<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ganjar Bilang Tidak Adanya Data MEF, Road Map Pertahanan Jadi Tak Jelas</title><description>Ganjar mengaku sudah mencari di data Kemhan terkait capaian MEF terbaru dan tidak menemukan angka capaian tersebut.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/09/337/2951985/ganjar-bilang-tidak-adanya-data-mef-road-map-pertahanan-jadi-tak-jelas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/09/337/2951985/ganjar-bilang-tidak-adanya-data-mef-road-map-pertahanan-jadi-tak-jelas"/><item><title>Ganjar Bilang Tidak Adanya Data MEF, Road Map Pertahanan Jadi Tak Jelas</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/09/337/2951985/ganjar-bilang-tidak-adanya-data-mef-road-map-pertahanan-jadi-tak-jelas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/09/337/2951985/ganjar-bilang-tidak-adanya-data-mef-road-map-pertahanan-jadi-tak-jelas</guid><pubDate>Selasa 09 Januari 2024 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/09/337/2951985/ganjar-bilang-tidak-adanya-data-mef-road-map-pertahanan-jadi-tak-jelas-1OaBDrPJc2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/09/337/2951985/ganjar-bilang-tidak-adanya-data-mef-road-map-pertahanan-jadi-tak-jelas-1OaBDrPJc2.jpg</image><title>Ganjar Pranowo (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wNy8xLzE3NTkwMS81L3g4cjh3MjM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

CILACAP - Calon Presiden (Capres) nomor urut 3 dalam Pilpres 2024, Ganjar Pranowo mengatakan dirinya tidak ditemukannya capaian Minimum Esensial Force (MEF) dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI.

Hal tersebut ia jelaskan terkait Prabowo Subianto yang menolak menjawab data MEF saat sesi debat Capres di Istora Senayan Jakarta pada akhir pekan lalu.


BACA JUGA:
Bantah Jokowi, Ganjar: Itu Data Pertahanan Umum, Bukan dari Dalam Negeri&amp;nbsp;&amp;nbsp;


Ganjar mengaku heran data MEF yang ia minta dibuka dalam sesi debat kepada Prabowo Subianto justru dimaknai untuk membuka seluruh data pertahanan militer Indonesia.

&quot;Larinya malah ke mana-mana. Saya enggak bongkar-bongkar. Bahkan saya sekarang ikuti di media,&quot; ujar Ganjar Pranowo, usai melakukan pertemuan dengan kelompok nelayan di Kantor HNSI Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (9/1/2024) siang.


BACA JUGA:
KSAL: Masalah Anggaran Jadi Penyebab MEF TNI AL Belum Tercapai


Ganjar Pranowo mengaku sudah mencari di data Kemhan terkait capaian MEF terbaru dan tidak menemukan angka capaian tersebut.

&quot;Saya waktu mencari data itu (MEF), saya tidak menemukan di Kementerian Pertahanan. Justru kita bertanya-tanya,&quot; ucap Ganjar Pranowo.Ganjar Pranowo justru menilai ada hal tidak transparan perihal capaian MEF Indonesia.

&quot;Apakah karena ini tidak ada buku putih pertahanan sehingga kita blank tidak bisa membaca? Ataukah kemudahan sengaja tidak ditampilkan?&quot; ujarnya.


BACA JUGA:
Jokowi Tak Hadiri HUT Ke-51 PDIP, Ganjar: Urusan Negara Nomor Satu


Dengan tidak adanya data MEF, Ganjar mengatakan, akan membuat road map pertahanan menjadi tidak jelas.

&quot;Justru kemarin itu kita ingin membuka, maka kalau ada yang mengatakan tidak mengedukasi, saya heran. Justru saya mengedukasi. Eh, kita tidak punya buku putih pertahanan loh. Dan di seluruh dunia ada, maka kita road map menjadi tidak jelas maka berubah-ubah,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wNy8xLzE3NTkwMS81L3g4cjh3MjM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

CILACAP - Calon Presiden (Capres) nomor urut 3 dalam Pilpres 2024, Ganjar Pranowo mengatakan dirinya tidak ditemukannya capaian Minimum Esensial Force (MEF) dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI.

Hal tersebut ia jelaskan terkait Prabowo Subianto yang menolak menjawab data MEF saat sesi debat Capres di Istora Senayan Jakarta pada akhir pekan lalu.


BACA JUGA:
Bantah Jokowi, Ganjar: Itu Data Pertahanan Umum, Bukan dari Dalam Negeri&amp;nbsp;&amp;nbsp;


Ganjar mengaku heran data MEF yang ia minta dibuka dalam sesi debat kepada Prabowo Subianto justru dimaknai untuk membuka seluruh data pertahanan militer Indonesia.

&quot;Larinya malah ke mana-mana. Saya enggak bongkar-bongkar. Bahkan saya sekarang ikuti di media,&quot; ujar Ganjar Pranowo, usai melakukan pertemuan dengan kelompok nelayan di Kantor HNSI Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (9/1/2024) siang.


BACA JUGA:
KSAL: Masalah Anggaran Jadi Penyebab MEF TNI AL Belum Tercapai


Ganjar Pranowo mengaku sudah mencari di data Kemhan terkait capaian MEF terbaru dan tidak menemukan angka capaian tersebut.

&quot;Saya waktu mencari data itu (MEF), saya tidak menemukan di Kementerian Pertahanan. Justru kita bertanya-tanya,&quot; ucap Ganjar Pranowo.Ganjar Pranowo justru menilai ada hal tidak transparan perihal capaian MEF Indonesia.

&quot;Apakah karena ini tidak ada buku putih pertahanan sehingga kita blank tidak bisa membaca? Ataukah kemudahan sengaja tidak ditampilkan?&quot; ujarnya.


BACA JUGA:
Jokowi Tak Hadiri HUT Ke-51 PDIP, Ganjar: Urusan Negara Nomor Satu


Dengan tidak adanya data MEF, Ganjar mengatakan, akan membuat road map pertahanan menjadi tidak jelas.

&quot;Justru kemarin itu kita ingin membuka, maka kalau ada yang mengatakan tidak mengedukasi, saya heran. Justru saya mengedukasi. Eh, kita tidak punya buku putih pertahanan loh. Dan di seluruh dunia ada, maka kita road map menjadi tidak jelas maka berubah-ubah,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
