<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siti Atikoh Sosialisasi KTP Sakti Ganjar-Mahfud pada Petani dan Peternak Palembang</title><description>Kesempatan ini digunakan Siti Atikoh untuk sosialisasikan KTP Sakti,</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/12/610/2953914/siti-atikoh-sosialisasi-ktp-sakti-ganjar-mahfud-pada-petani-dan-peternak-palembang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/12/610/2953914/siti-atikoh-sosialisasi-ktp-sakti-ganjar-mahfud-pada-petani-dan-peternak-palembang"/><item><title>Siti Atikoh Sosialisasi KTP Sakti Ganjar-Mahfud pada Petani dan Peternak Palembang</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/12/610/2953914/siti-atikoh-sosialisasi-ktp-sakti-ganjar-mahfud-pada-petani-dan-peternak-palembang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/12/610/2953914/siti-atikoh-sosialisasi-ktp-sakti-ganjar-mahfud-pada-petani-dan-peternak-palembang</guid><pubDate>Jum'at 12 Januari 2024 20:32 WIB</pubDate><dc:creator>Devi Ari Rahmadhani </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/12/610/2953914/siti-atikoh-sosialisasi-ktp-sakti-ganjar-mahfud-pada-petani-dan-peternak-palembang-xDjnxnjxk7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Siti Atikoh Supriyanti (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/12/610/2953914/siti-atikoh-sosialisasi-ktp-sakti-ganjar-mahfud-pada-petani-dan-peternak-palembang-xDjnxnjxk7.jpg</image><title>Siti Atikoh Supriyanti (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wOC8xLzE3NTkyOC81L3g4cjl4bnQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PALEMBANG - Istri capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh melanjutkan safari politiknya ke Palembang. Dalam kesempatan ini, Siti Atikoh bertemu dengan pekerja, petani, peternak di pabrik Kerupuk Kemplang Cap Limo Iwak, Talang Buluh, Palembang Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (12/1/2024).
Kesempatan ini digunakan Siti Atikoh untuk sosialisasikan KTP Sakti, program kerja pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 3, Ganjar-Mahfud.
Ibunda Alam Ganjar ini menjelaskan, program KTP Sakti merupakan sebuah kebijakan yang akan memperbaiki dan menyinkronkan data penerima manfaat dari pemerintah, salah satu contohnya bantuan sosial. Dengan data yang sinkron, nantinya tidak akan ada lagi bansos yang salah sasaran.

BACA JUGA:
Ingatkan Politik Kemanusiaan, Ganjar Pranowo Ziarah ke Makam Gus Dur

&quot;Misalnya data di Palembang itu, kan, ada, ya. Data petani itu berapa, peternak berapa, yang menjadi penerima hak untuk mendapatkan bantuan itu siapa saja. Nanti akan terlihat, ya, pak,&quot; kata Atikoh.
&quot;Dengan perbaikan sistem seperti ini, harapannya, bantuan-bantuan itu akan benar-benar tepat sasaran, sehingga tidak melenceng kemana-mana,&quot; lanjutnya.

BACA JUGA:
Blusukan ke Pasar 26 Ilir Palembang, Siti Atikoh Dengar Keluhan Pedagang soal Harga Bahan Pokok

Sebagaimana yang diketahui, saat ini bantuan sosial masih tidak tepat sasaran. Terkadang bansos malah diterima oleh masyarakat yang mampu sehingga masyarakat yang miskin dan membutuhkan tidak kebagian.Salah satu contoh nyatanya yakni Rebo, peternak dan petani asal Palembang yang curhat pada Siti Atikoh tidak mendapat bantuan sosial sama sekali. Padahal dirinya termasuk ke dalam golongan masyarakat yang kurang mampu.

