<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TPN Tepis Terjadi Bully: Prabowo Justru Kerap Setuju dengan Gagasan Ganjar</title><description>Ronny menegaskan, bahwa forum debat memang dimaksudkan sebagai ajang menguji visi-misi, strategi, dan kebijakan Paslon.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/09/337/2952120/tpn-tepis-terjadi-bully-prabowo-justru-kerap-setuju-dengan-gagasan-ganjar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/09/337/2952120/tpn-tepis-terjadi-bully-prabowo-justru-kerap-setuju-dengan-gagasan-ganjar"/><item><title>TPN Tepis Terjadi Bully: Prabowo Justru Kerap Setuju dengan Gagasan Ganjar</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/09/337/2952120/tpn-tepis-terjadi-bully-prabowo-justru-kerap-setuju-dengan-gagasan-ganjar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/09/337/2952120/tpn-tepis-terjadi-bully-prabowo-justru-kerap-setuju-dengan-gagasan-ganjar</guid><pubDate>Selasa 09 Januari 2024 17:32 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/09/337/2952120/tpn-tepis-terjadi-bully-prabowo-justru-kerap-setuju-dengan-gagasan-ganjar-SAF8zwXSup.jpg" expression="full" type="image/jpeg">TPN Ganjar-Mahfud, Ronny Talapessy (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/09/337/2952120/tpn-tepis-terjadi-bully-prabowo-justru-kerap-setuju-dengan-gagasan-ganjar-SAF8zwXSup.jpg</image><title>TPN Ganjar-Mahfud, Ronny Talapessy (Foto: MPI)</title></images><description>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wNy8xLzE3NTkwMS81L3g4cjh3MjM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Ronny Talapessy menepis narasi di sosial media seolah-olah Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo ikut membully Capres Prabowo Subianto dalam debat ketiga Pilpres 2024.

Ronny menegaskan, bahwa forum debat memang dimaksudkan sebagai ajang menguji visi-misi, strategi, dan kebijakan pasangan calon (Paslon). Untuk itu, rakyat berhak mengetahui lebih detail mau dibawa ke mana nasib mereka.

&quot;Tentu ada banyak dinamika dalam sebuah forum debat dan itu sangat biasa dalam tradisi demokrasi,&quot; ujar Ronny dalam keterangannya, dikutip Selasa (9/1/2024).

BACA JUGA:
Ganjar Akan Tunjuk Jenderal Bintang Tiga Polri Pimpin Keamanan Siber


Kemudian, sambung Ronny, pertanyaan Ganjar soal data dalam forum debat itu juga masih sangat wajar dalam konteks membangun kekuatan argumentasi. Tidak terlihat sekalipun ada tendensi membully.

&quot;Kalau Pak Ganjar mau membully, tidak mungkin Pak Prabowo berkali-kali menyatakan setuju dan terkesan kagum dengan gagasan-gagasan yang diutarakan Pak Ganjar. Bahkan, kami mencatat tidak hanya sekali Pak Prabowo menyatakan setuju dengan Pak Ganjar selama debat berlangsung,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Masih Ada Blusukan di Jateng, Ganjar Ditelepon Harus ke Jakarta Hadiri HUT Ke-51 PDIP


Ronny mengajak semua pihak perlu semakin dewasa berdemokrasi. Debat Capres adalah media yang baik untuk pendidikan politik bangsa.

Tentu ada batas-batas seperti tidak boleh mencaci dan tidak boleh ad hominem. Namun, tidak perlu pula disimpulkan dengan cepat seolah-olah ada bully-membully dalam debat kemarin.

&quot;Semua pihak tidak perlu baper saat mendiskusikan kebijakan yang akan menentukan nasib jutaan rakyat Indonesia,&quot; ujarnya.


&quot;Hemat saya, narasi Pak Prabowo menjadi korban bully sebaiknya dihentikan. Ketidakmampuan meyakinkan visi dan strategi di forum rasional adu gagasan tidak perlu ditutupi dengan cara-cara playing victim dan dramaturgi politik ala sinetron,&quot; imbuhnya.



Ronny menegaskan, kalau hal semacam itu dibiarkan, justru narasi korban bully ini malah membuat publik bertanya, ke mana sosok Prabowo yang selama ini membranding diri sebagai figur yang tegas, tahan banting, berjiwa muda, serta eks militer yang sangat demokratis itu?.

</description><content:encoded>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wNy8xLzE3NTkwMS81L3g4cjh3MjM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Ronny Talapessy menepis narasi di sosial media seolah-olah Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo ikut membully Capres Prabowo Subianto dalam debat ketiga Pilpres 2024.

Ronny menegaskan, bahwa forum debat memang dimaksudkan sebagai ajang menguji visi-misi, strategi, dan kebijakan pasangan calon (Paslon). Untuk itu, rakyat berhak mengetahui lebih detail mau dibawa ke mana nasib mereka.

&quot;Tentu ada banyak dinamika dalam sebuah forum debat dan itu sangat biasa dalam tradisi demokrasi,&quot; ujar Ronny dalam keterangannya, dikutip Selasa (9/1/2024).

BACA JUGA:
Ganjar Akan Tunjuk Jenderal Bintang Tiga Polri Pimpin Keamanan Siber


Kemudian, sambung Ronny, pertanyaan Ganjar soal data dalam forum debat itu juga masih sangat wajar dalam konteks membangun kekuatan argumentasi. Tidak terlihat sekalipun ada tendensi membully.

&quot;Kalau Pak Ganjar mau membully, tidak mungkin Pak Prabowo berkali-kali menyatakan setuju dan terkesan kagum dengan gagasan-gagasan yang diutarakan Pak Ganjar. Bahkan, kami mencatat tidak hanya sekali Pak Prabowo menyatakan setuju dengan Pak Ganjar selama debat berlangsung,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Masih Ada Blusukan di Jateng, Ganjar Ditelepon Harus ke Jakarta Hadiri HUT Ke-51 PDIP


Ronny mengajak semua pihak perlu semakin dewasa berdemokrasi. Debat Capres adalah media yang baik untuk pendidikan politik bangsa.

Tentu ada batas-batas seperti tidak boleh mencaci dan tidak boleh ad hominem. Namun, tidak perlu pula disimpulkan dengan cepat seolah-olah ada bully-membully dalam debat kemarin.

&quot;Semua pihak tidak perlu baper saat mendiskusikan kebijakan yang akan menentukan nasib jutaan rakyat Indonesia,&quot; ujarnya.


&quot;Hemat saya, narasi Pak Prabowo menjadi korban bully sebaiknya dihentikan. Ketidakmampuan meyakinkan visi dan strategi di forum rasional adu gagasan tidak perlu ditutupi dengan cara-cara playing victim dan dramaturgi politik ala sinetron,&quot; imbuhnya.



Ronny menegaskan, kalau hal semacam itu dibiarkan, justru narasi korban bully ini malah membuat publik bertanya, ke mana sosok Prabowo yang selama ini membranding diri sebagai figur yang tegas, tahan banting, berjiwa muda, serta eks militer yang sangat demokratis itu?.

</content:encoded></item></channel></rss>
