikontrol, salah satunya di sektor industrialisasi.

&quot;Industrialisasi yang memenuhi kebutuhan, yang tetap menyerap tenaga kerja, yang tetap kawan-kawan muda bisa dapatkan akses ke pekerjaan, tapi kita musti melakukan kontrol ya g ketat, suka tidal suka, mau tidak mau,&quot; tutur Ganjar.

Untuk itu, capres yang didukung Partai Perindo ini pun merasa perlu adanya kontrol industrialisasi berbasis ESG. &quot;Maka kalo kita bicara, ada ESG, jadi dari sisi ekologinya ya iya, socialnya ya iya, good governance-nya ya iya juga musti berjalan,&quot; kata Ganjar.

&quot;Jadi kalau mau eksploitasi boleh, tapi aspek lingkungannya dijaga, dan tidak boleh ugal-ugalan,&quot; tambahnya.

Ganjar pun menyontohkan ekosistem industrialisasi di Amerika Serikat. Ia berkata, produk baterai di negeri Paman Sam diatur ketat mulai dari proses produksi hingga mendaur ulang.


BACA JUGA:
500 Paket Minyak Goreng Ludes dalam Pasar Murah Perindo di Gianyar Bali


&quot;Kita mau pindahkan dari energi fosil, mau geser ke baterai, entar kalau batrainya dah banyak, kalau dah rusak, dibuang kemana, bagaimana ini musti didaur ulang? Siapa yang mau bekerja di bidang ini?&quot; tanya Ganjar.

Kendati demikian, Ganjar merasa lembaga pendidikan dalam negeri juga perlu membuka jurusan research and development. Dengan begitu, ia merasa, anak muda juga bisa ikut turut serta membentuk ekonomi hijau.


Ganjar yang dikenal dengan sosok merakyat ini pun mengaku pernah berkomunikasi dengan Carina Citra Dewi Joe, ilmuwan yang menemukan vaksin Oxford Astrazeneca.



Maka pada saat itulah kami kemudian berdiskusi, menarik yang disampaikan. Dia sudah pulang, saya ajak gabung, tetapi sekarang lagi kerja di Australia, anak ini mau dan dia bicara bioscience. Ini contoh saja,&quot; tuturnya.



&quot;Jadi anak muda bisa terlibat, termasuk cerita ini. Antara ekonomi dan lingkungan hidup, tadi yang musti kita atur betul, dan teknologi berkualitas investasi. Menjaga lingkungan, menyerap tenaga kerja,&quot; imbuhnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