&quot;Nah di sini mungkin perlu kami menjelaskan, pada masa Pak SBY kami selalu dapat bantuan, di masa Pak Jokowi ini, kok, ya pada masa SBY kami dapat sapi dan pupuk dapat. Kami dua periode memilih Pak Jokowi, tetapi enggak dapat bantuan,&quot; kata Rebo menyampaikan keluhan kepada Atikoh.

Untuk itu, dalam kesempatan ini, Rebo kembali mengingatkan Atikoh agar Ganjar-Mahfud benar-benar tidak melakukan wong cilik seperti dirinya dengan menerapkan program KTP Sakti dengan sebenar-benarnya.

&quot;Mohon kiranya nanti Pak Ganjar kalau bisa sekarang mohon bantu petani-petani ini, Bu. Mayoritas di sini petani dan peternak sapi,&quot; ujar Rebo menyampaikan harapannya untuk Ganjar-Mahfud melalui Siti Atikoh.





</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wOC8xLzE3NTkyOC81L3g4cjl4bnQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PALEMBANG - Istri capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh melanjutkan safari politiknya ke Palembang. Dalam kesempatan ini, Siti Atikoh bertemu dengan pekerja, petani, peternak di pabrik Kerupuk Kemplang Cap Limo Iwak, Talang Buluh, Palembang Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (12/1/2024).
Kesempatan ini digunakan Siti Atikoh untuk sosialisasikan KTP Sakti, program kerja pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 3, Ganjar-Mahfud.
Ibunda Alam Ganjar ini menjelaskan, program KTP Sakti merupakan sebuah kebijakan yang akan memperbaiki dan menyinkronkan data penerima manfaat dari pemerintah, salah satu contohnya bantuan sosial. Dengan data yang sinkron, nantinya tidak akan ada lagi bansos yang salah sasaran.

BACA JUGA:
Ingatkan Politik Kemanusiaan, Ganjar Pranowo Ziarah ke Makam Gus Dur

&quot;Misalnya data di Palembang itu, kan, ada, ya. Data petani itu berapa, peternak berapa, yang menjadi penerima hak untuk mendapatkan bantuan itu siapa saja. Nanti akan terlihat, ya, pak,&quot; kata Atikoh.
&quot;Dengan perbaikan sistem seperti ini, harapannya, bantuan-bantuan itu akan benar-benar tepat sasaran, sehingga tidak melenceng kemana-mana,&quot; lanjutnya.

BACA JUGA:
Blusukan ke Pasar 26 Ilir Palembang, Siti Atikoh Dengar Keluhan Pedagang soal Harga Bahan Pokok

Sebagaimana yang diketahui, saat ini bantuan sosial masih tidak tepat sasaran. Terkadang bansos malah diterima oleh masyarakat yang mampu sehingga masyarakat yang miskin dan membutuhkan tidak kebagian.Salah satu contoh nyatanya yakni Rebo, peternak dan petani asal Palembang yang curhat pada Siti Atikoh tidak mendapat bantuan sosial sama sekali. Padahal dirinya termasuk ke dalam golongan masyarakat yang kurang mampu.

&quot;Nah di sini mungkin perlu kami menjelaskan, pada masa Pak SBY kami selalu dapat bantuan, di masa Pak Jokowi ini, kok, ya pada masa SBY kami dapat sapi dan pupuk dapat. Kami dua periode memilih Pak Jokowi, tetapi enggak dapat bantuan,&quot; kata Rebo menyampaikan keluhan kepada Atikoh.

Untuk itu, dalam kesempatan ini, Rebo kembali mengingatkan Atikoh agar Ganjar-Mahfud benar-benar tidak melakukan wong cilik seperti dirinya dengan menerapkan program KTP Sakti dengan sebenar-benarnya.

&quot;Mohon kiranya nanti Pak Ganjar kalau bisa sekarang mohon bantu petani-petani ini, Bu. Mayoritas di sini petani dan peternak sapi,&quot; ujar Rebo menyampaikan harapannya untuk Ganjar-Mahfud melalui Siti Atikoh.





</content:encoded></item></channel></rss>
