<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   LPSK Ungkap Ada Dua Peristiwa Oknum TNI Aniaya Relawan Ganjar-Mahfud</title><description>Menurutnya, video viral yang memperlihatkan oknum TNI mencegat pemotor lalu menganiaya bukan satu-satunya korban.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/10/337/2952735/lpsk-ungkap-ada-dua-peristiwa-oknum-tni-aniaya-relawan-ganjar-mahfud</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/10/337/2952735/lpsk-ungkap-ada-dua-peristiwa-oknum-tni-aniaya-relawan-ganjar-mahfud"/><item><title>   LPSK Ungkap Ada Dua Peristiwa Oknum TNI Aniaya Relawan Ganjar-Mahfud</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/10/337/2952735/lpsk-ungkap-ada-dua-peristiwa-oknum-tni-aniaya-relawan-ganjar-mahfud</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/10/337/2952735/lpsk-ungkap-ada-dua-peristiwa-oknum-tni-aniaya-relawan-ganjar-mahfud</guid><pubDate>Rabu 10 Januari 2024 19:18 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/10/337/2952735/lpsk-ungkap-ada-dua-peristiwa-oknum-tni-aniaya-relawan-ganjar-mahfud-pkjlwDAHqc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/10/337/2952735/lpsk-ungkap-ada-dua-peristiwa-oknum-tni-aniaya-relawan-ganjar-mahfud-pkjlwDAHqc.jpg</image><title>Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xMC81LzE3NTk4Ny81L3g4cmJtdG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Edwin Partogi mengungkap ada dua peristiwa dalam kurun waktu tak berjauhan saat terjadi penganiayaan tujuh korban relawan Ganjar-Mahfud oleh oknum TNI di depan Markas Kompi B Yonif Rider 408/Sbh Boyolali, Jawa Tengah pada Sabtu, 30 Desember 2023 silam.
Menurutnya, video viral yang memperlihatkan oknum TNI mencegat pemotor lalu menganiaya bukan satu-satunya korban.
&quot;Sebenarnya terjadi dua peristiwa di waktu yang tidak berjauhan, video yang viral itu adalah video peristiwa yang kedua dari tujuh korban. Jadi video yang viral ketika dicegat lalu dipukuli itu bukan merupakan satu-satunya korban dan bukan peristiwa pertama,&quot; kata Edwin saat jumpa pers di Kantor LPSK, Jakarta Timur pada Rabu (10/1/2024).

BACA JUGA:
Warga Karawang Terbantu Bazar Murah Relawan, Doakan Ganjar-Mahfud Menang Pilpres 2024

Edwin menjelaskan bahwa setidaknya ada tujuh korban penganiayaan oleh oknum TNI di antaranya DIF, YW, dan PAR untuk peristiwa pertama. Kemudian, SA, ADI, LUF dan JIP.

BACA JUGA:
Atikoh Pastikan Ganjar-Mahfud Majukan UMKM di Indonesia

Ia menyebut salah satu korban berinisial JIP merupakan anak Ketua DPRD Boyolali Fraksi PDI Perjuangan, Marsono. &quot;Salah satu korban anak Ketua DPRD Boyolali berinisial JIP,&quot; ujarnya.
&quot;Korban terakhir inisial JIP ini mahasiswa, ini ayahnya adalah pengurus partai di PDIP Boyolali. Bapaknya itu adalah ketua DPRD Boyolali,&quot; tambahnya.Edwin pun menyebut JIP ditelepon sang ayah untuk memantau situasi di depan markas TNI tersebut.

&quot;Memang ditelepon ayahnya untuk memantau situasi di depan markas, karena bapaknya mendapat informasi ada keramaian di markas tersebut,&quot; ungkapnya.

Lebih lanjut, Edwin menjelaskan bahwa JIP saat itu memarkir mobil di ruko seberang markas Yonif dan mengambil gambar situasi saat kejadian. Namun, ketika mengambil gambar JIP dihampiri salah satu oknum TNI dan melakukan penganiayaan hingga dibawa ke dalam markas.

&quot;Jadi JIP ini dia parkir mobil di ruko seberang pos 1, kemudian dia ambil gambar situasi di situ. Ketika dia ambil gambar di situ, tentara langsung menghampirinya dan melakukan penganiayaan ke JIP, dan membawanya masuk ke dalam markas,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xMC81LzE3NTk4Ny81L3g4cmJtdG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Edwin Partogi mengungkap ada dua peristiwa dalam kurun waktu tak berjauhan saat terjadi penganiayaan tujuh korban relawan Ganjar-Mahfud oleh oknum TNI di depan Markas Kompi B Yonif Rider 408/Sbh Boyolali, Jawa Tengah pada Sabtu, 30 Desember 2023 silam.
Menurutnya, video viral yang memperlihatkan oknum TNI mencegat pemotor lalu menganiaya bukan satu-satunya korban.
&quot;Sebenarnya terjadi dua peristiwa di waktu yang tidak berjauhan, video yang viral itu adalah video peristiwa yang kedua dari tujuh korban. Jadi video yang viral ketika dicegat lalu dipukuli itu bukan merupakan satu-satunya korban dan bukan peristiwa pertama,&quot; kata Edwin saat jumpa pers di Kantor LPSK, Jakarta Timur pada Rabu (10/1/2024).

BACA JUGA:
Warga Karawang Terbantu Bazar Murah Relawan, Doakan Ganjar-Mahfud Menang Pilpres 2024

Edwin menjelaskan bahwa setidaknya ada tujuh korban penganiayaan oleh oknum TNI di antaranya DIF, YW, dan PAR untuk peristiwa pertama. Kemudian, SA, ADI, LUF dan JIP.

BACA JUGA:
Atikoh Pastikan Ganjar-Mahfud Majukan UMKM di Indonesia

Ia menyebut salah satu korban berinisial JIP merupakan anak Ketua DPRD Boyolali Fraksi PDI Perjuangan, Marsono. &quot;Salah satu korban anak Ketua DPRD Boyolali berinisial JIP,&quot; ujarnya.
&quot;Korban terakhir inisial JIP ini mahasiswa, ini ayahnya adalah pengurus partai di PDIP Boyolali. Bapaknya itu adalah ketua DPRD Boyolali,&quot; tambahnya.Edwin pun menyebut JIP ditelepon sang ayah untuk memantau situasi di depan markas TNI tersebut.

&quot;Memang ditelepon ayahnya untuk memantau situasi di depan markas, karena bapaknya mendapat informasi ada keramaian di markas tersebut,&quot; ungkapnya.

Lebih lanjut, Edwin menjelaskan bahwa JIP saat itu memarkir mobil di ruko seberang markas Yonif dan mengambil gambar situasi saat kejadian. Namun, ketika mengambil gambar JIP dihampiri salah satu oknum TNI dan melakukan penganiayaan hingga dibawa ke dalam markas.

&quot;Jadi JIP ini dia parkir mobil di ruko seberang pos 1, kemudian dia ambil gambar situasi di situ. Ketika dia ambil gambar di situ, tentara langsung menghampirinya dan melakukan penganiayaan ke JIP, dan membawanya masuk ke dalam markas,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
