<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ganjar Yakin Anak di Desa Bisa Sukses Lewat Program Satu Keluarga Satu Sarjana   </title><description>Ganjar memaparkan program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/15/337/2954728/ganjar-yakin-anak-di-desa-bisa-sukses-lewat-program-satu-keluarga-satu-sarjana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/15/337/2954728/ganjar-yakin-anak-di-desa-bisa-sukses-lewat-program-satu-keluarga-satu-sarjana"/><item><title>Ganjar Yakin Anak di Desa Bisa Sukses Lewat Program Satu Keluarga Satu Sarjana   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/15/337/2954728/ganjar-yakin-anak-di-desa-bisa-sukses-lewat-program-satu-keluarga-satu-sarjana</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/15/337/2954728/ganjar-yakin-anak-di-desa-bisa-sukses-lewat-program-satu-keluarga-satu-sarjana</guid><pubDate>Senin 15 Januari 2024 04:08 WIB</pubDate><dc:creator>Devi Ari Rahmadhani </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/15/337/2954728/ganjar-yakin-anak-di-desa-bisa-sukses-lewat-program-satu-keluarga-satu-sarjana-AkWfheX2pF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo. (Foto: Devi Ari)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/15/337/2954728/ganjar-yakin-anak-di-desa-bisa-sukses-lewat-program-satu-keluarga-satu-sarjana-AkWfheX2pF.jpg</image><title>Ganjar Pranowo. (Foto: Devi Ari)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xNC8xLzE3NjA5My81L3g4cmZ3ems=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -&amp;nbsp; Siswa kelas tiga SMA di daerah Bantul, Yogyakarta mengungkapkan rasa khawatirnya akan masa depan pada calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo.

&amp;ldquo;Bagaimana kebijakan bapak untuk bisa mendukung anak muda di desa, Pak?&amp;rdquo; ucap Nawis pada Ganjar saat berada di acara Perintis RISE di Post Bloc, Jakarta, Minggu (14/1/2024).

Masalah tersebut sebenarnya telah masuk dalam salah satu program kerja calon presiden dan calon wakil presiden Ganjar Pranowo - Mahfud MD. Ada yang namanya program &amp;ldquo;satu keluarga satu sarjana&amp;rdquo;. Program ini untuk membantu masyarakat yang tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi. Dengan muda-mudi yang berpendidikan, tentunya negara ini benar-benar bisa mencapai Indonesia emas 2045.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo: Wadas Bukan Proyek Saya, Tapi Saya Tanggung Jawab&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Mengapa saya membuat program &amp;lsquo;satu keluarga miskin satu sarjana&amp;rsquo;? Karena sebagian mereka yang miskin biasanya atas pendidikannya agak kurang. Maka fasilitas rata-rata pendidikan yang baik di kota,&amp;rdquo; kata Ganjar Pranowo.

Setelah berhasil menimba ilmu sebanyak-banyaknya, anak-anak di desa bisa kembali ke desanya untuk membangun desa tempat asalnya, salah satunya dengan membangun desa wisata.

Sebagaimana data yang disampaikan Sandiaga Uno jika desa wisata saat ini mengalami pertumbuhan. Bahkan ketika desa wisata bertumbuh pemerintah akan akan mendapat kucuran dana dari pemerintah.

BACA JUGA:
Jemaat GBI Kota Medan Berharap Ganjar-Mahfud Menang Pilpres 2024

&amp;ldquo;Waktu saya jadi gubernur, kita kasih stimulus mereka dapat anggaran dari pemerintah. Kalau dulu Rp50 juta, Rp100 juta, Rp200 juta. Kalau mereka mengelola desa wisata bagus kita memberikan Rp1 miliar,&amp;rdquo; tutur Ganjar Pranowo.

Hal tersebut merupakan suatu peluang untuk anak-anak yang belajar di kota untuk kembali ke desa dan menbangun desanya.
Sebagai contoh, Ganjar pernah bertemu dengan salah satu mahasiawa arsitektur yang ingin membantu membangun desa. Akhirnya Ganjar meminta mahasiswa tersebut untuk membuat landscape desa. Istri Siti Atikoh ini langsung menunjukkan satu desa yang sedang bingung membangun desanya.



