<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia</title><description>BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 15 - 16 Januari 2024.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/15/337/2954973/bmkg-waspada-gelombang-tinggi-hingga-4-meter-di-sejumlah-perairan-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/01/15/337/2954973/bmkg-waspada-gelombang-tinggi-hingga-4-meter-di-sejumlah-perairan-indonesia"/><item><title>BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/01/15/337/2954973/bmkg-waspada-gelombang-tinggi-hingga-4-meter-di-sejumlah-perairan-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/01/15/337/2954973/bmkg-waspada-gelombang-tinggi-hingga-4-meter-di-sejumlah-perairan-indonesia</guid><pubDate>Senin 15 Januari 2024 13:35 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/15/337/2954973/bmkg-waspada-gelombang-tinggi-hingga-4-meter-di-sejumlah-perairan-indonesia-2RRlvlBNSi.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/15/337/2954973/bmkg-waspada-gelombang-tinggi-hingga-4-meter-di-sejumlah-perairan-indonesia-2RRlvlBNSi.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 15 - 16 Januari 2024.
BMKG mengatakan hal ini dipengaruhi oleh pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Utara - Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 4 - 25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat Daya - Barat Laut dengan kecepatan 4 - 30 knot.
&quot;Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Laut Banda, perairan Kep. Sermata - Letti, perairan Kep. Babar - Tanimbar, dan Laut Arafuru,&quot; tulis BMKG dalam keterangan resminya, Senin (15/1/2024).

BACA JUGA:
BMKG: Waspada! Puncak Musim Hujan di Bandung Raya Terjadi hingga Maret

Kondisi ini, kata BMKG, menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter di Selat Malaka bagian utara, perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat P. Simeulue - Kep. Mentawai, perairan Bengkulu - barat Lampung, Samudra Hindia Barat Aceh - Kep. Nias, Samudra Hindia Barat Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten - Jawa Timur.
Kemudian di Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, perairan selatan Bali - P. Sumba, Selat Sumba, Selat Sape bagian selatan, perairan P. Sawu - Kupang - P. Rotte, Selat Ombai, Samudra Hindia Selatan Banten - NTT, perairan selatan Kep. Natuna - Kep. Anambas, Laut Natuna, perairan timur Kep. Bintan - Kep. Lingga, Selat Makassar, perairan Kep. Sabalana - Kep. Selayar, perairan Baubau bagian selatan.
Selanjutnya di perairan utara Flores, Laut Flores, perairan P. Buru - P. Ambon - P. Seram, Laut Seram, Laut Banda bagian utara, perairan Kep. Kai - Kep. Aru, perairan Fakfak - Kaimana, Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, perairan Kep. Sitaro, perairan Bitung - Likupang, Laut Maluku, perairan utara Kep. Sula, perairan barat dan timur Halmahera, perairan utara Papua Barat - Papua.
Sedangkan untuk gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2,5 - 4.0 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, perairan utara Kep. Anambas - Kep. Natuna, Samudra Hindia Barat Kep. Mentawai - Bengkulu, perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud, perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, Samudra Pasifik Utara Halmahera - Papua, Laut Banda bagian selatan, perairan Kep. Sermata - Letti, perairan Kep. Babar, perairan Tanimbar, Laut Arafuru.
Untuk itu, BMKG mengingatkan perlu diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. &quot;Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,&quot; imbaunya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 15 - 16 Januari 2024.
BMKG mengatakan hal ini dipengaruhi oleh pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Utara - Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 4 - 25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat Daya - Barat Laut dengan kecepatan 4 - 30 knot.
&quot;Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Laut Banda, perairan Kep. Sermata - Letti, perairan Kep. Babar - Tanimbar, dan Laut Arafuru,&quot; tulis BMKG dalam keterangan resminya, Senin (15/1/2024).

BACA JUGA:
BMKG: Waspada! Puncak Musim Hujan di Bandung Raya Terjadi hingga Maret

Kondisi ini, kata BMKG, menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter di Selat Malaka bagian utara, perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat P. Simeulue - Kep. Mentawai, perairan Bengkulu - barat Lampung, Samudra Hindia Barat Aceh - Kep. Nias, Samudra Hindia Barat Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten - Jawa Timur.
Kemudian di Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, perairan selatan Bali - P. Sumba, Selat Sumba, Selat Sape bagian selatan, perairan P. Sawu - Kupang - P. Rotte, Selat Ombai, Samudra Hindia Selatan Banten - NTT, perairan selatan Kep. Natuna - Kep. Anambas, Laut Natuna, perairan timur Kep. Bintan - Kep. Lingga, Selat Makassar, perairan Kep. Sabalana - Kep. Selayar, perairan Baubau bagian selatan.
Selanjutnya di perairan utara Flores, Laut Flores, perairan P. Buru - P. Ambon - P. Seram, Laut Seram, Laut Banda bagian utara, perairan Kep. Kai - Kep. Aru, perairan Fakfak - Kaimana, Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, perairan Kep. Sitaro, perairan Bitung - Likupang, Laut Maluku, perairan utara Kep. Sula, perairan barat dan timur Halmahera, perairan utara Papua Barat - Papua.
Sedangkan untuk gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2,5 - 4.0 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, perairan utara Kep. Anambas - Kep. Natuna, Samudra Hindia Barat Kep. Mentawai - Bengkulu, perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud, perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, Samudra Pasifik Utara Halmahera - Papua, Laut Banda bagian selatan, perairan Kep. Sermata - Letti, perairan Kep. Babar, perairan Tanimbar, Laut Arafuru.
Untuk itu, BMKG mengingatkan perlu diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. &quot;Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,&quot; imbaunya.</content:encoded></item></channel></rss>
