<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AMM Dukung Capres, Rektor UMJ : Tidak Mengerti Positioning Etika Muhammadiyah</title><description>Pimpinan Pusat Muhammadiyah perlu untuk menyentil hal seperti itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/14/337/2954505/amm-dukung-capres-rektor-umj-tidak-mengerti-positioning-etika-muhammadiyah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/14/337/2954505/amm-dukung-capres-rektor-umj-tidak-mengerti-positioning-etika-muhammadiyah"/><item><title>AMM Dukung Capres, Rektor UMJ : Tidak Mengerti Positioning Etika Muhammadiyah</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/14/337/2954505/amm-dukung-capres-rektor-umj-tidak-mengerti-positioning-etika-muhammadiyah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/14/337/2954505/amm-dukung-capres-rektor-umj-tidak-mengerti-positioning-etika-muhammadiyah</guid><pubDate>Minggu 14 Januari 2024 12:34 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/14/337/2954505/amm-dukung-capres-rektor-umj-tidak-mengerti-positioning-etika-muhammadiyah-czNpp9Mb8a.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prof Ma'mun Murod Al-Barbasyi (Foto: Okezone.com/Puteranegara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/14/337/2954505/amm-dukung-capres-rektor-umj-tidak-mengerti-positioning-etika-muhammadiyah-czNpp9Mb8a.jpg</image><title>Prof Ma'mun Murod Al-Barbasyi (Foto: Okezone.com/Puteranegara)</title></images><description>JAKARTA - Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Prof. Ma&amp;rsquo;mun Murod Al-Barbasyi menganggap sikap Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) yang mendukung salah satu pasangan calon presiden dengan menonjol-nonjolkan nama Muhammadiyah adalah anak kecil yang tidak mengerti positioning etika politik Muhammadiyah.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam diskusi daring bertajuk &amp;ldquo;Senja Kala Demokrasi : Muhammadiyah Harus Bagaimana?&amp;rdquo; yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) pada Sabtu, 13 Januari 2024.

Menurut Ma&amp;rsquo;mun Murod, Khittoh 1912 Muhammadiyah adalah ormas keagamaan, bukan partai politik dan tidak ada kaitannya dengan politik dukung mendukung. Muhammadiyah mempersilahkan anggotanya secara pribadi berpolitik tanpa harus membawa-bawa Muhammadiyah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Haedar Nashir Tegaskan Muhammadiyah Ormas Nonpartisan: Berpolitik Harus Fair

Tindakan dukung mendukung dengan mengatasnamakan Muhammadiyah adalah Tindakan yang tidak memahami positioning etika Muhammadiyah dalam konteks politik kebangsaan.

&amp;ldquo;Ini agak memprihatinkan, saya kira Pimpinan Pusat Muhammadiyah perlu untuk menyentil hal seperti itu, agar tidak terjadi lagi kedepannya&amp;rdquo;, tuturnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Jelang Debat Capres Putaran Ketiga, Ini Pesan Ketua PP Muhammadiyah&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dalam diskusi tersebut, Prof. Ma&amp;rsquo;mun Murod Al-Barbasyi menekankan harus adanya sikap mental demokratis dan etika demokrasi sebagai prasyarat utama dalam pembangunan demokrasi di Indonesia.

&amp;ldquo;Jika ada presiden yang berfikir untuk melanggengkan kekuasaan menjadi 3 periode misalnya, ini menunjukkan presiden tidak memiliki sikap mental demokrasi&amp;rdquo;, tekannya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Prof. Ma&amp;rsquo;mun Murod Al-Barbasyi menganggap sikap Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) yang mendukung salah satu pasangan calon presiden dengan menonjol-nonjolkan nama Muhammadiyah adalah anak kecil yang tidak mengerti positioning etika politik Muhammadiyah.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam diskusi daring bertajuk &amp;ldquo;Senja Kala Demokrasi : Muhammadiyah Harus Bagaimana?&amp;rdquo; yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) pada Sabtu, 13 Januari 2024.

Menurut Ma&amp;rsquo;mun Murod, Khittoh 1912 Muhammadiyah adalah ormas keagamaan, bukan partai politik dan tidak ada kaitannya dengan politik dukung mendukung. Muhammadiyah mempersilahkan anggotanya secara pribadi berpolitik tanpa harus membawa-bawa Muhammadiyah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Haedar Nashir Tegaskan Muhammadiyah Ormas Nonpartisan: Berpolitik Harus Fair

Tindakan dukung mendukung dengan mengatasnamakan Muhammadiyah adalah Tindakan yang tidak memahami positioning etika Muhammadiyah dalam konteks politik kebangsaan.

&amp;ldquo;Ini agak memprihatinkan, saya kira Pimpinan Pusat Muhammadiyah perlu untuk menyentil hal seperti itu, agar tidak terjadi lagi kedepannya&amp;rdquo;, tuturnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Jelang Debat Capres Putaran Ketiga, Ini Pesan Ketua PP Muhammadiyah&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dalam diskusi tersebut, Prof. Ma&amp;rsquo;mun Murod Al-Barbasyi menekankan harus adanya sikap mental demokratis dan etika demokrasi sebagai prasyarat utama dalam pembangunan demokrasi di Indonesia.

&amp;ldquo;Jika ada presiden yang berfikir untuk melanggengkan kekuasaan menjadi 3 periode misalnya, ini menunjukkan presiden tidak memiliki sikap mental demokrasi&amp;rdquo;, tekannya.
</content:encoded></item></channel></rss>
