<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekuador Dilanda Kekerasan, 130 Staf Penjara Disandera Narapidana di 5 Penjara</title><description>Sekitar 125 penjaga penjara dan 14 staf administrasi disandera di seluruh Ekuador.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/11/18/2953181/ekuador-dilanda-kekerasan-130-staf-penjara-disandera-narapidana-di-5-penjara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/11/18/2953181/ekuador-dilanda-kekerasan-130-staf-penjara-disandera-narapidana-di-5-penjara"/><item><title>Ekuador Dilanda Kekerasan, 130 Staf Penjara Disandera Narapidana di 5 Penjara</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/11/18/2953181/ekuador-dilanda-kekerasan-130-staf-penjara-disandera-narapidana-di-5-penjara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/11/18/2953181/ekuador-dilanda-kekerasan-130-staf-penjara-disandera-narapidana-di-5-penjara</guid><pubDate>Kamis 11 Januari 2024 15:46 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/11/18/2953181/ekuador-dilanda-kekerasan-130-staf-penjara-disandera-narapidana-di-5-penjara-jXXbkoCTgp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">130 staf penjara disandera narapidana di 5 penjara di seluruh Ekuador (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/11/18/2953181/ekuador-dilanda-kekerasan-130-staf-penjara-disandera-narapidana-di-5-penjara-jXXbkoCTgp.jpg</image><title>130 staf penjara disandera narapidana di 5 penjara di seluruh Ekuador (Foto: Reuters)</title></images><description>
EKUADOR &amp;ndash; Badan penjara Ekuador Servicio Nacional de Atenci&amp;oacute;n Integral a Personas Adultas Privadas de la Libertad y a Adolescentes Infractores (SNAI) mengatakan lebih dari 130 staf penjara disandera oleh narapidana di lima penjara. Sekitar 125 penjaga penjara dan 14 staf administrasi disandera di seluruh Ekuador.

Empat petugas polisi, yang menurut pihak berwenang diculik oleh penjahat antara Senin (8/1/2024) dan Selasa (9/1/2024), juga ditahan. Tiga petugas lainnya dibebaskan pada Selasa (9/1/2024)  malam.

Polisi mengatakan kekerasan masih berlangsung di Guayaquil. Delapan orang tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangan yang terkait dengan geng kriminal di kota tersebut pada Selasa (9/1/2024), sementara dua petugas polisi dibunuh oleh &quot;penjahat bersenjata&quot; di kota terdekat, Nobol.


BACA JUGA:
AS dan PBB Kutuk Kekerasan yang Melanda Ekuador

Polisi mengatakan mereka sedang dalam proses mengidentifikasi tiga mayat yang ditemukan di dalam mobil yang terbakar di selatan kota semalam.


BACA JUGA:
Ekuador Dilanda Kekerasan, Ratusan Tentara Turun ke Jalan dan Tank Berpatroli

Ini adalah situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi masyarakat Guayaquil. Mereka telah menyaksikan protes politik dan insiden kekerasan lainnya selama bertahun-tahun tetapi tidak sebesar kepanikan yang melanda kota itu pada Selasa (9/1/2024).

Para mahasiswa berlarian ketakutan ketika orang-orang bersenjata memasuki koridor universitas mereka dan bom diledakkan di seluruh negeri, meningkatkan kekhawatiran bahwa serangan-serangan tersebut terkoordinasi.

Mereka yang harus keluar rumah, untuk bekerja atau mengunjungi keluarga, melakukannya dengan rasa takut yang besar. 24 jam yang melelahkan dan mengecewakan di pelabuhan utama Ekuador.Seperti diketahui, orang-orang bersenjata bertopeng menyerbu sebuah studio TV publik saat siaran langsung di kota Guayaquil dan bom diledakkan di seluruh Ekuador pada Selasa (9/1/2024).





Keadaan darurat selama 60 hari dimulai pada Senin (8/1/2024) setelah seorang bos gangster terkenal menghilang dari sel penjaranya.



Tidak jelas apakah serangan terhadap studio TV di kota terbesar di Ekuador itu terkait dengan hilangnya bos geng Choneros, Adolfo Mac&amp;iacute;as Villamar, atau Fito, begitu ia lebih dikenal.

Beberapa jam setelah serangan yang paling berani, Guayaquil seperti sebuah kota yang terbangun dari mimpi buruk yang aneh.

</description><content:encoded>
EKUADOR &amp;ndash; Badan penjara Ekuador Servicio Nacional de Atenci&amp;oacute;n Integral a Personas Adultas Privadas de la Libertad y a Adolescentes Infractores (SNAI) mengatakan lebih dari 130 staf penjara disandera oleh narapidana di lima penjara. Sekitar 125 penjaga penjara dan 14 staf administrasi disandera di seluruh Ekuador.

Empat petugas polisi, yang menurut pihak berwenang diculik oleh penjahat antara Senin (8/1/2024) dan Selasa (9/1/2024), juga ditahan. Tiga petugas lainnya dibebaskan pada Selasa (9/1/2024)  malam.

Polisi mengatakan kekerasan masih berlangsung di Guayaquil. Delapan orang tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangan yang terkait dengan geng kriminal di kota tersebut pada Selasa (9/1/2024), sementara dua petugas polisi dibunuh oleh &quot;penjahat bersenjata&quot; di kota terdekat, Nobol.


BACA JUGA:
AS dan PBB Kutuk Kekerasan yang Melanda Ekuador

Polisi mengatakan mereka sedang dalam proses mengidentifikasi tiga mayat yang ditemukan di dalam mobil yang terbakar di selatan kota semalam.


BACA JUGA:
Ekuador Dilanda Kekerasan, Ratusan Tentara Turun ke Jalan dan Tank Berpatroli

Ini adalah situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi masyarakat Guayaquil. Mereka telah menyaksikan protes politik dan insiden kekerasan lainnya selama bertahun-tahun tetapi tidak sebesar kepanikan yang melanda kota itu pada Selasa (9/1/2024).

Para mahasiswa berlarian ketakutan ketika orang-orang bersenjata memasuki koridor universitas mereka dan bom diledakkan di seluruh negeri, meningkatkan kekhawatiran bahwa serangan-serangan tersebut terkoordinasi.

Mereka yang harus keluar rumah, untuk bekerja atau mengunjungi keluarga, melakukannya dengan rasa takut yang besar. 24 jam yang melelahkan dan mengecewakan di pelabuhan utama Ekuador.Seperti diketahui, orang-orang bersenjata bertopeng menyerbu sebuah studio TV publik saat siaran langsung di kota Guayaquil dan bom diledakkan di seluruh Ekuador pada Selasa (9/1/2024).





Keadaan darurat selama 60 hari dimulai pada Senin (8/1/2024) setelah seorang bos gangster terkenal menghilang dari sel penjaranya.



Tidak jelas apakah serangan terhadap studio TV di kota terbesar di Ekuador itu terkait dengan hilangnya bos geng Choneros, Adolfo Mac&amp;iacute;as Villamar, atau Fito, begitu ia lebih dikenal.

Beberapa jam setelah serangan yang paling berani, Guayaquil seperti sebuah kota yang terbangun dari mimpi buruk yang aneh.

</content:encoded></item></channel></rss>
