<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenapa Intensitas Gempa di Indonesia Meningkat? Ini Kata Pakar Geologi UGM</title><description>Rencanakan untuk menghindari bahaya zona patahan sebelum pengembangan dan pembagian ruang.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/14/510/2954286/kenapa-intensitas-gempa-di-indonesia-meningkat-ini-kata-pakar-geologi-ugm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/14/510/2954286/kenapa-intensitas-gempa-di-indonesia-meningkat-ini-kata-pakar-geologi-ugm"/><item><title>Kenapa Intensitas Gempa di Indonesia Meningkat? Ini Kata Pakar Geologi UGM</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/14/510/2954286/kenapa-intensitas-gempa-di-indonesia-meningkat-ini-kata-pakar-geologi-ugm</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/14/510/2954286/kenapa-intensitas-gempa-di-indonesia-meningkat-ini-kata-pakar-geologi-ugm</guid><pubDate>Minggu 14 Januari 2024 07:02 WIB</pubDate><dc:creator>Kuntadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/13/510/2954286/kenapa-intensitas-gempa-di-indonesia-meningkat-ini-kata-pakar-geologi-ugm-BaCn2i3pNG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Guru Besar Geologi UGM Wahyu Wilopo (Foto: Ist/Kuntadi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/13/510/2954286/kenapa-intensitas-gempa-di-indonesia-meningkat-ini-kata-pakar-geologi-ugm-BaCn2i3pNG.jpg</image><title>Guru Besar Geologi UGM Wahyu Wilopo (Foto: Ist/Kuntadi)</title></images><description>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wMy8xLzE3NTczOS81L3g4cjN2Y2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

YOGYAKARTA - Intensias gempa bumi di Indonesia dalam beberapa tahun mengalami peningkatan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat lebih dari 10.000 kali gempa dalam satu tahun sejak 2013.

Guru Besar Geologi UGM, Wahyu Wilopo mengatakan, tingginya intensitas gempa ini karena Indonesia berada di kawasan Ring of Fire atau cincin api Pasifik. Selain ini berada di pertemuan tiga lempeng tektonik dunia.

&quot;Indonesia rawan gempa karena berada di cincin api pasifik dan di pertemuan tiga lempeng tektonik dunia,&quot; kata dia pada Sekolah Wartawan di UGM, Jumat (13/1/2024).

BACA JUGA:
Gempa M4,2 Guncang Ruteng NTT, Pusatnya di Darat&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Lantaran berada di daerah rawan gemoa, masyarakat butuh upaya mitigasi bencana. Setidaknya ada empat prinsip pendekatan perencanaan di daerah rawan gempa bumi. Pertama, mengumpulkan informasi bahaya oatahan aktif yang akurat. Kedua, rencanakan untuk menghindari bahaya zona patahan sebelum pengembangan dan pembagian ruang.

Ketiga, mengambil pendekatan berbasis risiko di wilayah yang sudah dikembangkan atau ditempati. Keempat, komunikasikan risiko di kawasan terbangun pada zona patahan.

&quot;Untuk daerah yang telah dihuni perlu adanya penguatan gedung, peningkatan ketangguhan, dan kesiapsiagaan masyarakat,&quot; terangnya.

BACA JUGA:
5 Fakta Baru Gempa Sumedang, Pernah Terjadi Tahun 1955


Mitigasi bencana perlu dilakukan dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, swasta, akademisi, media massa. Hal ini perlu dilakukan untuk mewujudkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana.</description><content:encoded>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wMy8xLzE3NTczOS81L3g4cjN2Y2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

YOGYAKARTA - Intensias gempa bumi di Indonesia dalam beberapa tahun mengalami peningkatan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat lebih dari 10.000 kali gempa dalam satu tahun sejak 2013.

Guru Besar Geologi UGM, Wahyu Wilopo mengatakan, tingginya intensitas gempa ini karena Indonesia berada di kawasan Ring of Fire atau cincin api Pasifik. Selain ini berada di pertemuan tiga lempeng tektonik dunia.

&quot;Indonesia rawan gempa karena berada di cincin api pasifik dan di pertemuan tiga lempeng tektonik dunia,&quot; kata dia pada Sekolah Wartawan di UGM, Jumat (13/1/2024).

BACA JUGA:
Gempa M4,2 Guncang Ruteng NTT, Pusatnya di Darat&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Lantaran berada di daerah rawan gemoa, masyarakat butuh upaya mitigasi bencana. Setidaknya ada empat prinsip pendekatan perencanaan di daerah rawan gempa bumi. Pertama, mengumpulkan informasi bahaya oatahan aktif yang akurat. Kedua, rencanakan untuk menghindari bahaya zona patahan sebelum pengembangan dan pembagian ruang.

Ketiga, mengambil pendekatan berbasis risiko di wilayah yang sudah dikembangkan atau ditempati. Keempat, komunikasikan risiko di kawasan terbangun pada zona patahan.

&quot;Untuk daerah yang telah dihuni perlu adanya penguatan gedung, peningkatan ketangguhan, dan kesiapsiagaan masyarakat,&quot; terangnya.

BACA JUGA:
5 Fakta Baru Gempa Sumedang, Pernah Terjadi Tahun 1955


Mitigasi bencana perlu dilakukan dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, swasta, akademisi, media massa. Hal ini perlu dilakukan untuk mewujudkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana.</content:encoded></item></channel></rss>
