<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terima Keluhan Petani Tebu, Ganjar: Kalau Mau Impor Perhatikan Dulu Produk dalam Negeri   </title><description>Ganjar berharap Indonesia tidak mengutamakan impor produk bahan pangan yang sebenarnya ada di dalam negeri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/12/519/2953680/terima-keluhan-petani-tebu-ganjar-kalau-mau-impor-perhatikan-dulu-produk-dalam-negeri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/12/519/2953680/terima-keluhan-petani-tebu-ganjar-kalau-mau-impor-perhatikan-dulu-produk-dalam-negeri"/><item><title>Terima Keluhan Petani Tebu, Ganjar: Kalau Mau Impor Perhatikan Dulu Produk dalam Negeri   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/12/519/2953680/terima-keluhan-petani-tebu-ganjar-kalau-mau-impor-perhatikan-dulu-produk-dalam-negeri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/12/519/2953680/terima-keluhan-petani-tebu-ganjar-kalau-mau-impor-perhatikan-dulu-produk-dalam-negeri</guid><pubDate>Jum'at 12 Januari 2024 14:35 WIB</pubDate><dc:creator>Irfan Ma'ruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/12/519/2953680/terima-keluhan-petani-tebu-ganjar-kalau-mau-impor-perhatikan-dulu-produk-dalam-negeri-5kYCtNQYJ0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo bertemu petani tebu (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/12/519/2953680/terima-keluhan-petani-tebu-ganjar-kalau-mau-impor-perhatikan-dulu-produk-dalam-negeri-5kYCtNQYJ0.jpg</image><title>Ganjar Pranowo bertemu petani tebu (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xMS8xLzE3NjAyNS81L3g4cmNzODM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
NGANJUK - Calon presiden nomor urut 3 yang didukung Partai Perindo, Ganjar Pranowo menyerap keluhan petani tebu di daerah Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (12/1/2024).
Ganjar berharap Indonesia tidak mengutamakan impor produk bahan pangan yang sebenarnya ada di dalam negeri.
Ganjar menemui para petani dan berbincang-bincang dengan mereka. Salah satu petani mengeluhkan harga gula yang sempat tinggi namun tidak dirasakan oleh petani.

BACA JUGA:
Petani Tebu Curhat ke Ganjar Pranowo: Tolong Pak Impor Gula Dibenahi

Menanggapi hal tersebut, Ganjar meminta pihak yang berwenang mendahulukan produk dalam negeri yang dikelola oleh para petani sebalum melakukan impor dari negara lain yang hanya menguntungkan beberapa pihak.

BACA JUGA:
Bertemu Petani Tebu di Terik Matahari, Ganjar Diberi Topi Khas Nganjuk

&quot;Kalau kita mau impor, perhatikan dulu produk yang ada di dalam negeri,&quot; kata Ganjar di hadapan para petani tebu.
Oleh sebab itu, Ganjar mengaku ingin memprioritaskan produk dalam negeri untuk bisa dinikmati seluruh masyarakat, sehingga tidak harus impor. Namun, diakuinya, saat ini banyak keluhan yang dirasakan oleh petani untuk meningkatkan produktivitas.Ganjar pun sudah menginstruksikan timnya untuk mencatat seluruh keluhan para petani yang ditemuinya. Adapun keluhan para petani, masih sama yaitu tentang tidak meratanya alokasi pupuk hingga bibit tanam.

&quot;Saya titip saja beberapa poin-poin tadi itu, nggih. Nanti tim saya dari sini atau Pak Agus nanti bisa nyatat, agar kita bisa bahas, agar kita bisa komunikasikan lebih lanjut,&quot; ujar dia.

&quot;Sehingga masing-masing mulai dari bibit, pupuk, bagaimana menjaga rendemen tinggi, permodalan, sehingga semuanya akan bisa tertangani dengan baik,&quot; sambung mantan Gubernur Jawa Tengah ini.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xMS8xLzE3NjAyNS81L3g4cmNzODM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
NGANJUK - Calon presiden nomor urut 3 yang didukung Partai Perindo, Ganjar Pranowo menyerap keluhan petani tebu di daerah Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (12/1/2024).
Ganjar berharap Indonesia tidak mengutamakan impor produk bahan pangan yang sebenarnya ada di dalam negeri.
Ganjar menemui para petani dan berbincang-bincang dengan mereka. Salah satu petani mengeluhkan harga gula yang sempat tinggi namun tidak dirasakan oleh petani.

BACA JUGA:
Petani Tebu Curhat ke Ganjar Pranowo: Tolong Pak Impor Gula Dibenahi

Menanggapi hal tersebut, Ganjar meminta pihak yang berwenang mendahulukan produk dalam negeri yang dikelola oleh para petani sebalum melakukan impor dari negara lain yang hanya menguntungkan beberapa pihak.

BACA JUGA:
Bertemu Petani Tebu di Terik Matahari, Ganjar Diberi Topi Khas Nganjuk

&quot;Kalau kita mau impor, perhatikan dulu produk yang ada di dalam negeri,&quot; kata Ganjar di hadapan para petani tebu.
Oleh sebab itu, Ganjar mengaku ingin memprioritaskan produk dalam negeri untuk bisa dinikmati seluruh masyarakat, sehingga tidak harus impor. Namun, diakuinya, saat ini banyak keluhan yang dirasakan oleh petani untuk meningkatkan produktivitas.Ganjar pun sudah menginstruksikan timnya untuk mencatat seluruh keluhan para petani yang ditemuinya. Adapun keluhan para petani, masih sama yaitu tentang tidak meratanya alokasi pupuk hingga bibit tanam.

&quot;Saya titip saja beberapa poin-poin tadi itu, nggih. Nanti tim saya dari sini atau Pak Agus nanti bisa nyatat, agar kita bisa bahas, agar kita bisa komunikasikan lebih lanjut,&quot; ujar dia.

&quot;Sehingga masing-masing mulai dari bibit, pupuk, bagaimana menjaga rendemen tinggi, permodalan, sehingga semuanya akan bisa tertangani dengan baik,&quot; sambung mantan Gubernur Jawa Tengah ini.



</content:encoded></item></channel></rss>
