<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Serangan Udara Memanas, Pemimpin Houthi Ancam AS dan Inggris Akan Segera Menyadari Kebodohan Terbesar Mereka</title><description>Militer AS dan Inggris melancarkan serangan udara terhadap beberapa sasaran Houthi di wilayah Yaman</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/12/18/2953685/serangan-udara-memanas-pemimpin-houthi-ancam-as-dan-inggris-akan-segera-menyadari-kebodohan-terbesar-mereka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/12/18/2953685/serangan-udara-memanas-pemimpin-houthi-ancam-as-dan-inggris-akan-segera-menyadari-kebodohan-terbesar-mereka"/><item><title>Serangan Udara Memanas, Pemimpin Houthi Ancam AS dan Inggris Akan Segera Menyadari Kebodohan Terbesar Mereka</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/12/18/2953685/serangan-udara-memanas-pemimpin-houthi-ancam-as-dan-inggris-akan-segera-menyadari-kebodohan-terbesar-mereka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/12/18/2953685/serangan-udara-memanas-pemimpin-houthi-ancam-as-dan-inggris-akan-segera-menyadari-kebodohan-terbesar-mereka</guid><pubDate>Jum'at 12 Januari 2024 14:47 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/12/18/2953685/serangan-udara-memanas-pemimpin-houthi-ancam-as-dan-inggris-akan-segera-menyadari-kebodohan-terbesar-mereka-G6RGhZ8EEj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Serangan udara AS dan Inggris hantam Houthi di Yaman (Foto: Iran Front Page)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/12/18/2953685/serangan-udara-memanas-pemimpin-houthi-ancam-as-dan-inggris-akan-segera-menyadari-kebodohan-terbesar-mereka-G6RGhZ8EEj.jpg</image><title>Serangan udara AS dan Inggris hantam Houthi di Yaman (Foto: Iran Front Page)</title></images><description>YAMAN - Seorang pemimpin Houthi, Mohammed al-Bukhaiti, mengancam bahwa Amerika Serikat (AS) dan Inggris akan segera menyadari bahwa serangan terhadap Yaman adalah kebodohan terbesar dalam sejarah mereka.

&amp;ldquo;Amerika dan Inggris melakukan kesalahan dalam melancarkan perang terhadap Yaman karena mereka tidak mengambil manfaat dari pengalaman mereka sebelumnya,&amp;rdquo; tulisnya di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.

&amp;ldquo;Setiap individu di dunia ini dihadapkan pada dua pilihan. Entah mendukung para korban genosida atau mendukung para pelakunya,&amp;rdquo; lanjutnya.

BACA JUGA:
Houthi Tegaskan Serangan Udara AS dan Inggris Tak Akan Hentikan Dukungan ke Gaza

Seperti diketahui, militer AS dan Inggris melancarkan serangan udara terhadap beberapa sasaran Houthi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi pada Kamis (11/1/2024).


BACA JUGA:
AS dan Inggris Lancarkan Serangan Udara, Pemimpin Houthi: Tidak Akan Dibiarkan Begitu Saja

Seorang pejabat AS dan Inggris mengatakan kepada CNN, serangan tersebut berasal dari jet tempur dan rudal Tomahawk.

Pejabat AS mengatakan lebih dari selusin target Houthi dihantam oleh rudal yang ditembakkan dari udara, permukaan, dan sub-platform dan dipilih karena kemampuan mereka untuk melemahkan serangan berkelanjutan Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah.
Pasukan AS dan sekutunya menyerang lebih dari 60 sasaran di 16 lokasi yang digunakan oleh pemberontak Houthi di Yaman.
Angkatan Udara AS dalam sebuah pernyataan pada Kamis (11/1/2024) malam mengatakan serangan ini termasuk pusat komando dan kontrol, depot amunisi, sistem peluncuran, fasilitas produksi dan sistem radar pertahanan udara.



Lebih dari 100 amunisi berpemandu presisi digunakan dalam serangan tersebut.

&amp;ldquo;Kami tetap berkomitmen kepada mitra penting kami di seluruh Timur Tengah untuk mempertahankan diri dari kelompok milisi yang didukung Iran, termasuk militan Houthi, dan ancaman yang mereka timbulkan terhadap keamanan dan stabilitas regional,&amp;rdquo; kata Komandan Pusat Angkatan Udara AS Letjen Alex Grynkewich.

</description><content:encoded>YAMAN - Seorang pemimpin Houthi, Mohammed al-Bukhaiti, mengancam bahwa Amerika Serikat (AS) dan Inggris akan segera menyadari bahwa serangan terhadap Yaman adalah kebodohan terbesar dalam sejarah mereka.

&amp;ldquo;Amerika dan Inggris melakukan kesalahan dalam melancarkan perang terhadap Yaman karena mereka tidak mengambil manfaat dari pengalaman mereka sebelumnya,&amp;rdquo; tulisnya di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.

&amp;ldquo;Setiap individu di dunia ini dihadapkan pada dua pilihan. Entah mendukung para korban genosida atau mendukung para pelakunya,&amp;rdquo; lanjutnya.

BACA JUGA:
Houthi Tegaskan Serangan Udara AS dan Inggris Tak Akan Hentikan Dukungan ke Gaza

Seperti diketahui, militer AS dan Inggris melancarkan serangan udara terhadap beberapa sasaran Houthi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi pada Kamis (11/1/2024).


BACA JUGA:
AS dan Inggris Lancarkan Serangan Udara, Pemimpin Houthi: Tidak Akan Dibiarkan Begitu Saja

Seorang pejabat AS dan Inggris mengatakan kepada CNN, serangan tersebut berasal dari jet tempur dan rudal Tomahawk.

Pejabat AS mengatakan lebih dari selusin target Houthi dihantam oleh rudal yang ditembakkan dari udara, permukaan, dan sub-platform dan dipilih karena kemampuan mereka untuk melemahkan serangan berkelanjutan Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah.
Pasukan AS dan sekutunya menyerang lebih dari 60 sasaran di 16 lokasi yang digunakan oleh pemberontak Houthi di Yaman.
Angkatan Udara AS dalam sebuah pernyataan pada Kamis (11/1/2024) malam mengatakan serangan ini termasuk pusat komando dan kontrol, depot amunisi, sistem peluncuran, fasilitas produksi dan sistem radar pertahanan udara.



Lebih dari 100 amunisi berpemandu presisi digunakan dalam serangan tersebut.

&amp;ldquo;Kami tetap berkomitmen kepada mitra penting kami di seluruh Timur Tengah untuk mempertahankan diri dari kelompok milisi yang didukung Iran, termasuk militan Houthi, dan ancaman yang mereka timbulkan terhadap keamanan dan stabilitas regional,&amp;rdquo; kata Komandan Pusat Angkatan Udara AS Letjen Alex Grynkewich.

</content:encoded></item></channel></rss>
