<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di Pusara Gus Dur, Ganjar Ungkap Keinginan yang Tak Pernah Terwujud</title><description>Danjar mengaku sering bertemu Ibu Sinta dan selalu merasa damai ketika berdiskusinya dengannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/12/519/2953957/di-pusara-gus-dur-ganjar-ungkap-keinginan-yang-tak-pernah-terwujud</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/12/519/2953957/di-pusara-gus-dur-ganjar-ungkap-keinginan-yang-tak-pernah-terwujud"/><item><title>Di Pusara Gus Dur, Ganjar Ungkap Keinginan yang Tak Pernah Terwujud</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/12/519/2953957/di-pusara-gus-dur-ganjar-ungkap-keinginan-yang-tak-pernah-terwujud</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/12/519/2953957/di-pusara-gus-dur-ganjar-ungkap-keinginan-yang-tak-pernah-terwujud</guid><pubDate>Jum'at 12 Januari 2024 22:35 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/12/519/2953957/di-pusara-gus-dur-ganjar-ungkap-keinginan-yang-tak-pernah-terwujud-a8UxUZjWNJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo ziarah ke makam Gus Dur (Foto: Ari Sandita)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/12/519/2953957/di-pusara-gus-dur-ganjar-ungkap-keinginan-yang-tak-pernah-terwujud-a8UxUZjWNJ.jpg</image><title>Ganjar Pranowo ziarah ke makam Gus Dur (Foto: Ari Sandita)</title></images><description>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xMi8xLzE3NjA2My81L3g4cmVmdWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JOMBANG - Ada satu keinginan Calon Presiden (Capres) yang diusung Partai Perindo, Ganjar Pranowo yang belum terwujud hingga Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur wafat.

Hal itu diungkapkan Ganjar saat berziarah ke makam Gus Dur di Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng di  Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat (12/1/2024).

Ganjar mengungkap, keinginannya yang tidak pernah terwujud bersalaman dengan Gus Dur. Meski tidak pernah bersalaman dengan Gus Dur, dia mengaku bahagia lantaran telah bersalaman dengan istri Gus Dur, Ibu Sinta Nuriyah Wahid serasa bertemu Gus Dur.

BACA JUGA:
Yenny Wahid Sebut Ganjar Mirip dengan Gus Dur: Sama-sama Mengayomi Kaum Terpinggirkan&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu mengaku, sering bertemu Ibu Sinta dan selalu merasa damai ketika berdiskusinya dengannya.

&quot;Obsesi saya, yang dari dulu ingin bersalaman dengan Gus Dur tidak pernah terjawab. Dan, hari ini saya bersalaman dengan Ibu Sinta dan Mbak Yenny Wahid. Saya merasa damai,&quot; ujar Ganjar di Jombang.

Capres Nomor Urut 3 itu di depan pusara Gus Dur mengenang saat Gus Dur mengunjungi kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan menjelang Peristiwa Kudatuli 17 Juli 1996. Peristiwa Kudatuli (singkatan dari Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli) atau Peristiwa Sabtu Kelabu adalah tragedi pengambilalihan secara paksa kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro 58 Jakarta Pusat, yang saat itu dikuasai pendukung Megawati Soekarnoputri.

BACA JUGA:
 Anies Baswedan Diancam Dibunuh, Ganjar: Kalau Ini Demokrasi Jangan Ancam Gitu!


Penyerbuan dilakukan massa pendukung Soerjadi (Ketua Umum versi Kongres PDI di Medan) dibantu aparat dari Kepolisian dan TNI.

Ganjar menerangkan, menjelang Peristiwa Kudatuli, Gus Dur datang ke kediaman Megawati, keduanya bertemu di Ruang Kaca, ngobrol, dan tertawa. Saat itu, Gus Dur minta Mi Instan, sedangkan Ganjar dan almarhum suami Megawati, Taufiq Kiemas berada di dapur.



&quot;Sehingga obsesi saya yang dari dulu kepingin salaman dengan Gus Dur tidak pernah terjawab,&quot; tuturnya.



Kini, Ganjar mengaku bahagia karena bisa berkenalan dan berkomunikasi akrab dengan keluarga besar Gus Dur. Selain itu, putri Gus Dur, Yenny Wahid kini masuk dalam struktur Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, sebagai Dewan Penasihat bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani.

</description><content:encoded>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xMi8xLzE3NjA2My81L3g4cmVmdWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JOMBANG - Ada satu keinginan Calon Presiden (Capres) yang diusung Partai Perindo, Ganjar Pranowo yang belum terwujud hingga Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur wafat.

Hal itu diungkapkan Ganjar saat berziarah ke makam Gus Dur di Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng di  Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat (12/1/2024).

Ganjar mengungkap, keinginannya yang tidak pernah terwujud bersalaman dengan Gus Dur. Meski tidak pernah bersalaman dengan Gus Dur, dia mengaku bahagia lantaran telah bersalaman dengan istri Gus Dur, Ibu Sinta Nuriyah Wahid serasa bertemu Gus Dur.

BACA JUGA:
Yenny Wahid Sebut Ganjar Mirip dengan Gus Dur: Sama-sama Mengayomi Kaum Terpinggirkan&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu mengaku, sering bertemu Ibu Sinta dan selalu merasa damai ketika berdiskusinya dengannya.

&quot;Obsesi saya, yang dari dulu ingin bersalaman dengan Gus Dur tidak pernah terjawab. Dan, hari ini saya bersalaman dengan Ibu Sinta dan Mbak Yenny Wahid. Saya merasa damai,&quot; ujar Ganjar di Jombang.

Capres Nomor Urut 3 itu di depan pusara Gus Dur mengenang saat Gus Dur mengunjungi kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan menjelang Peristiwa Kudatuli 17 Juli 1996. Peristiwa Kudatuli (singkatan dari Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli) atau Peristiwa Sabtu Kelabu adalah tragedi pengambilalihan secara paksa kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro 58 Jakarta Pusat, yang saat itu dikuasai pendukung Megawati Soekarnoputri.

BACA JUGA:
 Anies Baswedan Diancam Dibunuh, Ganjar: Kalau Ini Demokrasi Jangan Ancam Gitu!


Penyerbuan dilakukan massa pendukung Soerjadi (Ketua Umum versi Kongres PDI di Medan) dibantu aparat dari Kepolisian dan TNI.

Ganjar menerangkan, menjelang Peristiwa Kudatuli, Gus Dur datang ke kediaman Megawati, keduanya bertemu di Ruang Kaca, ngobrol, dan tertawa. Saat itu, Gus Dur minta Mi Instan, sedangkan Ganjar dan almarhum suami Megawati, Taufiq Kiemas berada di dapur.



&quot;Sehingga obsesi saya yang dari dulu kepingin salaman dengan Gus Dur tidak pernah terjawab,&quot; tuturnya.



Kini, Ganjar mengaku bahagia karena bisa berkenalan dan berkomunikasi akrab dengan keluarga besar Gus Dur. Selain itu, putri Gus Dur, Yenny Wahid kini masuk dalam struktur Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, sebagai Dewan Penasihat bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani.

</content:encoded></item></channel></rss>
