<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gempa Besar M5,3 Guncang Kaimana Papua Barat, Ini Analisis BMKG</title><description>Dari hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/09/340/2951963/gempa-besar-m5-3-guncang-kaimana-papua-barat-ini-analisis-bmkg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/09/340/2951963/gempa-besar-m5-3-guncang-kaimana-papua-barat-ini-analisis-bmkg"/><item><title>Gempa Besar M5,3 Guncang Kaimana Papua Barat, Ini Analisis BMKG</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/09/340/2951963/gempa-besar-m5-3-guncang-kaimana-papua-barat-ini-analisis-bmkg</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/09/340/2951963/gempa-besar-m5-3-guncang-kaimana-papua-barat-ini-analisis-bmkg</guid><pubDate>Selasa 09 Januari 2024 13:43 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/09/340/2951963/gempa-besar-m5-3-guncang-kaimana-papua-barat-ini-analisis-bmkg-ec1Mmp7rbE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gempa Besar Guncang Papua/Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/09/340/2951963/gempa-besar-m5-3-guncang-kaimana-papua-barat-ini-analisis-bmkg-ec1Mmp7rbE.jpg</image><title>Gempa Besar Guncang Papua/Foto: Okezone</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wMy8xLzE3NTc2My81L3g4cjQ5Yzc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa dengan kekuatan M5,3 mengguncang wilayah Tenggara Kaimana, Papua Barat, Selasa 9 Januari 2024 pukul 12.25.24 WIB.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 4,53&amp;deg; LS ; 133,95&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 138 Km arah Tenggara Kaimana, Papua Barat pada kedalaman 10 km.


Gempa M5,3 Guncang Kaimana Papua Barat

&quot;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya deformasi batuan di zona Graben Aru,&quot; ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono.
Dia mengatakan, dari hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun ( normal fault ).


Gempa M5,1 Guncang Pulau Nias Sumut, Tak Berpotensi Tsunami

Berdasarkan estimasi peta guncangan ( shakemap ), gempabumi ini menimbulkan guncangan di daerah Kaimana dengan skala intensitas III - IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ).

&quot;Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa&amp;nbsp;bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,&quot; tegas Daryono.
Hingga pukul 12.47 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya dua aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ) dengan kekuatan M3,7.



Daryono pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.



&quot;Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,&quot; pungkasnya.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wMy8xLzE3NTc2My81L3g4cjQ5Yzc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa dengan kekuatan M5,3 mengguncang wilayah Tenggara Kaimana, Papua Barat, Selasa 9 Januari 2024 pukul 12.25.24 WIB.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 4,53&amp;deg; LS ; 133,95&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 138 Km arah Tenggara Kaimana, Papua Barat pada kedalaman 10 km.


Gempa M5,3 Guncang Kaimana Papua Barat

&quot;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya deformasi batuan di zona Graben Aru,&quot; ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono.
Dia mengatakan, dari hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun ( normal fault ).


Gempa M5,1 Guncang Pulau Nias Sumut, Tak Berpotensi Tsunami

Berdasarkan estimasi peta guncangan ( shakemap ), gempabumi ini menimbulkan guncangan di daerah Kaimana dengan skala intensitas III - IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ).

&quot;Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa&amp;nbsp;bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,&quot; tegas Daryono.
Hingga pukul 12.47 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya dua aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ) dengan kekuatan M3,7.



Daryono pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.



&quot;Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,&quot; pungkasnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
