<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sederet Fakta Pembunuhan Gajah Taman Nasional Tesso Nilo</title><description>Gajah yang dibunuh pemburu adalah Rahman gajah jantan berusia 46 tahun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/14/340/2954246/sederet-fakta-pembunuhan-gajah-taman-nasional-tesso-nilo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/14/340/2954246/sederet-fakta-pembunuhan-gajah-taman-nasional-tesso-nilo"/><item><title>Sederet Fakta Pembunuhan Gajah Taman Nasional Tesso Nilo</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/14/340/2954246/sederet-fakta-pembunuhan-gajah-taman-nasional-tesso-nilo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/14/340/2954246/sederet-fakta-pembunuhan-gajah-taman-nasional-tesso-nilo</guid><pubDate>Minggu 14 Januari 2024 01:05 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/13/340/2954246/sederet-fakta-pembunuhan-gajah-taman-nasional-tesso-nilo-gxksn7K1XR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gajah Rahman (Foto: Banda H)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/13/340/2954246/sederet-fakta-pembunuhan-gajah-taman-nasional-tesso-nilo-gxksn7K1XR.jpg</image><title>Gajah Rahman (Foto: Banda H)</title></images><description>PEKANBARU - Perburuan terhadap satwa gajah Sumatera di Riau terus terjadi. Kini, yang menjadi sasaran pemburu adalah gajah penghuni Taman Nasional Tesso Nilo Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.

Gajah yang dibunuh pemburu adalah Rahman gajah jantan berusia 46 tahun. Berikut fakta-fakta kematian Rahman yang mati dibunuh pemburu yang dirangkum Sabtu (13/1/2024):


1. Gading Hilang

Gajah Rahman ditemukan tergelak di sebuah hutan  pada 10 Januari 2024. Dia ditemukan dengan kondisi sekarat. Diketahui, ternyata satu gading Rahman telah hilang yang ternyata sudah dipotong oleh pemburu.

BACA JUGA:
Penyesalan Gajah Mada ke Gayatri Usai Bunuh Menteri Keamanan Majapahit


Pemburu juga telah meracun Rahman. Setelah Rahman tidak berdaya pemburu memotong gadingnya. Namun, pemburu hanya berhasil mengambil satu gadingnya saja. Belakangan karena kondisi luka dalam semakin parah, nyawa Rahman tidak tertolong.

2. Selalu Dijaga Pawang

Rahman merupakan seokor gajah latih. Dia merupakan penghuni Camp Elephants Flying Squad SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga TNTN. Saban hari dia selalu dijaga oleh pawangnya (mahout). Hari harinya gajah Rahman bersama pawangnya bernama Jumadi.

BACA JUGA:
Kejam! Gajah di Taman Nasional Tesso Nilo Dibunuh, Gadingnya Diambil


Saat jelang kematian, Rahman ditemukan kritis saat ditambatkan di hutan dekat Camp Elephants Flying Squad SPTN. Rahman ditemukan oleh pawangnya sudah dalam kondisi tidak berdaya akibat diracun pemburu. Rahman akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Saat gajah ditambatkan dan ditinggal sementara oleh Jumadi, waktu yang singkat itulah yang dimanfaatkan pemburu membunuh gajah tersebut. Pemburu pun mengambil yang menjadi sasarannya.

3. Gajah Terdepan Penengah Konflik



Gajah Rahman merupakan merupakan seekor Gajah Sumatera yang ditemukan di Pulau Gadang pada pada tahun 1995 silam. Gajah Rahman dibawa ke Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo untuk dilatih sebagai garda terdepan memitigasi konflik satwa di Taman Nasional Tesso Nilo.

BACA JUGA:
Mahfud Ingatkan Relawan agar Tak Saling Bermusuhan dengan Pendukung Paslon Lain




Kematian Gajah Rahman menjadi pukulan berat dan kesedihan mendalam bagi Taman Nasional Tesso Nilo. Ini karena salah satu ujung tombak dalam penanganan konflik di Taman Nasional Tesso Nilo



Dengan kematian Gajah Rahman, saat ini jumlah gajah binaan Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo berkurang satu menjadi sembilan ekor.

</description><content:encoded>PEKANBARU - Perburuan terhadap satwa gajah Sumatera di Riau terus terjadi. Kini, yang menjadi sasaran pemburu adalah gajah penghuni Taman Nasional Tesso Nilo Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.

Gajah yang dibunuh pemburu adalah Rahman gajah jantan berusia 46 tahun. Berikut fakta-fakta kematian Rahman yang mati dibunuh pemburu yang dirangkum Sabtu (13/1/2024):


1. Gading Hilang

Gajah Rahman ditemukan tergelak di sebuah hutan  pada 10 Januari 2024. Dia ditemukan dengan kondisi sekarat. Diketahui, ternyata satu gading Rahman telah hilang yang ternyata sudah dipotong oleh pemburu.

BACA JUGA:
Penyesalan Gajah Mada ke Gayatri Usai Bunuh Menteri Keamanan Majapahit


Pemburu juga telah meracun Rahman. Setelah Rahman tidak berdaya pemburu memotong gadingnya. Namun, pemburu hanya berhasil mengambil satu gadingnya saja. Belakangan karena kondisi luka dalam semakin parah, nyawa Rahman tidak tertolong.

2. Selalu Dijaga Pawang

Rahman merupakan seokor gajah latih. Dia merupakan penghuni Camp Elephants Flying Squad SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga TNTN. Saban hari dia selalu dijaga oleh pawangnya (mahout). Hari harinya gajah Rahman bersama pawangnya bernama Jumadi.

BACA JUGA:
Kejam! Gajah di Taman Nasional Tesso Nilo Dibunuh, Gadingnya Diambil


Saat jelang kematian, Rahman ditemukan kritis saat ditambatkan di hutan dekat Camp Elephants Flying Squad SPTN. Rahman ditemukan oleh pawangnya sudah dalam kondisi tidak berdaya akibat diracun pemburu. Rahman akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Saat gajah ditambatkan dan ditinggal sementara oleh Jumadi, waktu yang singkat itulah yang dimanfaatkan pemburu membunuh gajah tersebut. Pemburu pun mengambil yang menjadi sasarannya.

3. Gajah Terdepan Penengah Konflik



Gajah Rahman merupakan merupakan seekor Gajah Sumatera yang ditemukan di Pulau Gadang pada pada tahun 1995 silam. Gajah Rahman dibawa ke Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo untuk dilatih sebagai garda terdepan memitigasi konflik satwa di Taman Nasional Tesso Nilo.

BACA JUGA:
Mahfud Ingatkan Relawan agar Tak Saling Bermusuhan dengan Pendukung Paslon Lain




Kematian Gajah Rahman menjadi pukulan berat dan kesedihan mendalam bagi Taman Nasional Tesso Nilo. Ini karena salah satu ujung tombak dalam penanganan konflik di Taman Nasional Tesso Nilo



Dengan kematian Gajah Rahman, saat ini jumlah gajah binaan Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo berkurang satu menjadi sembilan ekor.

</content:encoded></item></channel></rss>