Sebab, kala itu pembangunan desa dilakukan oleh kepala desa itu sendiri. Tanpa ilmu dirinya membangun tower di desa rersebut, namun abis itu ambruk. Untuk menghindari masalah ini, anak-anak desa yang telah berkuliah di kota bisa turut ambil peran membantj pemerintah memajukan desa. Tentu disesuaikan dengan ilmu yang dimiliki.



&amp;ldquo;Kolaborasi inilah yang harus kita dukung agar ketika mereka sekolah ke kota akan kembali ke desa,&amp;rdquo; ucap Ganjar Pranowo.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xNC8xLzE3NjA5My81L3g4cmZ3ems=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -&amp;nbsp; Siswa kelas tiga SMA di daerah Bantul, Yogyakarta mengungkapkan rasa khawatirnya akan masa depan pada calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo.

&amp;ldquo;Bagaimana kebijakan bapak untuk bisa mendukung anak muda di desa, Pak?&amp;rdquo; ucap Nawis pada Ganjar saat berada di acara Perintis RISE di Post Bloc, Jakarta, Minggu (14/1/2024).

Masalah tersebut sebenarnya telah masuk dalam salah satu program kerja calon presiden dan calon wakil presiden Ganjar Pranowo - Mahfud MD. Ada yang namanya program &amp;ldquo;satu keluarga satu sarjana&amp;rdquo;. Program ini untuk membantu masyarakat yang tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi. Dengan muda-mudi yang berpendidikan, tentunya negara ini benar-benar bisa mencapai Indonesia emas 2045.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo: Wadas Bukan Proyek Saya, Tapi Saya Tanggung Jawab&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Mengapa saya membuat program &amp;lsquo;satu keluarga miskin satu sarjana&amp;rsquo;? Karena sebagian mereka yang miskin biasanya atas pendidikannya agak kurang. Maka fasilitas rata-rata pendidikan yang baik di kota,&amp;rdquo; kata Ganjar Pranowo.

Setelah berhasil menimba ilmu sebanyak-banyaknya, anak-anak di desa bisa kembali ke desanya untuk membangun desa tempat asalnya, salah satunya dengan membangun desa wisata.

Sebagaimana data yang disampaikan Sandiaga Uno jika desa wisata saat ini mengalami pertumbuhan. Bahkan ketika desa wisata bertumbuh pemerintah akan akan mendapat kucuran dana dari pemerintah.

BACA JUGA:
Jemaat GBI Kota Medan Berharap Ganjar-Mahfud Menang Pilpres 2024

&amp;ldquo;Waktu saya jadi gubernur, kita kasih stimulus mereka dapat anggaran dari pemerintah. Kalau dulu Rp50 juta, Rp100 juta, Rp200 juta. Kalau mereka mengelola desa wisata bagus kita memberikan Rp1 miliar,&amp;rdquo; tutur Ganjar Pranowo.

Hal tersebut merupakan suatu peluang untuk anak-anak yang belajar di kota untuk kembali ke desa dan menbangun desanya.
Sebagai contoh, Ganjar pernah bertemu dengan salah satu mahasiawa arsitektur yang ingin membantu membangun desa. Akhirnya Ganjar meminta mahasiswa tersebut untuk membuat landscape desa. Istri Siti Atikoh ini langsung menunjukkan satu desa yang sedang bingung membangun desanya.



Sebab, kala itu pembangunan desa dilakukan oleh kepala desa itu sendiri. Tanpa ilmu dirinya membangun tower di desa rersebut, namun abis itu ambruk. Untuk menghindari masalah ini, anak-anak desa yang telah berkuliah di kota bisa turut ambil peran membantj pemerintah memajukan desa. Tentu disesuaikan dengan ilmu yang dimiliki.



&amp;ldquo;Kolaborasi inilah yang harus kita dukung agar ketika mereka sekolah ke kota akan kembali ke desa,&amp;rdquo; ucap Ganjar Pranowo.</content:encoded></item></channel></rss>
