<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Program Internet Gratis Ganjar-Mahfud Disambut Antusias Guru dan Pelajar</title><description>Program internet gratis Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, mendapat sambutan positif dari kalangan pelajar dan guru.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/09/337/2951941/program-internet-gratis-ganjar-mahfud-disambut-antusias-guru-dan-pelajar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/09/337/2951941/program-internet-gratis-ganjar-mahfud-disambut-antusias-guru-dan-pelajar"/><item><title>Program Internet Gratis Ganjar-Mahfud Disambut Antusias Guru dan Pelajar</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/09/337/2951941/program-internet-gratis-ganjar-mahfud-disambut-antusias-guru-dan-pelajar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/09/337/2951941/program-internet-gratis-ganjar-mahfud-disambut-antusias-guru-dan-pelajar</guid><pubDate>Selasa 09 Januari 2024 13:10 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/09/337/2951941/program-internet-gratis-ganjar-mahfud-disambut-antusias-guru-dan-pelajar-ALV7zSPx2d.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo dan Mahfud MD (Foto: Instagram Ganjar Pranowo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/09/337/2951941/program-internet-gratis-ganjar-mahfud-disambut-antusias-guru-dan-pelajar-ALV7zSPx2d.jpg</image><title>Ganjar Pranowo dan Mahfud MD (Foto: Instagram Ganjar Pranowo)</title></images><description>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wNy8xLzE3NTg5NS81L3g4cjh0OWg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Program internet gratis di seluruh Indonesia (GratisIn) yang dicanangkan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, mendapat sambutan positif dari kalangan pelajar dan guru.

Mereka menyambut baik program tersebut mengingat pentingnya akses internet sebagai kebutuhan dasar setiap pelajar di seluruh Indonesia. Sebelumnya, pelajar seringkali harus merogoh kocek untuk membeli kuota internet, dan dengan adanya program GratisIn diharapkan dapat memberikan keringanan finansial.

BACA JUGA:
Disambut Riuh Pendukung, Ganjar Pranowo: Kalau Satu Komando Pasti Menang


Salah seorang guru SMA swasta di Jakarta, Rahayu, mengapresiasi program Ganjar-Mahfud menyediakan internet gratis di seluruh Indonesia. Diakuinya, sebagian besar sekolah telah mengandalkan kuota internet yang disediakan sekolah untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar.

Namun, terbatasnya kuota sering membuat siswa terpaksa harus membeli kuota sendiri lantaran tak diberikan password Wifi. Dengan adanya internet gratis, diharapkan pelajar dapat lebih leluasa menggunakan fasilitas ini tanpa memikirkan biaya tambahan.

BACA JUGA:
Pakai Kemeja Sat Set, Ganjar Pranowo Diteriaki Presiden saat Temui Nelayan di Cilacap&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Apalagi, satu orang siswa biasanya menghabiskan rata-rata Rp50 ribu per minggu untuk membeli kuota internet, baik untuk ponsel maupun laptop.

&quot;Jika Pemerintah menyediakan spot internet gratis di setiap sekolah dan tempat umum dengan kecepatan yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, pasti sangat membantu pelajar untuk memaksimalkan teknologi untuk belajar,&quot; ujar Rahayu dalam keterangannya, dikutip Selasa (9/1/2024).

Sambutan baik juga diungkapkan pelajar di Jakarta. Mereka berharap adanya lebih banyak area dengan akses internet gratis dan kecepatan tinggi yang dapat mendukung proses belajar dan memperluas interaksi sosial dengan pelajar lain di seluruh dunia.

Seorang pelajar di Jakarta Timur, David Togar, menegaskan bahwa internet tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga sebagai sumber informasi dan platform untuk berinteraksi dengan pelajar dari berbagai belahan dunia.



Meskipun demikian, ia mengakui bahwa selama ini ia harus membeli kuota sendiri atau mengeluarkan uang di tempat umum untuk mengakses internet.

BACA JUGA:
Dihadiri Ganjar, Ribuan Orang Ramaikan Haul ke-65 KH Badawi Hanafi di Ponpes Al Ihya Ulumuddin Cilacap




Pelajar seperti David berharap agar program internet gratis dapat diimplementasikan secara merata di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, sehingga seluruh pelajar bisa mengakses internet dengan mudah.



Program GratisIn diluncurkan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin 1 Januari 2024. Bahkan, bukan hanya untuk pelajar, program ini juga diharapkan dapat mendukung perkembangan bisnis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta membantu pekerja lapangan.

</description><content:encoded>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wNy8xLzE3NTg5NS81L3g4cjh0OWg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Program internet gratis di seluruh Indonesia (GratisIn) yang dicanangkan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, mendapat sambutan positif dari kalangan pelajar dan guru.

Mereka menyambut baik program tersebut mengingat pentingnya akses internet sebagai kebutuhan dasar setiap pelajar di seluruh Indonesia. Sebelumnya, pelajar seringkali harus merogoh kocek untuk membeli kuota internet, dan dengan adanya program GratisIn diharapkan dapat memberikan keringanan finansial.

BACA JUGA:
Disambut Riuh Pendukung, Ganjar Pranowo: Kalau Satu Komando Pasti Menang


Salah seorang guru SMA swasta di Jakarta, Rahayu, mengapresiasi program Ganjar-Mahfud menyediakan internet gratis di seluruh Indonesia. Diakuinya, sebagian besar sekolah telah mengandalkan kuota internet yang disediakan sekolah untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar.

Namun, terbatasnya kuota sering membuat siswa terpaksa harus membeli kuota sendiri lantaran tak diberikan password Wifi. Dengan adanya internet gratis, diharapkan pelajar dapat lebih leluasa menggunakan fasilitas ini tanpa memikirkan biaya tambahan.

BACA JUGA:
Pakai Kemeja Sat Set, Ganjar Pranowo Diteriaki Presiden saat Temui Nelayan di Cilacap&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Apalagi, satu orang siswa biasanya menghabiskan rata-rata Rp50 ribu per minggu untuk membeli kuota internet, baik untuk ponsel maupun laptop.

&quot;Jika Pemerintah menyediakan spot internet gratis di setiap sekolah dan tempat umum dengan kecepatan yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, pasti sangat membantu pelajar untuk memaksimalkan teknologi untuk belajar,&quot; ujar Rahayu dalam keterangannya, dikutip Selasa (9/1/2024).

Sambutan baik juga diungkapkan pelajar di Jakarta. Mereka berharap adanya lebih banyak area dengan akses internet gratis dan kecepatan tinggi yang dapat mendukung proses belajar dan memperluas interaksi sosial dengan pelajar lain di seluruh dunia.

Seorang pelajar di Jakarta Timur, David Togar, menegaskan bahwa internet tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga sebagai sumber informasi dan platform untuk berinteraksi dengan pelajar dari berbagai belahan dunia.



Meskipun demikian, ia mengakui bahwa selama ini ia harus membeli kuota sendiri atau mengeluarkan uang di tempat umum untuk mengakses internet.

BACA JUGA:
Dihadiri Ganjar, Ribuan Orang Ramaikan Haul ke-65 KH Badawi Hanafi di Ponpes Al Ihya Ulumuddin Cilacap




Pelajar seperti David berharap agar program internet gratis dapat diimplementasikan secara merata di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, sehingga seluruh pelajar bisa mengakses internet dengan mudah.



Program GratisIn diluncurkan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin 1 Januari 2024. Bahkan, bukan hanya untuk pelajar, program ini juga diharapkan dapat mendukung perkembangan bisnis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta membantu pekerja lapangan.

</content:encoded></item></channel></rss>
